Boleh Percaya Boleh Tidak, Ini 6 Teori Konspirasi Keluarga Kerajaan Inggris

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 09 September 2020 | 19:32 WIB
Boleh Percaya Boleh Tidak, Ini 6 Teori Konspirasi Keluarga Kerajaan Inggris
Keluarga kerajaan Inggris (Shutterstock)

Suara.com - Keluarga Kerajaan Inggris merupakan salah satu keluarga paling populer di dunia dan kerap mencuri perhatian publik. Saking hilir-mudiknya informasi mengenai keluarga Bangsawan tersebut, sampai-sampai banyak isu kontroversi  yang berkembang di publik dan belum terjawab kebenarannya.

Dikutip dari Times of India, berikut enam teori konspirasi yang paling diperdebatkan namun belum terpecahkan tentang Keluarga Kerajaan Inggris.

1. Ratu Elizabeth I adalah seorang pria
Diketahui telah mengalahkan Armada Spanyol selama masa pemerintahannya, Ratu Elizabeth I adalah salah satu Ratu terlama dalam sejarah Inggris setelah Ratu Elizabeth II saat ini. Meski tidak sepenuhnya teori konspirasi, namun gagasan Ratu sebagai seorang laki-laki (dan bukan perempuan) telah banyak diperdebatkan selama berabad-abad.

Isu itu pertama kali diperkenalkan dalam sebuah buku berjudul "Famous Imposters" oleh Bram Stoker. Menurutnya, sebenarnya Ratu Elizabeth telah meninggal di usia dini akibat wabah penyakit. Namun, untuk menghindari murka Raja Henry VIII, pengasuh Elizabeth memutuskan untuk menggantikannya dengan seorang bocah lelaki yang berusia sama.

2. Cucu Ratu Victoria, Pangeran Albert Victor adalah 'Jack the Ripper'
'Jack the Ripper' adalah salah satu pembunuh berantai yang paling dicari tetapi tidak dikenal selama akhir 1800-an.

Meski tak pernah terbukti, namun banyak yang mencurigai Pangeran Albert Victor alias Pangeran Eddy, cucu Ratu Victoria, sebagai pembunuhnya. Menurut New York Times, seorang ahli bedah yang mengatakan dia tahu identitas pembunuhnya meninggal pada tahun 1970, dan mengklaim Jack the Ripper adalah keturunan keluarga bangsawan.

3. Kecelakaan udara misterius dan kematian Pangeran George
Pangeran George adalah putra keempat Raja George V dan Ratu Mary. Dikenal sebagai bagian dari Royal Navy di tahun 1920-an, ia juga mengabdi pada negaranya selama Perang Dunia II. Saat itulah pesawatnya mengalami kecelakaan dan ia meninggal dunia.

Setelah kecelakaan udara misterius itu, dikatakan bahwa semua surat kabar resmi yang berkaitan dengan penerbangan telah menghilang sehingga menimbulkan segudang teori konspirasi. Sementara beberapa mengklaim keterlibatan Intelijen Inggris, yang lain menyalahkan Nazi. Bagaimanapun, Pangeran kehilangan nyawanya dan misterinya masih belum terpecahkan.

Namun, teori tersebut tampaknya memiliki substansi, satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan pesawat itu telah menandatangani Undang-Undang Rahasia Resmi yang melarangnya mengungkapkan rincian apa pun tentang apa yang terjadi selama kecelakaan itu.

baca juga

4. Hubungan Raja Edward VIII dengan Nazi
Dalam buku yang ditulis oleh Andrew Horton berjudul '17 Incarnations ', diklaim bahwa Edward VIII dan istrinya, Wallis Simpson, terlibat dengan Nazi selama Perang Dunia II. Selain itu, Horton melalui bukunya juga mencoba dan membuktikan dugaan perselingkuhan antara Wallis Simpson dan Menteri Luar Negeri Nazi Jerman, Joachim von Ribbentrop.

Sementara ide-ide pro-Nazi Edward VIII telah terdokumentasi dengan baik sepanjang sejarah. Bercerita tentang kegagalannya untuk menggulingkan mahkota Inggris selama Perang Dunia II belum terbukti.

5. Kematian Putri Diana
Salah satu teori konspirasi yang paling banyak dibicarakan dan terbesar yang terkait dengan Keluarga Kerajaan Inggris hingga saat ini adalah kematian Putri Diana pada tahun 1997.

Menyusul kecelakaan tragis yang menyebabkan kematian tidak hanya Putri Diana, tetapi juga pacarnya Dodi Fayed, banyak orang mengemukakan teori konspirasi yang berbeda, tapi tidak ada satupun yang terbukti.

Salah satu teori menyatakan bahwa kecelakaan itu diatur oleh keluarga kerajaan untuk mencegah Diana menikahi Dodi, seorang Muslim. Juga upaya menghentikan Diana melahirkan anaknya. Namun, Associated Press melaporkan bahwa tidak ada bukti bahwa dia hamil saat itu atau berencana untuk menikah dengan Fayed.

6. Pernikahan Harry dan Meghan adalah cara Inggris untuk mengambil alih Amerika
Teori konspirasi terbaru terkait dengan pasangan penguasa kerajaan, Meghan Markle dan Pangeran Harry. Konon, pernikahan keduanya hanyalah cara untuk menguasai Amerika.

Menurut tweet pada 27 November 2017 oleh Greg Pollowitz, editor di situs konservatif Twitchy.com, "Anak-anak Pangeran Harry akan menjadi orang Amerika," tulisnya.

"Bagaimana jika seseorang tumbuh menjadi presiden dan berada di garis takhta pada saat yang sama? Tapi ini langkah yang cerdas. Mereka ingin Amerika kembali dan inilah cara mereka melakukannya," tulis Greg.

Adakah dari enam teori konspirasi ini yang kamu percaya?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kembalikan Pajak Rakyat, Pangeran Harry Bayar Rp 45 Miliar

Kembalikan Pajak Rakyat, Pangeran Harry Bayar Rp 45 Miliar

News | Selasa, 08 September 2020 | 14:06 WIB

Mundur dari Keluarga Kerajaan, Bagaimana Pangeran Harry Bisa Hidup Mewah?

Mundur dari Keluarga Kerajaan, Bagaimana Pangeran Harry Bisa Hidup Mewah?

Lifestyle | Selasa, 08 September 2020 | 12:30 WIB

5 Pemberitaan Teranyar Seputar Meghan Markle, Benar Mau Nyapres?

5 Pemberitaan Teranyar Seputar Meghan Markle, Benar Mau Nyapres?

Lifestyle | Senin, 07 September 2020 | 21:41 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×