5 Fakta Tugu Yogya, Ikon Favorit Turis di Kota Yogyakarta

Angga Roni Priambodo, Amertiya Saraswati

Senin, 07 Oktober 2019 | 17:35 WIB
5 Fakta Tugu Yogya, Ikon Favorit Turis di Kota Yogyakarta
Tugu Yogyakarta (Wikimedia Commons)

Suara.com - Hari ini, Senin (7/10/2019), Kota Yogyakarta merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-263.

Selain dikenal sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga merupakan kota budaya yang pesonanya senantiasa mampu memikat wisatawan.

Salah satu destinasi yang banyak dicari turis saat berkunjung ke Yogyakarta adalah Tugu Pal Putih yang terletak di persimpangan Jalan Sudirman, Jalan AM Sangaji, Jalan Diponegoro, dan Jalan Mangkubumi.

Wajar, monumen berwarna putih-keemasan yang berada di kota Yogyakarta tersebut merupakan salah satu ikon bersejarah kota.

Dalam rangka ulang tahun Kota Yogyakarta, kali ini Suara.com telah merangkum beberapa fakta seputar Tugu Yogyakarta. Yuk simak!

Tugu Yogyakarta (Wikimedia Commons)
Tugu Yogyakarta (Wikimedia Commons)

1. Usianya sudah hampir 3 abad

Tugu Yogyakarta atau Tugu Pal Putih dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755, tepatnya setelah pembangunan Keraton Ngayogyakarta.

Meski monumen ini dibangun sebagai simbol kota Yogyakarta, tugu Yogya juga dipercaya memiliki nilai mistis karena lokasinya yang berada satu garis dengan Gunung Merapi, Keraton, dan Laut Selatan.

2. Disebut juga tugu Golong Gilig

Bentuk asli Tugu Yogyakarta sebenarnya tidaklah seperti yang kita kenal sekarang. Saat dibangun dulu, Tugu Yogyakarta memiliki bentuk golong-gilig.

baca juga

Gilig berarti silinder sementara Golong adalah bentuk seperti bola pejal. Hal ini mengacu pada bentuk asli tugu yang berbentuk silindris dan menyangga bola pejal.

Konon, bentuk tersebut memiliki arti persatuan antara Keraton Yogyakarta dengan rakyatnya.

3. Sempat hancur di tahun 1867

Sekitar 100 tahun setelah pembangunannya, Tugu Yogyakarta sempat runtuh karena gempa hebat yang melanda Yogyakarta.

Saat itu, Tugu Yogya hancur menjadi 3 bagian dan sempat terbengkalai. Namun, pada tahun 1889, pemerintah Belanda memperbaiki tugu tersebut di bawah pengawasan Patih Dalem Kanjeng Raden Adipati Danurejo V.

Tugu Yogyakarta. (Shutterstock)
Tugu Yogyakarta. (Shutterstock)

4. Bentuknya berubah dan menyusut 10 meter

Aslinya, Tugu Yogyakarta yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I dulu memiliki tinggi 25 meter.

Namun, saat rusak dan dibangun kembali oleh Belanda, tinggi tugu berubah menjadi 15 meter saja. Bahkan, bentuknya pun menjadi persegi sementara puncaknya berubah runcing.

Awalnya, hal ini dilakukan Belanda untuk meregangkan hubungan antara masyarakat dan Keraton. Namun, warga Yogyakarta saat itu menyadari niatan buruk tersebut.

Tugu baru ini lantas diresmikan Sri Sultan Hamengkubuwono VII pada 3 Oktober 1889 dan dinamai Tugu Pal Putih.

5. Memiliki simbol bintang dengan enam sudut

Salah satu simbol di Tugu Yogyakarta yang dapat terlihat jelas adalah simbol bintang dengan enam sudut atau yang dikenal juga dengan nama Bintang David.

Selain itu, simbol lain yang terlihat di Tugu Yogya adalah deretan titik warna emas, sudut yang meruncing, dan daun loto.

Sementara, bagian tugu yang paling menarik atensi adalah puncaknya yang berbentuk spiral menyerupai tanduk unicorn dan disebut untiran kemuncak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Bendera Anjlok, Perajin Rumahan Terjepit Daya Beli Lesu dan Pemodal Besar

Penjualan Bendera Anjlok, Perajin Rumahan Terjepit Daya Beli Lesu dan Pemodal Besar

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Tamansiswa Onthel Mardika, Mengulang Jejak Pawai Kemerdekaan Pertama Ki Hadjar Dewantara

Tamansiswa Onthel Mardika, Mengulang Jejak Pawai Kemerdekaan Pertama Ki Hadjar Dewantara

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu

Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Merapah Duka, Merangkai Asa: Lentera Kasih Anak Kanker Jogja

Merapah Duka, Merangkai Asa: Lentera Kasih Anak Kanker Jogja

Video | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air

Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air

Foto | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:00 WIB

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya

Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur

Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:32 WIB

Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri

Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri

Jawa Tengah | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter

Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:10 WIB

6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara

6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN

Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut

Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut

Riau | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali

Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

×