Kemenpar Perkuat Pasar Jepang Melalui TEJ 2019

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 24 Oktober 2019 | 09:54 WIB
Kemenpar Perkuat Pasar Jepang Melalui TEJ 2019
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya. (Dok : Kemenpar).

Suara.com - Penguatan pasar mancanegara terus dilakukan Kemenpar. Kini yang menjadi target adalah Jepang. Di Negeri Matahari Terbit, Kemenpar hadir dalam Tourism Expo Japan (TEJ) 2019. Konsep yang digulirkan Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).

TEJ 2019 dilaksanakan pada 24-27 Oktober. Lokasi event di International Exhibition Center (Intex), Osaka, Jepang. TEJ 2019 menjadi program promosi pariwisata Indonesia untuk pasar Asia Pasifik. Impact yang dituju adalah peningkatan kunjungan wisatawan asal Jepang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, posisi TEJ 2019 strategis.

“Jepang menjadi pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Segala potensi yang ada pada pasar Jepang harus dioptimalkan. Untuk itu, kami bergabung dalam pameran promosi pariwisata TEJ 2019. Event TEJ 2019 sangat strategis karena profilnya bagus. Kami optimistis bisa menarik lebih banyak lagi wisatawan Jepang ke Indonesia,” ungkap Nia, Rabu (23/10/2019). 

Tahun lalu, pameran ini diikuti oleh 1.441 perusahan dan berbagai institusi dari 136 negara. Total pengunjung TEJ 2018 mencapai 207.352 orang. Rinciannya, sesi Business Day 1-2 dihadiri sekitar 66.273 orang. Adapun sesi Publik Day 3-4 mampu menghadirkan sekitar 141.079 orang.

“TEJ merupakan salah satu pameran pariwisata yang besar di Asia Pasifik. Peserta dan pengunjungnya sama-sama besar. Potensi dan nilai komersiil yang dimiliki TEJ tentu sangat kompetitif. Kami juga yakin, peserta dan pengunjung TEJ 2019 akan lebih besar. Artinya, potensi komersiil yang ditawarkan tahun ini juga lebih menjanjikan lagi,” terang Nia lagi.

Paviliun megah sudah disiapkan Kemenpar. Luas paviliunnya sekitar 180 Sqm. Lokasi paviliun Indonesia ada di Hall 4, Nomor G-31, International Exhibition Center (Intex). Demi memaksimalkan aspek bisnis, Kemenpar mengirimkan total 41 delegasinya. Komposisinya ada 4 Dinas Pariwisata Daerah Provinsi.

Paviliun Kemenpar juga diisi 37 industri pariwisata. Terdiri dari Airlines, Hotel dan Resort, Travel Agent, Tour Operator, Diving, juga Golf *serta  perwakilan industri Theme Park dan Transportasi. Seluruh industri ini didatangkan dari Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

“Komposisi terbaik industri pariwisata Indonesia disertakan dalam TEJ 2019. Komposisinya merata dan mewakili dari zonasi destinasi wisata di daerah. Secara khusus, mereka ini sudah menyiapkan beragam informasi terbaru terkait destinasi. Semuanya dikemas melalui beragam paket-paket wisata menarik,” jelas Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional II Kemenpar Ardi Hermawan.

baca juga

Melibatkan beragam background industri pariwisata lokal, sejumlah agenda sudah disiapkan Kemenpar. Selain pertemuan B2B dan B2C, ada juga program Group Presentation hingga Promosi Destinasi Super Prioritas. Paviliun Indonesia juga memberikan pelayanan informasi umum, penyebaran bahan promosi, penampilan tim kesenian, hingga angket awareness destinasi pariwisata Indonesia.

“Paviliun Indonesia telah menyiapkan beragam program. Selain bisnis, kami tetap melakukan interaksi dengan seluruh pengunjung. Dari situ, dipastikan informasi dan konten terkait destinasi pariwisata di Indonesia bisa diserap pasar secara optimal. Muaranya tentu pergerakan wisatawan Jepang yang optimal ke berbagai destinasi di nusantara,” kata Ardi lagi.

Pergerakan wisatawan Jepang menuju Indonesia memang cukup dinamis. Untuk 2019, Kemenpar pun mematok target 690 Ribu orang wisatawan Jepang. Pada 2018, realisasi pergerakan wisatawan Jepang mencapai 530.573 orang. Jumlah ini turun 7,45 persen dari tahun sebelumnya.

Sebab, arus masuk wisatawan Jepang pada 2017 mencapai 573.310 orang. Adapun kemampuan spending mereka 1 013 dolar AS per visit dengan length of stay sekitar 6-7 hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bekraf Gabung Pariwisata, Ernest Prakasa Kritik Jokowi

Bekraf Gabung Pariwisata, Ernest Prakasa Kritik Jokowi

Entertainment | Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:42 WIB

170 Program Bakal Digelar di Ubud Writers & Readers Festival 2019

170 Program Bakal Digelar di Ubud Writers & Readers Festival 2019

Lifestyle | Rabu, 23 Oktober 2019 | 12:38 WIB

Co Working Space, Membuat Industri Kreatif Indonesia Berkembang Pesat

Co Working Space, Membuat Industri Kreatif Indonesia Berkembang Pesat

Bisnis | Selasa, 22 Oktober 2019 | 10:07 WIB

Festival Pesona Bahari Raja Ampat Kampanyekan Gerakan Adopsi Coral

Festival Pesona Bahari Raja Ampat Kampanyekan Gerakan Adopsi Coral

Lifestyle | Senin, 21 Oktober 2019 | 12:42 WIB

Kota Bandung Luncurkan Calendar of Event 2020

Kota Bandung Luncurkan Calendar of Event 2020

Lifestyle | Minggu, 20 Oktober 2019 | 12:30 WIB

Kemenpar Launching Aplikasi Visit Raja Ampat

Kemenpar Launching Aplikasi Visit Raja Ampat

Bisnis | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 11:52 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×