Pakar Virus Moh Indro Cahyono: Bantu Peternak hingga Tidur di Kandang Babi

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Senin, 30 Maret 2020 | 11:36 WIB
Pakar Virus Moh Indro Cahyono: Bantu Peternak hingga Tidur di Kandang Babi
Pakar virologi Moh Indro Cahyono. (dok. Facebook)

Ketika diminta oleh peternak, Indro akan datang ke lokasi wabah. Kemudian selama 2-3 jam, ia akan melihat virus apa yang ada di tempat tersebut, mencari sumber virus, menentukan penangannya, hingga tindakan yang harus dilakukan pasca wabah.

"Kemarin di Bali saya tidur di samping kandang babi hanya untuk mengamati. Virus babi itu menyebarnya gimana sampai babi mati. Saya selalu datang ke lokasi wabah dan saya harus melihat," cerita Indro.

Berbagai virus pada hewan telah ditangani Indro. Mulai dari sapi, babi, anjing, kucing, ayam, bebek, sampai hampir semua jenis burung. Dan sekarang, dirinya mulai mempelajari virus corona yang menyebabkan wabah covid-19 pada manusia.

Diskriminasi Karena Bela Peternak

Lebih dari satu dekade mengabdikan diri pada lembaga di bawah pemerintah untuk meneliti virus, Indro sadar betul bahwa tugasnya adalah melayani masyarakat.

Karena itu, ia tidak segan membantu langsung para peternak yang mengalami wabah virus. Meski Indro harus menerima ganjaran sidang disiplin dari tempatnya bekerja.

Birokrasi yang sulit memaksa Indro melakukan hal tersebut. Sehingga setiap kali wabah terjadi di daerah penanganan selalu terlambat dilakukan.

"Kalau misalnya, dengan kondisi dulu ya, ada wabah di peternak itu ditangani di daerah, kalau nggak bisa ditangani dibawa ke lab daerah. Dari lab daerah nggak bisa atasi, dibawa lagi ke lab pusat. Kalau nggak bisa nangani lagi baru dibawa ke Balitvet. Dan itu perlu waktu lama. Seringkali dua minggu dan biasanya juga penyakit yang ada di peternak jarang sekali mendapat reaksi cepat dari birokrasi yang di sana. Kecuali kalau ada ekspos media," ungkapnya panjang lebar.

Pakar virologi Moh Indro Cahyono. (dok. Facebook)
Pakar Virologi Moh Indro Cahyono. (dok. Facebook)

Tak jarang peternak langsung menelepon dirinya untuk menangani wabah. Namun sadar birokrasi yang ada terlalu sulit, Indro pergi ke lokasi wabah tanpa izin dari Balitvet.

baca juga

"Dari Balitvet di kantor Bogor, pejabat yang ada di sana selalu melakukan hal itu karena dianggap melanggar disiplin. Umum ya biasanya satu bulan atau dua minggu sekali biasanya saya dipanggil buat di sidang di sana. Bukan masalah buat saya juga," tuturnya.

Pada sekitar tahun 2018, Indro pun memilih keluar dari Balitvet dan menjadi peneliti di kantor swasta.

Selanjutnya: Membantu penelitian virus corona

Membantu Penelitian Virus Corona

Di tengah wabah virus corona saat ini, Indro mengungkapkan akan membantu melakukan penelitian. Hanya saja pemerintah Indonesia belum melakukan hal tersebut.

Penelitian baru dilakukan secara mandiri oleh LIPI dan lembaga Eijkman yang juga belum memiliki virus Covid-19.

"Karena tidak ada satu pun yang punya virusnya. Apa yang mau diteliti? Dari seluruh ilmuwan yang ada di Indonesia coba deh ada nggak yang punya virusnya? Nggak ada sama sekali," tuturnya.

Menurutnya, virus Covid-19 tidak didapatkan karena belum ada yang bisa melakukan isolasi virus tersebut.

"Ya mungkin kalau mereka minta tolong untuk isolasi mungkin saya bisa untuk isolasi. Tapi mereka nggak minta tolong kok," ucapnya.

Indro menjelaskan bahwa virus corona bisa diambil sampelnya dari manusia. Melalui uji PCR, virus diambil kemudian dilakukan isolasi terhadap virus tersebut.

"Itu bisa macam-macam, bisa dikultur sel, biasanya kita pakai sel vercob untuk menumbuhkan virusnya. Nah, nanti kita bisa melihat sifat virusnya," jelas Indro.

