Keracunan MBG Tak Cuma soal Diare, Pakar Ungkap Risiko Gangguan Fungsi Otak

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 10 September 2026 | 17:08 WIB
Keracunan MBG Tak Cuma soal Diare, Pakar Ungkap Risiko Gangguan Fungsi Otak
Suasana siswa-siswi sedang dirawat di RSUD Soewondo Pati karena keracunan. [Suara.com/Singgih Tri]
baca 10 detik
  • Seorang siswi di Kabupaten Karo mengalami dugaan keracunan program MBG yang memicu kejang dan jalani EEG pada September 2026.
  • Dosen UMY Wahyu Wihartono menyatakan intoksikasi pangan dapat menghasilkan neurotoksin yang mengganggu fungsi kognitif dan sel otak manusia.
  • Tenaga medis wajib memprioritaskan penanganan darurat pada sistem saraf pusat selain mengatasi gejala pencernaan pasien keracunan makanan.

Suara.com - Kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa seorang siswi berusia 16 tahun di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, membuka tabir risiko serius yang melampaui masalah pencernaan.

Dosen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Wahyu Wihartono, menegaskan bahaya laten neurotoksin dalam kasus intoksikasi pangan.

"Intoksikasi akibat keracunan makanan memang dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Toksin dapat memengaruhi fungsi neurotransmiter sehingga mengganggu kerja sel-sel otak. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan kognitif, termasuk gangguan daya ingat," kata Wahyu pada Kamis (10/9/2026).

Penanganan kasus keracunan massal dinilai tidak boleh lagi hanya berfokus pada gejala pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Gejala fatal yang melibatkan penyerangan sistem saraf pusat wajib menjadi prioritas penanganan darurat.

Indikasi seperti gangguan kesadaran, kejang, kesulitan berbicara, perubahan perilaku, kelemahan anggota tubuh, hingga penurunan daya ingat harus direspons sebagai sinyal bahaya bagi tenaga medis untuk segera menggelar pemeriksaan neurologis mendalam.

"Jika muncul gejala neurologis, pasien perlu segera mendapatkan penilaian medis secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui penyebab gangguan dan menentukan penanganan yang sesuai," tegasnya.

Kendati demikian, Wahyu menekankan bahwa penjelasan tentang intoksikasi tersebut merupakan gambaran medis secara umum. Dokter masih harus menentukan penyebab gangguan yang dialami oleh seorang pasien secara menyeluruh.

Mulai dari mempertimbangkan jenis toksin, tingkat paparan, gejala klinis, riwayat penyakit, serta hasil pemeriksaan penunjang.

Menurutnya, gangguan neurologis setelah keracunan tidak selalu disebabkan oleh toksin secara langsung. Kondisi lain yang menyertai, seperti kekurangan oksigen atau hipoksia, gangguan metabolik, dan kejang berkepanjangan, juga dapat memengaruhi fungsi sel saraf.

baca juga

Dalam kondisi tertentu, stimulasi neurotransmiter secara berlebihan dapat memicu masuknya ion kalsium dalam jumlah berlebih ke dalam sel. Rangkaian proses tersebut berpotensi mengaktifkan enzim yang dapat merusak sel saraf.

Siswa-siswi SMPN 1 Gembong dan MTSN 3 Pati dirawat di RSUD Soewondo usai meracunan MBG. [Suara.com/Singgih Tri]
Siswa-siswi SMPN 1 Gembong dan MTSN 3 Pati dirawat di RSUD Soewondo usai meracunan MBG. [Suara.com/Singgih Tri]

"Kerusakan sel otak tidak selalu terjadi akibat toksin secara langsung. Ada faktor-faktor lain yang dapat ikut berperan. Karena itu, mekanisme dan penyebab gangguan pada setiap pasien harus diperiksa secara menyeluruh," ujarnya.

Lebih dari itu, kasus gangguan ingatan usai diduga keracunan menu MBG tersebut tetap perlu mendapat perhatian serius. Dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum menentukan penyebab, tingkat gangguan, dan penanganan yang tepat.

Dalam kasus di Karo, proses pemeriksaan medis masih berlangsung. Korban dilaporkan sempat mengalami kejang dan telah menjalani elektroensefalografi (EEG) di RSUP H. Adam Malik Medan pada Senin (7/9/2026) kemarin.

Adapun EEG merupakan pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik otak. Pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter mengevaluasi kejang dan mendeteksi pola aktivitas listrik yang tidak normal.

Namun, hasil EEG tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan penyebab gangguan ingatan maupun memastikan hubungannya dengan keracunan makanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MBG di Karo Positif 3 Bakteri, DPR Desak Audit Total hingga Proses Hukum

MBG di Karo Positif 3 Bakteri, DPR Desak Audit Total hingga Proses Hukum

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:55 WIB

Tanggapi Kasus Keracunan MBG di Toraja, Mitra SPPG: Udah Tahu Bau, Kenapa Masih Dimakan?

Tanggapi Kasus Keracunan MBG di Toraja, Mitra SPPG: Udah Tahu Bau, Kenapa Masih Dimakan?

Video | Kamis, 10 September 2026 | 11:00 WIB

Heboh Di Sini Porsi MBG Diangap Tak Layak, Pihak Sekolah Dilarang Bicara ke Media

Heboh Di Sini Porsi MBG Diangap Tak Layak, Pihak Sekolah Dilarang Bicara ke Media

News | Kamis, 10 September 2026 | 13:51 WIB

Intip Bobroknya MBG di India: Temuan Anak Ular, Detergen Jadi Garam hingga Satu Siswa Meninggal

Intip Bobroknya MBG di India: Temuan Anak Ular, Detergen Jadi Garam hingga Satu Siswa Meninggal

News | Kamis, 10 September 2026 | 12:45 WIB

Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Menteri PPPA Minta Program Tak Dinilai Sepotong-Sepotong

Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Menteri PPPA Minta Program Tak Dinilai Sepotong-Sepotong

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:26 WIB

Korbannya Tembus 50 Ribu, Keracunan Massal Program MBG Kini Ancam Psikologis Anak

Korbannya Tembus 50 Ribu, Keracunan Massal Program MBG Kini Ancam Psikologis Anak

News | Kamis, 10 September 2026 | 10:47 WIB

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 21:45 WIB

Kejagung Periksa Penjual Ompreng dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Kejagung Periksa Penjual Ompreng dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

News | Rabu, 09 September 2026 | 19:22 WIB

Ada Benda Asing dari Larva hingga Lelehan Plastik di MBG Selandia Baru Respon Pemerintah Mengejutkan

Ada Benda Asing dari Larva hingga Lelehan Plastik di MBG Selandia Baru Respon Pemerintah Mengejutkan

News | Rabu, 09 September 2026 | 18:49 WIB

Program Tak Goyah Dihantam Kritik: Benarkah Suara Publik Tak Mengusik MBG?

Program Tak Goyah Dihantam Kritik: Benarkah Suara Publik Tak Mengusik MBG?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×