Suara.com - Pernyataan Pangeran Harry dan Meghan Markle seputar masa lalu kerajaan Inggris menjadi sorotan belum lama ini. Keduanya telah meminta Inggris untuk mengakui "kesalahan" mereka di masa lalu.
Dalam sebuah sesi diskusi bersama Queen's Commonwealth Trust, keduanya memohon agar Inggris mau mengakui sejarah kolonialisme mereka yang telah membentuk Negara Persemakmuran Inggris.
"Ketika Anda melihat ke dalam Persemakmuran Inggris, tidak mungkin kita bisa melangkah maju tanpa mengakui masa lalu," ujar Pangeran Harry.
"Banyak orang sudah melakukan yang terbaik untuk mengakui masa lalu dan membenarkan kesalahan mereka, tapi kita semua tahu ada banyak hal yang masih harus dilakukan."
Melansir CNN, Persemakmuran Inggris terdiri dari 54 negara yang dulunya dijajah dan diperintah oleh kerajaan Inggris. Negara-negara ini juga mengakui Ratu Elizabeth II sebagai ketua Persemakmuran.
Namun, sejak adanya protes anti-rasisme dan gerakan Black Lives Matter, isu penjajahan yang dilakukan Inggris di masa lalu kembali diangkat.

"Kita akan merasa sedikit tidak nyaman sekarang, tapi ketidaknyaman itu diperlukan, agar kita bisa mencapai tempat yang lebih baik dari ini," ujar Meghan Markle.
"Kesetaraan tidak membuat kita makin mundur, hal itu membuat kita berada di tempat yang sama, yaitu hak asasi manusia," tambah sang Duchess of Sussex.
Selain membahas masa lalu kerajaan Inggris, Pangeran Harry pun mengakui bahwa dirinya tidak lepas dari bias dan prasangka.
"Kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa semua orang dididik untuk melihat dunia secara berbeda. Tapi, begitu Anda menyadari ada prasangka buruk di sana, maka Anda perlu mengakuinya," jelas Pangeran Harry.

Meski telah mundur dari anggota senior kerajaan, Pangeran Harry dan Meghan Markle masih tetap menjadi presiden dan wakil presiden Queen's Commonwealth Trust, seperti diberitakan Today.
Organisasi ini dirilis pada tahun 2018 silam dalam rangka mendanai dan menghubungkan para pemimpin muda yang ingin mengubah dunia.
Tidak hanya bicara soal kolonialisme, Meghan dan Harry diketahui juga mendukung gerakan Black Lives Matter.
Bulan lalu, Meghan Markle sempat berbicara soal kematian tragis George Floyd saat memberikan pidato kelulusan di almamater SMA-nya.
Sementara dalam diskusi kali ini, Pangeran Harry kembali memuji gerakan Black Lives Matter yang berawal di Amerika Serikat.