Konsumsi Kafein saat Hamil Bisa Pengaruhi Tinggi Badan Bayi, Menurut Studi

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Kamis, 03 November 2022 | 19:00 WIB
Konsumsi Kafein saat Hamil Bisa Pengaruhi Tinggi Badan Bayi, Menurut Studi
Ilustrasi ibu hamil. (Pixabay)

Suara.com - Minum kopi atau mengonsumsi kafein saat hamil ditemukan berdampak negatif bagi sang bayi, menurut studi yang terbit di JAMA Network Open baru-baru ini.

Sebab anak-anak yang terpapar kafein dalam jumlah kecil sebelum lahir ditemukan rata-rata lebih pendek ketimbang anak dari ibu yang tidak mengonsumsi kafein saat hamil.

Anak-anak dari orangtua yang mengonsumsi kafein saat mereka dalam kandungan terbukti bertubuh lebih pendek pada usia 4 tahun dibandingkan mereka yang orang tuanya tidak, demikian dilansir dari CNN.

Dan kesenjangan itu melebar setiap tahun hingga usia 8 tahun, menurut penulis utama Dr. Jessica Gleason, seorang ahli epidemiologi perinatal. Meski begitu, ini bukan perbedaan tinggi badan yang jauh.

"Untuk lebih jelasnya, ini bukan perbedaan tinggi yang besar, tetapi ada perbedaan kecil dalam tinggi badan di antara anak-anak dari orang-orang yang mengonsumsi kafein selama kehamilan," kata Dr Gleason.

American College of Obstetricians and Gynecologists saat ini merekomendasikan untuk membatasi konsumsi kafein hingga kurang dari 200 miligram per hari saat hamil.

Ilustrasi hamil (pixabay.com)
Ilustrasi hamil (pixabay.com)

Untuk konteksnya, secangkir teh berkafein biasanya memiliki sekitar 75 miligram kafein, secangkir kopi instan memiliki sekitar 100 miligram dan secangkir kopi yang disaring memiliki sekitar 140 miligram, menurut Klinik Cleveland. Dan bahkan cokelat memiliki sekitar 31 miligram kafein.

Tetapi perbedaan yang ditemukan dalam penelitian terbaru ditemukan bahkan pada anak-anak dari orang tua yang minum kurang dari setengah cangkir kopi per hari saat hamil, jauh di bawah pedoman saat ini, kata Gleason.

Tidak jelas apakah penelitian ini secara efektif menunjukkan penyebab antara konsumsi kafein ibu dan tinggi badan anak.

Baca Juga: Pinkan Mambo Sempat Merasa Dituduh Hamil Anak Ahmad Dhani, Maia Estianty: Halu!

Sebagai informasi, jika tinggi badan yang lebih pendek pada masa kanak-kanak bertahan hingga dewasa, akan ada kemungkinan anak-anak tersebut dapat menghadapi risiko hasil kardiometabolik yang buruk, seperti penyakit jantung dan diabetes, di mana terkait dengan perawakan yang lebih kecil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI