Pantangan! Jangan Pernah Lakukan 5 Hal ini Selama Imlek

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 12 Februari 2021 | 07:25 WIB
Pantangan! Jangan Pernah Lakukan 5 Hal ini Selama Imlek
Ilustrasi Imlek. (Pixabay)

Suara.com - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu kental dengan nuansa dan tradisi dari masyarakat China. Selain menggunakan berbagai hal yang serba merah, ternyata ada pantangan yang juga tidak boleh dilakukan selama Hari Raya Imlek.

Bagi mereka yang merayakan percaya, bahwa jika melakukan pantangan tersebut, akan membuat sengsara satu tahun ke depan. Lantas, apa saja pantangan yang tidak boleh dilakukan saat Hari Raya Imlek?

Dilansir dari China highlits berikut ini rangkungannya.

1. Hindari minum obat

Ilustrasi minum obat. (Shutterstock)
Ilustrasi minum obat. (Shutterstock)

Tabu bagi seseorang untuk menyeduh jamu atau meminum obat pada hari pertama tahun lunar. Jika tidak diyakini akan sakit selama setahun penuh.

Di beberapa tempat, setelah bel yang mengumumkan Tahun Baru pada tengah malam Tahun Baru, orang yang sakit-sakitan mematahkan empedu (pot obat) mereka dengan keyakinan bahwa kebiasaan ini akan mengusir penyakit di tahun yang akan datang.

2. Jangan menyapu atau membuang sampah

Ilustrasi menyapu, pantang dilakukan saat Imlek. (Shutterstock)
Ilustrasi menyapu, pantang dilakukan saat Imlek. (Shutterstock)

Tindakan menyapu pada hari ini dikaitkan dengan menyapu kekayaan. Membuang sampah melambangkan membuang keberuntungan atau keberuntungan dari rumah.

3. Jangan makan bubur dan daging untuk sarapan.

baca juga

Bubur tidak boleh dimakan, karena dianggap hanya orang miskin yang memiliki bubur untuk sarapan pagi, dan orang tidak ingin memulai tahun "miskin" karena ini pertanda buruk.

Selain itu, daging tidak boleh dimakan saat sarapan ini untuk menghormati dewa (Buddha) (yang diyakini menentang pembunuhan hewan), karena semua dewa diharapkan keluar untuk bertemu dan mengucapkan selamat Tahun Baru satu sama lain.

4. Jangan mencuci pakaian dan rambut

Orang tidak mencuci pakaian pada hari pertama dan kedua, karena dua hari ini diperingati sebagai hari lahir Shuishen (Dewa Air).

Rambut tidak boleh dicuci pada hari pertama tahun lunar. Dalam bahasa Mandarin, rambut  memiliki pengucapan yang sama (dan memang karakter yang sama) dengan fa in facai, yang berarti 'menjadi kaya'. Oleh karena itu, dipandang sebagai hal yang tidak baik untuk “membasuh rejeki” di awal tahun baru.

5. Menjahit sebaiknya tidak dilakukan

Tabu dan Takhayul Tahun Baru ImlekPekerjaan jarum suntik tidak boleh dilakukan.
Penggunaan pisau dan gunting sangat harus dihindari untuk setiap kecelakaan, baik yang merugikan seseorang maupun alat, yang diperkirakan dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak menguntungkan dan menipisnya kekayaan di tahun mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Imlek di Tengah Pandemi, Begini Operasi Tol Tangerang-Merak

Libur Imlek di Tengah Pandemi, Begini Operasi Tol Tangerang-Merak

Banten | Kamis, 11 Februari 2021 | 21:08 WIB

Daftar Shio Kurang Beruntung di Tahun Baru Imlek 2021

Daftar Shio Kurang Beruntung di Tahun Baru Imlek 2021

News | Kamis, 11 Februari 2021 | 20:47 WIB

Libur Imlek, Jalur Puncak Bogor Akan Diperketat

Libur Imlek, Jalur Puncak Bogor Akan Diperketat

Bogor | Kamis, 11 Februari 2021 | 20:34 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×