Curi Perhatian, Yuni Shara Pakai Busana dari Bahan Alami Kunyit di Belgia

Dany Garjito, Amertiya Saraswati

Selasa, 08 Oktober 2019 | 15:00 WIB
Curi Perhatian, Yuni Shara Pakai Busana dari Bahan Alami Kunyit di Belgia
Yuni Shara ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (26/9). Yuni memberikan pujian kepada Raffi yang bisa mendapatkan perempuan cantik. [suara.com/Yazir Farouk]

Suara.com - Belum lama ini, penyanyi Yuni Shara diketahui tengah berlibur ke kota Antwerp, Belgia. Tak cuma liburan, di sana Yuni Shara turut menghadiri Eco Fashion Week Indonesia (EFWI).

Selama liburan, Yuni Shara tampak memakai busana rancangan desainer Merdi Sihombing. Penampilan penyanyi berusia 47 tahun itu pun sukses menarik atensi.

Pasalnya, busana yang digunakan oleh Yuni Shara tersebut diketahui terbuat dari bahan-bahan alami dan ramah lingkungan. Hal ini dapat terlihat dari caption akun Instagram miliknya.

"Memakai Baju Shifon & Ulos Silahi yang terbuat dari bahan alami kunyit, jeruk nipis & daun ketapang karya dari @merdi.co," tulis Yuni Shara.

Bagi Anda yang belum tahu, kunyit, jeruk nipis, dan daun ketapang memang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami pada pakaian.

Kunyit dapat digunakan untuk memberi warna kuning atau jingga, sementara daun ketapang akan menghasilkan warna hitam atau warna tinta.

Yuni Shara Liburan ke Antwerp, Belgia (instagram.com/yunishara36)
Yuni Shara Liburan ke Antwerp, Belgia (instagram.com/yunishara36)

Selain baju yang terbuat dari kunyit dan daun ketapang, coat yang dipakai Yuni Shara juga turut menarik perhatian.

Pasalnya, coat tersebut terbuat dari bahan dasar teripang atau ketimun laut.

Ya, bukan cuma memiliki aneka manfaat kesehatan, teripang ternyata juga bisa digunakan untuk memberi warna hitam pada pakaian.

baca juga

Hal ini ditegaskan oleh unggahan pada akun @merdi.co yang menyebutkan jika teripang atau ketimun laut merupakan salah satu pewarna alami yang dapat diperoleh dari Laut Alor.

Yuni Shara Liburan ke Antwerp, Belgia (instagram.com/yunishara36)
Yuni Shara Liburan ke Antwerp, Belgia (instagram.com/yunishara36)

Di sana, dijelaskan pula bahwa bahan-bahan alami ini dipilih untuk mewarnai pakaian karena industri fashion merupakan salah satu penghasil limbah terbesar di dunia.

"Pewarnaan alam menjadi salah satu pintu mengurangi dampak global warming dari industri fashion. Di Indonesia sejak dahulu kain tenun sudah menggunakan pewarnaan alam," tulis akun @merdi.co.

Selain busana berbahan kunyit, daun ketapang, dan teripang, warna-warna alam lainnya juga dapat diperoleh dari akar mengkudu, manggis, jarak merah, kerangkong, indigofera, hingga cumi-cumi.

Melihat penampilan Yuni Shara dengan busana berbahan ramah lingkungan ini, warganet pun ramai meninggalkan komentar positif.

"Keren banget bajunya bahannya daun ketapang dg warna bahan kunyit... kuningnya nggemesin apalagi dipake mb yuni makin cetarr," tulis warganet.

"Naturally beautiful... both the dress and the model," tambah yang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Odoo Indonesia Ekspansi Kantor Baru, Perkuat Ekosistem Digital Hub di BSD City

Odoo Indonesia Ekspansi Kantor Baru, Perkuat Ekosistem Digital Hub di BSD City

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:56 WIB

Tren Belanja Berubah, Konsumen Lebih Pilih Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan

Tren Belanja Berubah, Konsumen Lebih Pilih Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:50 WIB

Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan

Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:56 WIB

Gagal di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Pastikan Berpisah dengan Belgia

Gagal di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Pastikan Berpisah dengan Belgia

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:12 WIB

Belgia Mengecewakan di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Ogah Perpanjang Kontrak

Belgia Mengecewakan di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Ogah Perpanjang Kontrak

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:24 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Tak Lagi Jadi Sampah, Bagaimana Peneliti BRIN Sulap Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan?

Tak Lagi Jadi Sampah, Bagaimana Peneliti BRIN Sulap Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan?

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 18:32 WIB

Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan

Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:37 WIB

Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara

Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris

Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:44 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa

Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:42 WIB

Niat Curhat ke Sahabat untuk Cari Ketenangan, Ujungnya Malah Jadi Adu Nasib

Niat Curhat ke Sahabat untuk Cari Ketenangan, Ujungnya Malah Jadi Adu Nasib

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:41 WIB

HUT ke-81 RI, Wamendagri Wiyagus Dorong Aparatur Junjung Semangat Juang dan Sportivitas

HUT ke-81 RI, Wamendagri Wiyagus Dorong Aparatur Junjung Semangat Juang dan Sportivitas

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:40 WIB

5 Fakta Menarik Ggeomeoksali: Pemberi Warna di Tengah Gelapnya Drama The East Palace

5 Fakta Menarik Ggeomeoksali: Pemberi Warna di Tengah Gelapnya Drama The East Palace

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Kendal Tornado FC Hadapi PSS Sleman, Stefan Keeltjes Uji Mental Bertanding Pemain

Kendal Tornado FC Hadapi PSS Sleman, Stefan Keeltjes Uji Mental Bertanding Pemain

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Purbaya Akui Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 T Dibayar dari APBN, Cicilan 6 Tahun Rp 40 T

Purbaya Akui Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 T Dibayar dari APBN, Cicilan 6 Tahun Rp 40 T

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:38 WIB

×