Array

Jangan Pelit Pada Sendiri Saat Menyusun Perencanaan Keuangan, Begini Tipsnya

Rabu, 14 Juli 2021 | 13:55 WIB
Jangan Pelit Pada Sendiri Saat Menyusun Perencanaan Keuangan, Begini Tipsnya
Ilustrasi perencanaan keuangan.

Suara.com - Saat sedang membuat perencanaan keuangan, kita mungkin seringkali berusaha seminimal mungkin membatasi anggaran untuk kesenangan diri sendiri. Tujuannya, tentu saja agar bisa berhemat lebih banyak. 

Padahal hal seperti itu tidak harus selalu dilakukan, lho. Tak ada salahnya memasukan anggaran untuk keinginan diri sendiri, asalkan dilakukan dengan tepat. 

"Jangan sampai ketika merencanakan keuangan, kita jadi pelit sama diri sendiri dan ujungnya pusing sendiri. Makanya berapapun merencanakan keuangan nantinya akan gagal juga," kata perencana keuangan Rista Zwestika Reni dalam video virtual KPCPEN Infonomic 'Mengatur Cash Flow', Rabu (14/7/2021).

Menentukan anggaran untuk kesenangan pribadi, tentu perlu disesuaikan dengan penghasilan yang dimiliki. Rista menyarankan, anggaran untuk senang-senang dibuat terakhir setelah pengeluaran yang memang sifatnya wajib telah terpenuhi.   

Perencanaan keuangan. (Shutterstock)

Mudahnya, lanjut Rista, menyusun rencana keuangan dimulai dengan membagi uang ke dalam tiga skala prioritas pengeluaran. Yakni, wajib, butuh, dan ingin.

"Yang masuk dalam kewajiban contohnya membayar pajak kemudian sedekah dan persepuluhan. Setelah itu dalam kewajiban ada memisahkan antara investasi ataupun dana darurat. Kemudian kalau ada utang piutang juga masuk dalam kewajiban," kata Rista.

Pada skala kebutuhan, terdapat anggaran untuk pembayaran premi asuransi kesehatan yang berfungsi untuk mitigasi risiko jika tiba-tiba terkena sakit dan membutuhkan biaya besar, kata Rista. Selain itu juga, berbagai pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga atau pribadi, contohnya makan, biaya transportasi sehari-hari, juga komunikasi.

Setelah kedua skala pengeluaran itu terpenuhi, barulah bisa memikirkan anggaran untuk kesenangan pribadi. Rista mencontohkan, yang dimaksud untuk kesenangan pribadi meruoakan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kebutuhan sehari-hari.

"Misalnya sudah punya barang satu, tapi pengen lagi. Itu masuk skala prioritas ingin," katanya.

Baca Juga: Pemerintah Gulirkan Wacana PPKM Darurat Diperpanjang hingga 6 Minggu

Jika penghasilan memang tidak mencukupi atau terlalu pas-pasan hingga sulit menabung, Rista mengatakan, memang harus ada anggaran yang dikurangi atau bahkan dihilangkan. Skala prioritas ingin tentu menjadi pos pertama yang akan diambil. 

Tetapi, Rista mengingatkan, jangan langsung memangkas anggaran untuk diri sendiri secara drastis. Sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk memulai kebiasaan baru.

"Kalau misalnya langsung dihilangkan rasanya pasti kesal. Sudah uangnya sedikit, pengeluarannya juga itu-itu saja.. Jadi ada baiknya kurangi pelan-pelan, sehingga paling tidak balance dulu antara pendapatan dan pengeluaran. Jangan sampai minus," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI