Tren Kencan: 1 dari 2 Orang Asia Pilih Berkencan dengan Orang yang Sudah Divaksinasi

Risna Halidi, Dinda Rachmawati

Senin, 19 Juli 2021 | 21:35 WIB
Tren Kencan: 1 dari 2 Orang Asia Pilih Berkencan dengan Orang yang Sudah Divaksinasi
Ilustrasi pasangan kencan. (Shutterstock)

Suara.com - Peristiwa pandemi global secara signifikan mengubah banyak aktivitas sehari-hari, tidak terkecuali dalam hal berkencan.

Selama periode isolasi diri yang diterapkan, orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu bersosialisasi di aplikasi kencan. Karena alasan itu juga, jumlah penggunanya terus bertambah.

David Jacoby - seorang peneliti keamanan di Kaspersky mengungkap, hal ini menimbulkan sebuah gejolak kepercayaan bagi banyak orang, tidak hanya terkait kondisi kesehatan, tetapi juga risiko yang lebih besar saat mereka memutuskan untuk bertemu orang asing lewat aplikasi kencan.

Sebuah laporan terbaru Kaspersky mengungkap bagaimana saat ini orang-orang lebih memerhatikan kesehatan dan keselamatan mereka saat berkencan, khususnya di era pembatasan dan isolasi diri seperti saat ini.

Hampir 1 dari 2 atau 49 persen responden di Asia Pasifik lebih memilih untuk hanya bertemu langsung dengan seseorang yang memiliki antibodi atau sertifikat vaksin. Ini, kata David, tujuh poin lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 42 persen.

"Masyarakat secara global umumnya menjadi lebih khawatir tentang pertemuan tatap muka sejak awal pandemi. Karena itu, jumlah orang yang tidak menemui kencan offline mereka juga meningkat lebih dari dua kali lipat (dari 16 persen menjadi 35 persen," jelas dia dalam siaran pers yang Suara.com terima beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, terapis Birgitt Hölzel dari pelatihan Munich Liebling + Schatz mengatakan tuntutan untuk mengetahui status vaksinasi teman kencan adalah dampak yang jelas dari pandemi.

Secara keseluruhan, 51 persen pengguna dari Asia Pasifik merasa gugup atau tidak aman (12 persen) ketika mereka bertemu teman kencan secara langsung untuk pertama kalinya.

“Bagaimanapun, bertemu secara langsung setelah berbulan-bulan terisolasi menjadi sebuah kebutuhan paling manusiawi bagi banyak orang."

baca juga

"Manusia adalah makhluk sosial, kita membutuhkan persahabatan, pertukaran dan kedekatan, bahkan kedekatan fisik. Tentu, aplikasi kencan memungkinkan untuk terhubung dengan orang baru selama pandemi," jelas dia.

Itulah mengapa, lanjut Birgitt, merupakan reaksi normal bagi pengguna aplikasi kencan untuk bermain aman – dengan bersikeras hanya bertemu dengan orang yang menganggap serius kesehatan serta keselamatan mereka.

Karena mengelola diri secara baik dan serius menjadi indikator penting untuk membangun hubungan yang sukses.

Agar dapat memperoleh pengalaman kencan online dan offline yang nyaman dan aman, David mengungkap, penting untuk memerhatikan data yang dibagikan dengan calon teman kencan.

Sehingga jika Anda berubah pikiran untuk bertemu seseorang, Anda dapat selalu mengendalikan situasi. 

Mayoritas responden atau 56 persen dari mereka yang menggunakan situs dan aplikasi kencan online juga ingin terlebih dahulu berbicara melalui telepon atau video sebelum meyetujui untuk bertemu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Luhut, Giliran Erick Thohir Ikut Minta Maaf Penanganan Pandemi dari BUMN

Setelah Luhut, Giliran Erick Thohir Ikut Minta Maaf Penanganan Pandemi dari BUMN

Bisnis | Senin, 19 Juli 2021 | 17:56 WIB

Cegah Kerumuman, Kapolda Metro Minta Anak Buah Bantu Masyarakat Distribusikan Hewan Kurban

Cegah Kerumuman, Kapolda Metro Minta Anak Buah Bantu Masyarakat Distribusikan Hewan Kurban

News | Senin, 19 Juli 2021 | 16:50 WIB

Aksi Gaji Pejabat untuk Warga Terdampak Covid-19 Menular, Kini Bupati Ngawi dan wakilnya

Aksi Gaji Pejabat untuk Warga Terdampak Covid-19 Menular, Kini Bupati Ngawi dan wakilnya

Malang | Senin, 19 Juli 2021 | 16:37 WIB

Menteri Ini Ajak Warganya Meneladani Kepemimpinan Tokoh Komunis untuk Perangi Covid-19

Menteri Ini Ajak Warganya Meneladani Kepemimpinan Tokoh Komunis untuk Perangi Covid-19

Kaltim | Senin, 19 Juli 2021 | 15:39 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×