Dipercaya Tinggi Protein, Banyak Masyarakat Afrika Kini Makan Sate Tikus

Senin, 07 September 2020 | 12:38 WIB
Dipercaya Tinggi Protein, Banyak Masyarakat Afrika Kini Makan Sate Tikus
Olahan tikus goreng dari Malawi. (AFP)

Suara.com - Sejak wabah virus Covid-19, banyak negara di dunia mengalami kekurangan persediaan makanan. Ditambah lagi, kesulitan ekonomi yang meningkat, membuat tak sedikit masyarakat yang kelaparan karena banyak kegiatan dibatasi.

Termasuk di Afrika yang pada akhirnya memilih untuk mengonsumsi sate tikus untuk mengatasi masalah tersebut. Dilansir Yahoo News, meski sebenarnya ini adalah camilan populer, namun kini kita bisa melihat sate tikus dijual di sepanjang jalan raya utama Malawi. 

Banyak pengendara yang berhenti untuk membelinya, saat mereka melakukan perjalanan antara dua kota besar, Blantyre dan Lilongwe. Bahkan, makanan ini juga dijual di pasar di seluruh negara Afrika Tenggara.

Sate tikus tersebut dibumbui dan dimasak hingga garing. Rasanya pun gurih dan disukai banyak orang. 

Ilustrasi tikus. (Shutterstock)
Ilustrasi tikus. (Shutterstock)

Sebenarnya, Pemerintah Malawi telah menjanjikan tunjangan bulanan 50 dolar atau sekitar Rp 737 ribuan untuk orang-orang yang kehilangan pendapatan selama pandemi virus Covid-19. Sayangnya pemerintah mengatakan peluncuran logistik sedang diselesaikan.

Hal inilah yang pada akhirnya membuat masyarakat di sana mengonsumsi tikus.

Bagi pemburu tikus Bernard Simeon, dari distrik Ntcheu tengah Malawi, pandemi telah membawa kerumitan baru dalam hidupnya yang dilanda kemiskinan.

"Kami sudah berjuang sebelum virus corona. Tapi sekarang karena penyakit itu, segalanya menjadi semakin buruk," ungkapnya pada AFP.

Pejabat kesehatan pun mendesak masyarakat termiskin di beberapa desa untuk melengkapi makanan mereka dengan sumber daya yang tersedia secara gratis dan alami.

Baca Juga: Hindari Seekor Ayam, Seorang Pengemudi di Afrika Selatan Tabrak Rumah

"Tikus adalah salah satu sumber protein," kata Sylvester Kathumba, ahli gizi utama di kementerian kesehatan negara tersebut.

"Kami telah mendorong pola makan semua kelompok makanan, terutama saat ini virus corona menyerang orang-orang dengan kekebalan tubuh yang rendah," kata Francis Nthalika, koordinator gizi di kantor kesehatan yang dikelola pemerintah di Kabupaten Balak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI