Ungkap Alasan Kirim Surat Keberatan, Eiger: Kami Ingin Konten Lebih Baik

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 29 Januari 2021 | 11:25 WIB
Ungkap Alasan Kirim Surat Keberatan, Eiger: Kami Ingin Konten Lebih Baik
Surat komplain Eiger untuk youtuber Dunia Dian. (Dok. DuniaDian/Twitter)

Suara.com - Eiger mengakui kebenaran surat keberatan yang dikirimkan kepada para YouTuber pembuat konten review produk Eiger.

Ternyata surat keberatan tidak hanya dikirimkan untuk YouTuber  Dian Widiyanarko, ada beberapa konten kreator lain yang dikirimkan surat serupa dan ini adalah upaya komunikasi yang dilakukan pihak Eiger.

"Ini baru dan mencoba hal yang baru makanya sempat mengirim surat itu ke beberapa orang," ujar Nabila Puterina, Public Relation Coordinator PT Eigerindo Multi Produk Industri melalui sambungan telepon, Kamis (29/1/2021).

Menurut Nabila cuitan yang disampaikan Dian melalui Twitter membantu menyadarkan pihak Eiger, bahwa cara komunikasi mengirimi surat kepada satu per satu youtuber adalah sebuah kesalahan.

Surat komplain Eiger untuk youtuber Dunia Dian. (Dok. DuniaDian/Twitter)
Surat komplain Eiger untuk youtuber Dunia Dian. (Dok. DuniaDian/Twitter)

"Jadi secara internal sadar miskomunikasi, pengennya bareng-bareng sama eigerian pengen bikin konten yang lebih baik. Penyampaiannya memang jadi Miss communication di situ," ungkap Nabila.

"Dan pas tegurannya kami salah banget. Jadi kalau ditanyakan kebijakan, ini baru satu proses trial dan eror. Makanya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," sambung Nabila.

Lebih jauh, untuk meluruskan miskomunikasi ini, kata Nabila rencananya pihak Eiger berencana menemui secara langsung para konten kreator yang dikirimi surat keberatan.

"Ini langsung dikirimkan satu persatu, memang akan ada personal approach, moga kami akan ketemu dan ngobrol karena ini miskomunikasi," pungkas Nabila.

Sebelumnya Eiger tiba-tiba menjadi trending topic di Twitter, menyusul beredarnya surat keberatan Eiger lantaran produknya direview di salah satu channel YouTube.

baca juga

Surat itu dibagikan Dian Widiyanarko dengan nama akun @duniadian yang mengaku kaget mendapat surat keberatan dari pihak Eger atas video review salah satu produk eiger di kanal YouTube miliknya.

Dalam surat bernomor 19/Legal-Eigerindo/I/2021 itu, Eiger mengaku keberatan dengan video unggahan Dian yang berjudul 'Review Kacamata EIGER Kerato I Cocok Jadi Kacamata Sepeda'. Padahal Dian mengaku tidak diendorse saat membuat video tersebut. 

"Halo @eigeradventure, jujur kaget saya dapat surat begini dari anda. Lebih kaget lagi baca poin keberatannya. Saya kan review produk gak Anda endorse. Kalau Anda endorse atau ngiklan boleh lah komplen begitu. Lah ini beli, gak gratis, lalu review pake alat sendiri," tutur Dian dalam utasnya dikutip Suara.com, Kamis (28/1/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Eiger Tegur YouTuber, Reza Arap hingga Ernest Prakasa Berkomentar

Heboh Eiger Tegur YouTuber, Reza Arap hingga Ernest Prakasa Berkomentar

Entertainment | Jum'at, 29 Januari 2021 | 09:01 WIB

Mengaku Salah, Eiger Minta Maaf Terkait Surat Keberatan Review Produk

Mengaku Salah, Eiger Minta Maaf Terkait Surat Keberatan Review Produk

Lifestyle | Jum'at, 29 Januari 2021 | 05:55 WIB

Viral Surat Keberatan di Medsos, Begini Klarifikasi CEO Eiger

Viral Surat Keberatan di Medsos, Begini Klarifikasi CEO Eiger

Banten | Kamis, 28 Januari 2021 | 22:46 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×