Penyair Joko Pinurbo Ungkap Bagaimana Prosesnya Dalam Menulis Puisi

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 23 September 2021 | 19:30 WIB
Penyair Joko Pinurbo Ungkap Bagaimana Prosesnya Dalam Menulis Puisi
Joko Pinurbo. (Dok: Instagram/tuntunrayu)

Suara.com - Sosok Joko Pinurbo selama ini dikenal sebagai salah satu sastrawan dan juga penulis puisi senior di Indonesia. Selama berkarya, ia telah meluncurkan sejumlah buku kumpulan puisi, sebut saja 'Baju Bulan', 'Surat Kopi', dan 'Buku Latihan Tidur'. 

Dalam acara Klub Sastra UWRF bertema Membumikan Puisi Dengan Bahasa Sehari-hari, Kamis (23/9/2021) ia mengungkapkan sempat merasa khawatir ketika puisinya tersebut tidak puitis. Akan tetapi, ia mulai menuliskannya dengan cara yang sederhana. Sebab dalam menulis puisi ia menemukan keasyikannya sendiri. 

“Asyiknya menulis puisi itu, aku bisa menemukan gaya naratif dengan unsur humor. Jadi aku ingin mendefinisikan ulang soal puisi puitis,” ungkapnya.

ilustrasi puisi (pixabay.com)
ilustrasi puisi (pixabay.com)

“Kalau dulu kita diajarkan puisi yang puitis itu dengan kata yang merdu, lembut dan manis, menurut aku letak puitisnya bukan di situ. Melainkan efek yang ditimbulkan puisi itu kepada pembaca,” lanjut Jokpin.

Jokpin melanjutkan, lewat perjalanan menulisnya, ketika puisi bisa mengunggah dan menyentuh pembaca, menurutnya itu sudah puitis. Bukan dari kata-kata indah saja, melainkan energi yang bisa membawa efek dari puisi kepada pembaca.

“Menurut aku itu udah puitis, jadi itu muncul dari energi dari dalam puisi,” ungkap Jokpin.

Selain itu, Jokpin mengungkap bahwa sebenarnya bahasa sehari-hari bisa menjadi bahan dalam menulis puisi. Tapi ada ragam bahasa dan tutur tertentu yang mesti jadi bahan pertimbangan. 

“Ternyata dari ragam bahasa tutur dan bahasa sehari-hari, bisa dipakai menulis puisi. Bahkan kalau kita baca buku puisi Sapardi Djoko Damono yang Mboel, itu kan diambil dari bahasa kosakata milenial,” tutur Jokpin.

Selain itu, dalam perjalanan menulisnya, ia juga kerap mencari-cari bahasa yang menurutnya cocok dalam puisinya. Dengan begitu, bahasa sehari-hari dalam puisi disebut mudah dicerna pembaca.

baca juga

“Jadi aku mencoba-coba teknik yang aku rasa cocok buat aku, meski sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Karena aku banyak mencampur ragam bahasa tutur sehari-hari,” pungkas Jokpin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puisi untuk Sang Kekasih

Puisi untuk Sang Kekasih

Your Say | Kamis, 23 September 2021 | 16:10 WIB

Tenggelam dalam Sesat Abadi

Tenggelam dalam Sesat Abadi

Your Say | Kamis, 23 September 2021 | 13:25 WIB

Sastra yang Berseru Menghanyutkan Dunia

Sastra yang Berseru Menghanyutkan Dunia

Your Say | Kamis, 23 September 2021 | 13:23 WIB

Letupan Kematian Berseru Akhir Kehidupan

Letupan Kematian Berseru Akhir Kehidupan

Your Say | Kamis, 23 September 2021 | 13:11 WIB

Terkini

Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas

Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia

Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?

Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun

Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK

Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi

Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar

Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital

Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona

Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:33 WIB

×