Curhat Guru hingga Orangtua Sambut Tahun Ajaran Baru Era Kenormalan Baru

Minggu, 12 Juli 2020 | 10:00 WIB
Curhat Guru hingga Orangtua Sambut Tahun Ajaran Baru Era Kenormalan Baru
Ilustrasi sekolah meniadakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di masa pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Butuh Panduan Pembelajaran yang tepat di Era Kenormalan Baru 

Kekhawatiran Ajeng dirasakan pula oleh Tommy Adi yang awalnya berencana mendaftarkan buah hatinya ke lembaga Pendidikan Anak Usia Dini alias PAUD, tetapi ditunda karena kasus Covid-19.

Ia mengatakan selama kasus Covid-19 belum menunjukkan perubahan positif yang berarti, tidak merasa nyaman mengikutkan anaknya untuk belajar secara tatap muka.

"Di Jakarta aja kasusnya masih bertambah. Untuk anak-anak yang gede SMP-SMA, mungkin mereka mengerti pentingnya protokol kesehatan, gimana cuci tangan segala macem, bolehlah 13 Juli masuk sekolah. Tapi untuk PAUD, TK, SD kayaknya belum ngerti, karena mereka masih sembarangan," terang Tommy panjang lebar.

Tommy Adi (orangtua). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Tommy Adi, salah satu orangtua yang berencana memasukkan anaknya ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Pendapat Tommy memang beralasan kuat, tak heran bila para orangtua ada yang menunda memasukkan anak-anaknya ke PAUD dan TK. Bahkan mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih ada yang memilih homeschooling sebagai alternatif pendidikan anak-anaknya agar terlindungi dari risiko Virus Corona.  

Melihat banyak orangtua yang khawatir, Elma Salma Zakiyah, salah satu guru TK di Bandung, Jawa Barat, berharap pemerintah tak hanya memberikan protokol kesehatan, tetapi juga pedoman belajar mengajar di sekolah atau panduan pembelajaran khususnya untuk PAUD, TK dan SD di era adaptasi kebiasaan baru atau kenormalan baru ini. 

Elma Salma Zakiyah, salah satu guru TK di Bandung, Jawa Barat. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Elma Salma Zakiyah, salah satu guru TK di Bandung, Jawa Barat. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Panduan pembelajaran yang tepat di era kenormalan baru menurutnya sangat penting, karena anak-anak usia dini (PAUD, TK dan SD) belajar tidak dilakukan dengan duduk diam di kursi, tetapi mereka bereksplorasi dan bersosialisasi dengan teman-temannya.

Cara belajar seperti inilah yang membuat anak-anak bila belajar tatap muka di sekolah menjadi rentan.

"Kami sekolah taman kanak-kanak pastinya sangat berbeda, karena butuh banyak bermain, belajar, bermain sambil bersosialisasi. Jadi, kami sangat berharap dari pemerintah untuk lebih memikirkan lagi solusinya, bagaimana cara belajar murid TK yang seharusnya seperti apa," terang Elma.

Baca Juga: Wapres dan Mendikbud Tinjau Kesiapan Sekolah Sambut Kebiasaan Baru

Selanjutnya: Sekolah Swasta Juga Harus Diperhatikan oleh Pemerintah ...

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI