Beda Sinar Matahari UVA dan UVB, Mana yang Bikin Kulit Cepat Keriput?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 15 Februari 2023 | 10:15 WIB
Beda Sinar Matahari UVA dan UVB, Mana yang Bikin Kulit Cepat Keriput?
Ilustrasi Wanita Lapangan Sinar Matahari (Jill Wellington/Pixabay)

Suara.com - Sejumlah orang mungkin takut terpapar sinar matahari berlebihan, terutama terkena pajanan ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB). 

Paparan sinar matahari berlebihan bisa menyebabkan masalah pada kulit secara langsung juga jangka panjang. Dermatologis dr. Srie Prihianti, Sp.KK(K). PhD., menjelaskan bahwa UVA dan UVB memang jadi penyebab munculnya masalah kulit tersebut. 

Tetapi, seperti apa sih perbedaan antara UVA dan UVB?

Ilustrasi Wanita Sedih Sinar Matahari (Pixabay)
Ilustrasi Wanita Sedih Sinar Matahari (Pixabay)

Sebelum membahas itu, dokter Srie menjelaskan bahwa efek paparan sinar matahari berlebihan bisa terasa secara langsung dengan munculnya iritasi, kulit kemerahan hingga terbakar atau sun burning.

Sedangkan efek jangka pajang dari paparan sinar matahari berlebihan menyebabkan kemunculan keriput lebih cepat juga flek di wajah.

"Kemerahan, perih itu disebabkan UVB. Tapi secara tidak sadar sebenarnya terpapar UVA juga tapi efek gak langsung terasa, nanti jangka panjang. Awalnya bisa tanning, tapi jangka panjang bisa sebabkan kerutan, flek, sampai skin cancer," jelas dokter Srie saat konferensi pers peluncuran sunscreen Anthelios UVMUNE 400 dari La Roche Posay di Jakarta, Selasa (14/2/2023).

Ia menambahkan, UVB menyebabkan efek langsung karena panjang gelombangnya hanya mampu menembus kulit bagian luar. 

Sedangkan UVA memiliki gelombang lebih panjang sehingga mampu masuk sampai lapisan dalam kulit tempat serabut kolagen hingga elastin berada, itu yang menyebabkan jarjngan sel rusak dan menyebabkan kerutan. 

"Yang perlu kita pelajari bahwa panjang gelombang UVA ada 2 gelombang, UVA1 panjang gelombang 360 sampai 380 nm dan ultra long UVA panjangnya 380 sampai 400 nm mampu penetrasi ke kulit juga sangat dalam. Dan 30 persen paparan sinar matahari itu yang ultra long bisa penetrasi ke kulit," jelasnya.

baca juga

Saat terpapar matahari, komposisi UVA juga lebih banyak dibandingkan UVB, lanjut dokter Srie. Sinar UVA telah ada senak matahari terbit. Sedangkan kandungan UVB baru meningkat sekitar pukul 9-10 pagi. 

Setelah itu, akan bercampur antara UVA dan UVB. Tetapi, saat sudah siang hari, kadar UVB kembali turun sedangkan UVA akan tetap ada sampai matahari tenggelam, meskipun cuaca mendung.

Itu sebabnya, dokter Srie menyarankan agar masyarakat selalu menggunakan proteksi, salah satunya sunscreen, untuk melindungi kulit dari sinar UVA. 

"Kalau UVA, walaupun kitandi mobil pakai kaca film itu tetap masuk. Kaca film hanya memantulkan UVB. Maka UV protection tetap kita perlukan walaupun berada di indoor," pesannya.

Perbedaan lain yang juga penting diketahui bahwa UVB bisa dihindari dengan memakai pakaian panjang. Sementara UVA dengan kekuatan panjang gelombangnya masih mampu menembus kain pakaian dan sampai ke kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suplemen Vitamin D Saja Tak Cukup, Cegah Osteoporisis Butuh Sinar Matahari

Suplemen Vitamin D Saja Tak Cukup, Cegah Osteoporisis Butuh Sinar Matahari

Health | Kamis, 08 Desember 2022 | 15:54 WIB

Mengejutkan! Kiper Bayern Munich Manuel Neuer Kena Kanker Kulit, Karena Sering Kena Paparan Sinar Matahari?

Mengejutkan! Kiper Bayern Munich Manuel Neuer Kena Kanker Kulit, Karena Sering Kena Paparan Sinar Matahari?

Health | Kamis, 03 November 2022 | 09:27 WIB

7 Proses Terjadinya Pelangi

7 Proses Terjadinya Pelangi

Tekno | Selasa, 01 November 2022 | 11:04 WIB

Terkini

Sorenya Dicopot, Eks Menkeu Purbaya Malamnya Bikin Gempar: Sudah Siap Belum?

Sorenya Dicopot, Eks Menkeu Purbaya Malamnya Bikin Gempar: Sudah Siap Belum?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:08 WIB

Pengen Potongan Belanja Rp50 Ribu Tanpa Ribet? Pakai Kartu BRI Aja

Pengen Potongan Belanja Rp50 Ribu Tanpa Ribet? Pakai Kartu BRI Aja

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 10:04 WIB

Sinergi Industri dan Regulator Makin Kuat Bersama Bursa Kripto CFX

Sinergi Industri dan Regulator Makin Kuat Bersama Bursa Kripto CFX

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:04 WIB

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:01 WIB

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:59 WIB

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:58 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:52 WIB

×