2 Hari Lagi, 2.000 Kantong Kopi Dogiyai Siap Dijual!

Vania Rossa

Jum'at, 18 September 2020 | 14:33 WIB
2 Hari Lagi, 2.000 Kantong Kopi Dogiyai Siap Dijual!
Kopi Dogiyai. (Belift Dogiyai Project)

Suara.com - Akibat dari pandemi Covid-19, petani kopi di Dogiyai, Papua, mengalami kesusahan mencari pasar yang dapat menyerap hasil panen specialty coffee mereka di tahun 2020. Hal ini menyebabkan harga kopi jatuh dan kesejahteraan petani kopi terancam.

Dikarenakan hal ini, komunitas petani kopi di Dogiyai bekerja sama dengan Belift, usaha sosial asal Indonesia yang berfokus di specialty coffee, menggelar Belift Dogiyai Project. Ini merupakan sebuah gerakan sosial untuk menjual roasted coffee dari Dogiyai melalui direct-trade model dan e-commerce platform.

Petani Kopi Dogiyai. (Belift Dogiyai Project)
Petani Kopi Dogiyai. (Belift Dogiyai Project)

Tujuan dari proyek ini adalah membantu petani menjual hasil panen tahun 2020 sebanyak 500 kg green beans (50% dari sisa panen yang tak terjual). Belift sendiri telah mengolah green beans menjadi roasted coffee beans dan akan menjual sebanyak 2.000 coffee box (berisikan 200 gr roasted coffee beans) dengan harapan dapat menjual semua barang sampai akhir bulan Oktober.

Karena tujuannya utama proyek ini adalah membantu petani, maka dari itu, Belift juga akan mendonasikan 100% laba dari proyek ini (sekitar Rp 75 juta) kembali ke komunitas petani di Dogiyai agar mereka dapat memperbaiki maupun menambah kapasitas gudang dan meja pengering dimulai pada bulan November/Desember.

Belift sendiri akan terus memantau dan membantu pembenahan infrastruktur ini, namun hak milik semua peralatan akan diserahkan ke petani. Harapannya lebih lanjutnya, setelah instalasi selesai (diperkirakan bulan Februari/Maret), kualitas kopi akan meningkat secara drastis pada masa panen depan dan Belift dapat memperkenalkan kopi Dogiyai untuk bersaing di Specialty Coffee Expo 2021 yang akan berlangsung di New Orleans, Amerika Serikat.

Petani Kopi Dogiyai. (Belift Dogiyai Project)
Petani Kopi Dogiyai. (Belift Dogiyai Project)

Selain menjual kopi, Belift dan petani Dogiyai juga menyajikan cerita-cerita budaya lokal dan perjuangan para petani kopi melalui platform sosial media secara gratis. Dinarasikan oleh karakter Meekabo, Belift berharap para pencinta kopi dan budaya lokal dapat mengenal lebih dalam budaya dan adat dari Dogiyai meskipun tanpa harus membayar untuk membeli kopinya.

Semenjak akun instagram (@belift.dogiyai) mereka luncur bulan agustus lalu, sudah ada lebih dari 100 individu yang pre-order kopi Dogiyai dan ada sebanyak 900+ followers yang mengikuti cerita-cerita ini.

Setelah 2 bulan mempersiapkan produk kopi, Belift Dogiyai project akhirnya secara resmi luncur ke khalayak publik pada tanggal 20 September dan kopi telah dapat dibeli di akun Tokopedia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yuk! Ngopi di Warkop Mitra 3R Samarinda, Segelas Kopi Dibayar Sampah

Yuk! Ngopi di Warkop Mitra 3R Samarinda, Segelas Kopi Dibayar Sampah

Kaltim | Kamis, 17 September 2020 | 16:55 WIB

Bimbingan Teknis Pengenalan dan Penanganan OPT Kopi Secara Organik

Bimbingan Teknis Pengenalan dan Penanganan OPT Kopi Secara Organik

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 14:53 WIB

Kedai Kopi Natadamar, Spot Ciamik di Jogja untuk Kalian Para Pemburu Senja

Kedai Kopi Natadamar, Spot Ciamik di Jogja untuk Kalian Para Pemburu Senja

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2020 | 12:53 WIB

Terkini

Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia

Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi

Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi

Surakarta | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun

Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel

Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik

Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik

Bola | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:36 WIB

The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia

The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu

Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan

Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan

Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:25 WIB

×