Jika sifat virus berhasil dipelajari maka vaksin pun bisa dibuat, lanjutnya. Setelah itu antivirus juga bisa dibuat dalam waktu dua bulan. Dalam rentang waktu dua bulan tersebut, dimungkinkan untuk membuat alat deteksi seperti rapid test.

Pakar virologi Moh Indro Cahyono. (dok. Facebook)
Pakar virologi Moh Indro Cahyono. (dok. Facebook)

"Kalau saya dikasih izin untuk lakukan itu, bekerjasama lakukan itu, iya bisa. Kalau enggak ya sudah, coba aja cari lain ada lagi nggak yang bisa isolasi virus gitu," tukasnya.

Meski begitu, Indro menilai pemerintah sudah melakukan langkah yang tepat dalam penanggulan penyebaran virus Corona Covid-19

Hanya saja ia menyarankan agar pemerintah lebih tegas terhadap pelaku penyebaran hoaks terkait Corona Covid-19. Juga dalam menentukan sikap terkait perbatasan ruang gerak wilayah agar tidak membuat masyarakat bingung dan semakin panik.

"Tutup dan kemudian penjarakan pembuat hoaks. Juga menentukan sikap tegas, berdasarkan data ilmiah apa yang ada, kita tidak memungkinkan untuk lockdown ya bilang tidak usah lockdwon. Karena kalah tidak itu akan dirong-rong. Karena ini masalahnya bukan virus lagi. Udah mulai masuk masalah politik," kata Indro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GEBRAK Serukan #LockdownPabrik Demi Lindungi Nyawa Buruh

GEBRAK Serukan #LockdownPabrik Demi Lindungi Nyawa Buruh

News | Senin, 30 Maret 2020 | 10:55 WIB

Tak Ada Tahlilan 40 Hari Ashraf Sinclair, Ibunya Ucapkan Terima Kasih

Tak Ada Tahlilan 40 Hari Ashraf Sinclair, Ibunya Ucapkan Terima Kasih

Entertainment | Senin, 30 Maret 2020 | 10:54 WIB

Angkutan Barang Masih Boleh Keluar Masuk Jika Jakarta Lockdown

Angkutan Barang Masih Boleh Keluar Masuk Jika Jakarta Lockdown

News | Senin, 30 Maret 2020 | 10:47 WIB

Terkini

Kebakaran Pabrik OKI Pulp & Paper Berlangsung 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan, Ini Faktanya

Kebakaran Pabrik OKI Pulp & Paper Berlangsung 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan, Ini Faktanya

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 18:18 WIB

Bagaimana Cara Mengecek Kesehatan Baterai HP Android secara Akurat?

Bagaimana Cara Mengecek Kesehatan Baterai HP Android secara Akurat?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:15 WIB

Netflix Umumkan Tanggal Tayang Blue Eye Samurai Season 2, Simak Sinopsisnya

Netflix Umumkan Tanggal Tayang Blue Eye Samurai Season 2, Simak Sinopsisnya

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:15 WIB

Mengenal Lassana Doucoure, Striker Keturunan Mali Kelahiran Jakarta yang Tembus Liga Norwegia

Mengenal Lassana Doucoure, Striker Keturunan Mali Kelahiran Jakarta yang Tembus Liga Norwegia

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 18:12 WIB

MagangHub Batch 3 Dibuka 511 November, Simak Jadwal Rekrutmen dan Pengusulannya

MagangHub Batch 3 Dibuka 511 November, Simak Jadwal Rekrutmen dan Pengusulannya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:10 WIB

Bersama Shopee, Anteraja Berangkatkan 31 Kurir Terbaik ke Tanah Suci

Bersama Shopee, Anteraja Berangkatkan 31 Kurir Terbaik ke Tanah Suci

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:09 WIB

Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY, Media Sosial Riuh Isu Pemakzulan Wapres Pekan Depan

Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY, Media Sosial Riuh Isu Pemakzulan Wapres Pekan Depan

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:07 WIB

Persib Bandung Lolos 16 besar ACL Two, Bobotoh: Juara Deui, Kudu Asia!

Persib Bandung Lolos 16 besar ACL Two, Bobotoh: Juara Deui, Kudu Asia!

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 18:05 WIB

Peringatan Keras Pramono Anung ke Ribuan ASN Baru Jakarta: Jangan Seenaknya Main Medsos!

Peringatan Keras Pramono Anung ke Ribuan ASN Baru Jakarta: Jangan Seenaknya Main Medsos!

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:05 WIB

Soal Pengerahan Pasukan TNI ke Jakarta, DPR Minta Publik Tak Berspekulasi

Soal Pengerahan Pasukan TNI ke Jakarta, DPR Minta Publik Tak Berspekulasi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:01 WIB

×