3 Tahun Pasca Kebakaran, Desa Wisata Nggela di Flores Siap Kembali Sapa Para Traveler

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Minggu, 31 Oktober 2021 | 11:15 WIB
3 Tahun Pasca Kebakaran, Desa Wisata Nggela di Flores Siap Kembali Sapa Para Traveler
3 Tahun Pasca Kebakaran, Desa Wisata Nggela di Flores Siap Kembali Sapa Para Traveler. (Suara.com/LilisVarwati)

Suara.com - Bagi kamu yang ngaku traveler, pernahkah mendengar Desa Wisata Nggela? Atau justru memang sudah pernah ke sana?

Jika belum pernah mendengarnya, wajar saja. Sebab desa yang ada di pelosok Flores itu memang belum cukup terkenal. Tapi jangan salah, desa wisata itu seolah punya paket lengkap bagi para traveler.

"Semuanya ada, pantai, air terjun, air panas, tracking," kata Koordinator Kami Latu Tatty, ditemui saat acara pelelangan kain tenun Nggela di Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Menurut Tatty, Desa Nggela memang belum banyak dikenal orang. Letaknya berada di dataran kaki bukit dan ujung jalan. 

Namun, potensi wisata di desa tersebut makin tak terdengar pasca terjadi kebakaran yang meratakan 22 dari 23 rumah adat di desa tersebut pada Oktober 2018. Setelah tiga tahun penantian, harapan masyarakat Desa wisata Nggela untuk kembali membangun puluhan rumah adat akan segera terwujud. 

3 Tahun Pasca Kebakaran, Desa Wisata Nggela di Flores Siap Kembali Sapa Para Traveler. (Suara.com/LilisVarwati)
3 Tahun Pasca Kebakaran, Desa Wisata Nggela di Flores Siap Kembali Sapa Para Traveler. (Suara.com/LilisVarwati)

Dari 22 rumah yang habis terbakar itu, kini tersisa 1 rumah adat yang akan dibangun. 

Lewat Lembaga Kami Latu yang melakukan lelang pakaian berbahan kain tenun khas Nggela, terkumpul dana sebanyak Rp 155,5 juta untuk membangun rumah adat terakhir.

Tatty mengatakan, untuk membangun satu rumah adat sebenarnya dibutuhkan biaya sekitar Rp 200 juta. Sehingga, kekurangan biaya pembangunan didapatkan dari sumbangan relawan juga dinas setempat.

Bagi Kami Latu, Nggela bukan sekadar desa wisata yang harus kembali dihidupkan. 

baca juga

"Saya sebutnya sebuah kampung adat, di mana di Nggela semua ada. Adat ada, alam yang indah ada, kemudian kekuatan tenun, kekuatan komoditas ada, cokelat, jambu mete, kemiri. Jadi saya melihat ada sebuah tempat di mana semua anugerah Tuhan itu tumpah jadi satu," 

Selain kekayaan wisata alam, budaya, juga makanan, menurut Tatty, desa Nggela patut menjadi contoh kehidupan mandiri di mana setiap kebutuhan masyarakatnya cukup terpenuhi dari alam.

"Orang menanam untuk kebutuhan pangan, orang menenun untuk kebutuhan sandang, orang juga menjaga hutan, menjaga kayu, untuk kebutuhan papan. Jadi harusnya bisa menjadi model untuk di banyak tempat bahwa semangat kemandirian itu bukan omong kosong, kita punya," ucapnya.

Pelelangan pakaian dan kain tenun sengaja dipilih sebagai salah satu bagian penggalangan dana, sebab menurut Tatty, tenun menjadi kekuatan bagi masyarakat Nggela. Dari 22 pakaian dan 3 kain tenun yang terjual, paling murang dibandrol seharga Rp 5 juta. Sedangkan harga tertinggi mencapai belasan juta rupiah. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Kain Tenun Bisa Jutaan Rupiah, Ternyata Ini Sebabnya

Harga Kain Tenun Bisa Jutaan Rupiah, Ternyata Ini Sebabnya

Lifestyle | Minggu, 31 Oktober 2021 | 10:06 WIB

Terungkap! Budaya Menenun di Maluku Diduga Sudah Dilakukan Sejak Zaman Purba

Terungkap! Budaya Menenun di Maluku Diduga Sudah Dilakukan Sejak Zaman Purba

Lifestyle | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Hari Ulos Nasional: Sudah Waktunya Kain Ulos Tembus Pasar Mancanegara

Hari Ulos Nasional: Sudah Waktunya Kain Ulos Tembus Pasar Mancanegara

Lifestyle | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:10 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×