Jokowi Pede Indonesia Tidak Alami Resesi Seks, Apa Sih Itu?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 25 Januari 2023 | 16:55 WIB
Jokowi Pede Indonesia Tidak Alami Resesi Seks, Apa Sih Itu?
Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu (25/1/2023). (YouTube Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa tidak terjadi resesi seks di Indonesia. Sebab angka kelahiran total di Indonesia masih sebesar 2,1 dan yang hamil juga mencapai angka 4,8 juta orang. Menurut Jokowi, itu menandakan tidak ada resesi seks di Indonesia.

"Saya senang angka yang disebut dari (Kepala BKKBN) Hasto Wardoyo pertumbuhan kita di 2,1 dan yang menikah 2 juta, yang hamil 4,8 juta artinya di Indonesia nggak ada resesi seks. Masih tumbuh 2,1 ini masih bagus," kata Jokowi saat membuka Rakernas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu (25/1/2023).

Resesi seks diartikan sebagai merosotnya gairah pasangan untuk melakukan hubungan seksual, menikah, hingga memiliki anak.

Ilustrasi seksual (Elements Envato)
Ilustrasi seksual (Elements Envato)

Isu tentang resesi seks telah jadi pembahasan sejak beberapa tahun lalu, terutama di negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, hingga Amerika Serikat.

Penelitian Jean Twenge, seorang psikolog di San Diego State University, telah menunjukkan bahwa rata -rata orang dewasa di Amerika melaporkan berhubungan seks sembilan kali lebih sedikit per tahun sejak akhir 1990-an, dari sekitar 61 kali per tahun hingga 52 kali per tahun pada awal 2010 -an.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Indiana juga menemukan bahwa hampir setengah dari orang dewasa Amerika telah mengalami penurunan perilaku seksual. Temuan serupa telah muncul dari para peneliti di Australia dan Turki.

Korea Selatan juga mengalami resesi seks cukup serius, yang ditandai dengan proporsi rumah tangga dengan satu orang telah melampaui 40 persen. Pada 2021 bahkan jumlah pernikahan mencapai titik terendah sepanjang masa, jumlahnya hanya 193 ribu. 

Dikatakan oleh Guardian bahwa separuh populasi di Korea Selatan ternyata percaya kalau pernikahan bukanlah suatu keharusan. Terutama perempuan yang memprioritaskan kebebasan pribadi dan sengaja mengesampingkan pernikahan sama sekali.

Sejumlah ahli berpendapat bahwa penurunan seks sebenarnya bisa dipandang bukan sebagai masalah, tetapi tanda kemajuan. 

baca juga

Sejarawan pernikahan Stephanie Coontz berpendapat kalau resesi seks juga lebih mirip dengan "diet seks" yang kemungkinan muncul dari gerakan pemberdayaan perempuan untuk berani menolak hubungan seks bila sedang tidak ingin. 

Tetapi, ilmuwan lainnya juga berpendapat kalau resesi seks terjadi akibat semakin banyaknya telefon pintar dan kecanduan media sosial. Yang lain menyalahkan rasa takut dan ketidakpastian dunia akibat dampak pamdemi Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Otak Travelling, Awkarin Posting Video dengan Pose Ambigu

Bikin Otak Travelling, Awkarin Posting Video dengan Pose Ambigu

Mamagini | Rabu, 25 Januari 2023 | 15:14 WIB

CEK FAKTA: Kapolri Tangkap Cak Nun Buntut Hina Jokowi Seperti Firaun, Benarkah?

CEK FAKTA: Kapolri Tangkap Cak Nun Buntut Hina Jokowi Seperti Firaun, Benarkah?

Metro | Rabu, 25 Januari 2023 | 15:01 WIB

Achmad Nur Hidayat Nilai kenaikan Biaya Haji Jadi Rp69,1 Juta Bikin Publik Curiga Timbulkan Motif Lain

Achmad Nur Hidayat Nilai kenaikan Biaya Haji Jadi Rp69,1 Juta Bikin Publik Curiga Timbulkan Motif Lain

Cianjur | Rabu, 25 Januari 2023 | 15:07 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×