Bimbingan Teknis Pengenalan dan Penanganan OPT Kopi Secara Organik

Iwan Supriyatna

Selasa, 15 September 2020 | 14:53 WIB
Bimbingan Teknis Pengenalan dan Penanganan OPT Kopi Secara Organik
Ilustrasi biji kopi asli Indonesia. (Pixabay/Andreaswegelin)

Suara.com - Dalam rangka mendukung kegiatan Pengembangan Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan Tahun Anggaran 2020, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan mengundang guru besar dari Universitas Jenderal Soedirman Prof. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D untuk melakukan kegiatan Bimbingan Teknis tentang Pengenalan dan Penanganan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Tanaman Kopi di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kegiatan diisi dengan sesi pemaparan materi oleh Loekas Soesanto, sesi diskusi (tanya jawab) dan juga pemaparan tentang pengalaman petani selama ini sebagai petani kopi, cabai dan sayur-sayuran.

Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Sigit Wahyudi menjelaskan, melalui kegiatan bimbingan teknis ini, petani kopi mampu mengenali gejala serangan OPT dan menerapkan teknik pengendalian secara PHT di kebunnya masing–masing.

Sehingga program desa pertanian organik bisa semakin berkembang dan membentuk kawasan organik di desa tersebut.

“Bimbingan teknis tersebut tidak hanya dihadiri oleh petani kopi, tetapi juga petugas UPPT Tapsel dan pendamping lapangan dari Dinas Kabupaten Tapanuli Selatan,” kata Sigit dalam keterangannya, Selasa (15/9/2020).

Sementara itu, Guru Besar dari Universitas Jenderal Soedirman Prof. Loekas menambahkan, pengenalan OPT tanaman kopi, perbedaan gejala serangan OPT dan kekurangan unsur hara, serta teknik penanganan OPT dan kekurangan unsur hara tersebut dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

“Kita berharap, agar petani kopi di desa bisa menerapkan sistem pengendalian secara PHT (Pengendalian Hama Terpadu) dan menjadi “Dokter Tanaman” di kebunnya masing-masing,” harap Loekas.

Sesi diskusi dilanjutkan kunjungan ke beberapa kebun kopi petani yang terserang OPT. Beberapa OPT yang ditemukan seperti serangan nematoda, PBKo, karat daun, antraknose buah dan jamur akar. Selain serangan OPT, juga ditemukan kebun petani yang kekurangan unsur Magnesium. Beliau menjelaskan perbedaan gejalanya.

Dikarenakan desa tersebut telah dipilih dalam program pengembangan desa pertanian organik tahun anggaran 2020, maka beliau sangat mengharapkan agar petani mengurangi penggunaan bahan kimia bahkan tidak menggunakannya sama sekali. Karena bahan kimia dianggap bukan solusi, namun hanya akan merusak unsur hara mikro yang ada di dalam tanah.

baca juga

Loekas juga memberikan solusi dengan menggunakan metabolit sekunder yang merupakan hasil pengujian beliau selama beberapa tahun. Dalam hal ini beliau tidak bermaksud untuk menjual produk tersebut, namun mengajarkan kepada petani untuk membuatnya sendiri, karena selain mudah, bahan-bahan yang diperlukan bisa diperoleh dari alam.

Adapun bahan-bahan yang diperlukan seperti air leri, air kelapa, gula, keong dan akar putri malu.

Petani sangat antusias mengikuti kegiatan ini mulai dari pemaparan materi, diskusi, praktek di lapangan dan pembuatan bahan yang disebut sebagai obat untuk mengendalikan OPT tanaman perkebunan, pangan dan hortikultura.

“Petani sangat berharap agar kegiatan-kegiatan seperti ini sering dilakukan sehingga petani tidak buta dalam pengenalan dan penanganan OPT tanaman kopi kedepannya. Hal ini merupakan tugas bagi balai untuk membantu petani di Prov. Sumatera Utara,” pungkas Loekas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kedai Kopi Natadamar, Spot Ciamik di Jogja untuk Kalian Para Pemburu Senja

Kedai Kopi Natadamar, Spot Ciamik di Jogja untuk Kalian Para Pemburu Senja

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2020 | 12:53 WIB

Rombongan Pesepeda Masuk Tol Jagorawi, Polisi: Ingin ke Kedai Kopi Hits

Rombongan Pesepeda Masuk Tol Jagorawi, Polisi: Ingin ke Kedai Kopi Hits

News | Senin, 14 September 2020 | 17:57 WIB

Best 5 Oto: Kei Car Mungil, Mobil Listrik Penantang Produk Tesla

Best 5 Oto: Kei Car Mungil, Mobil Listrik Penantang Produk Tesla

Otomotif | Senin, 14 September 2020 | 09:05 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×