Kenali Sindrom Ehlers-Danlos, Penyakit Langka yang Diderita Penyanyi Sia

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 06 November 2019 | 18:43 WIB
Kenali Sindrom Ehlers-Danlos, Penyakit Langka yang Diderita Penyanyi Sia
Penyanyi, Sia. [AFP/Robyn Beck]

Suara.com - Penyanyi dan penulis lagu, Sia, mengumumkan di Twitter bahwa dia menderita Ehlers-Danlos Syndrome (EDS). Sebuah penyakit langka di mana sekelompok gangguan jaringan ikat mempengaruhi kulit dan persendian.

Seperti dilansir dari In Style, EDS menjadi suatu kondisi yang mempengaruhi sekitar 1 dari 5.000 orang di seluruh dunia, menurut National Institutes of Health (NIH). EDS seringkali membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk didiagnosis.

Untukdiketahui, sindrom Ehlers-Danlos sebenarnya adalah sekelompok gangguan di mana ada 13 subtipe yang termasuk dalam kategori EDS. Semua subtipe tersebut dapat bermanifestasi dalam berbagai cara.

"Sindrom Ehlers-Danlos adalah sekelompok gangguan jaringan ikat yang disebabkan oleh kolagen yang rusak, ditandai oleh persendian yang hipermobile dan nyeri, kulit yang dapat mengendur dan jaringan yang rapuh," kata Claudiu Austin, MD, seorang dokter penyakit dalam bersertifikat dan anggota The Ehlers-Danlos Society.

Ia menjelaskan bahwa kolagen yang rusak disebabkan oleh mutasi pada gen kolagen, yang biasanya diturunkan dari orang tua, tetapi juga dapat terjadi secara acak.

Ilustrasi kolagen 3D [Shutterstock].
Ilustrasi kolagen 3D [Shutterstock].

Karena kerja kolagen adalah untuk menghubungkan struktur tubuh - termasuk kulit, tendon, ligamen, dan pembuluh darah - cacat pada kolagen dapat mempengaruhi "hampir semua organ" dalam tubuh.

Maka dari itu, daftar gejala EDS itu cukup panjang, mulai dari masalah mata hingga masalah pencernaan. Bergantung pada subtipe EDS, gejalanya bisa ringan atau mengancam jiwa.

Dua dari gejala yang paling umum terlihat di semua subtipe EDS adalah kulit lembut yang sangat elastis dan rapuh. Kulit menjadi lebih rentan terhadap bekas luka dan memar serta persendian terasa longgar.

Ketidakstabilan dan hipermobilitas sendi ini dapat menyebabkan dislokasi serta nyeri sendi dan otot. Sebagai akibat dari tendon dan ligamen yang lemah, pasien lebih rentan terhadap jatuh dan kecelakaan olahraga.

Selain itu, ada banyak masalah neurologis dan tulang belakang yang berhubungan dengan EDS. Antara lain artritis onset dini, skoliosis, nyeri leher, sakit kepala, dan kelelahan yang menjadi gejala umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Idap Penyakit Kawasaki, Bayi 7 Bulan Demam Tinggi hingga Meninggal Dunia

Idap Penyakit Kawasaki, Bayi 7 Bulan Demam Tinggi hingga Meninggal Dunia

Health | Minggu, 03 November 2019 | 14:35 WIB

Aliran Menstruasi Selalu Deras, Ternyata Wanita ini Punya 2 Vagina!

Aliran Menstruasi Selalu Deras, Ternyata Wanita ini Punya 2 Vagina!

Health | Rabu, 16 Oktober 2019 | 19:32 WIB

Waspada, Infeksi pada Kandungan Dapat Memicu Penyakit Langka Ini

Waspada, Infeksi pada Kandungan Dapat Memicu Penyakit Langka Ini

Health | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 18:00 WIB

Terkini

Mengenal Weekend Warrior, Tren Olahraga  Intens di Akhir Pekan yang Bisa Picu Cedera

Mengenal Weekend Warrior, Tren Olahraga Intens di Akhir Pekan yang Bisa Picu Cedera

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:00 WIB

Kekayaan Soimah yang Menikahkan Aksa Uyun dan Yosika Ayumi di Pendoponya

Kekayaan Soimah yang Menikahkan Aksa Uyun dan Yosika Ayumi di Pendoponya

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:35 WIB

6 Parfum Morris dengan Aroma Fresh, Murah Meriah Pas untuk Cuaca Panas

6 Parfum Morris dengan Aroma Fresh, Murah Meriah Pas untuk Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:10 WIB

5 Serum Wardah untuk Atasi Tanda Penuaan Usia 50 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Kencang

5 Serum Wardah untuk Atasi Tanda Penuaan Usia 50 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Kencang

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:25 WIB

5 Sepatu Lari Lokal Ringan dengan Kualitas Jempolan, Ada yang Tanpa Tali

5 Sepatu Lari Lokal Ringan dengan Kualitas Jempolan, Ada yang Tanpa Tali

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:45 WIB

Siapa Anton Afinogenov? Pengawal Misterius Putin yang Kini Dibandingkan dengan Seskab Teddy

Siapa Anton Afinogenov? Pengawal Misterius Putin yang Kini Dibandingkan dengan Seskab Teddy

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:28 WIB

Apakah Selsun Bisa untuk Ibu Menyusui?

Apakah Selsun Bisa untuk Ibu Menyusui?

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:25 WIB

Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering

Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:15 WIB

Moisturizer Labore untuk Apa? Segini Harganya untuk Perbaiki Skin Barrier Wajah

Moisturizer Labore untuk Apa? Segini Harganya untuk Perbaiki Skin Barrier Wajah

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:20 WIB

Apa Itu Makeup Wudhu Friendly? Pahami Maknanya agar Ibadah Tetap Sah

Apa Itu Makeup Wudhu Friendly? Pahami Maknanya agar Ibadah Tetap Sah

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB