Suara.com - Peristiwa mengerikan kembali terjadi di Indonesia. Dukun pengganda uang Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet membunuh 11 korban penipuan yang dilakukan olehnya. Lantas, kenapa ya di zaman serba digital ini masih percaya dengan dukun?
Aksi pembunuhan Mbah Slamet terjadi di Desa Balun, Wanayasa, Kabupaten Banjarnegera. Para korban dibunuh dengan cara diracun, yakni mencampurkan air minum dengan apotas.
Para korban dibunuh karena menagih uang hasil penggandaan yang dilakukan Mbah Slamet, padahal sebelumnya dijanjikan uang hingga miliaran rupiah setelah meninggalkan uang puluhan juta.
![Ilustrasi Dukun. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/original/2017/11/30/52748-ilustrasi-dukun.jpg)
Mengutip Scientific American, Selasa (4/4/2023) Psikolog Sosial dan Dosen Universitas Princeton, Sander van der Linden mengatakan alasan seseorang masih percaya paranormal atau termakan iming-iming dukun karena tidak semua hal bisa dijelaskan oleh sains.
Tapi sayangnya, pemikiran ini kerap jadi bumerang dan berbahaya karena rentan mendapatkan informasi yang salah. Bahkan penelitian Prancis menyebut orang dengan pemikiran tidak reflektif, bisa sangat rentan terkena penipuan.
Pemikiran reflektif adalah kemampuan menghubungkan pengetahuan terbaru dengan pengetahuan lama, yang akan jadi solusi atau pemecah masalah berikutnya.
Jadi memiliki pemikiran reflektif adalah salah satu cara agar tidak mudah terbuai pemikiran paranormal atau penipuan keagamaan.
Tapi sayangnya, pemikiran reflektif saja tidak cukup tapi perlu juga mengandalkan pemikiran intuisi untuk sehari-hari, karena kadang dua pemikiran ini bekerja bersama-sama agar dapat pemikiran bijak.
"Atau simpelnya untuk mencegah penipuan dukun, baiknya cari tahu kapan tepatnya menggunakan kekuatan intuisi atau firasat dan kekuatan analisis atau reflektif saat menyikapi sebuah masalah," jelas Linden.
Sementara itu, kini polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan, Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio Pratama mengatakan hingga kini, polisi melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengetahui kepastian jumlah korban jiwa Mbah Slamet.
"Untuk jumlah pasti (korban pembunuhan Mbah Slamet) belum bisa kami pastikan. Namun kami terus melakukan pengembangan terkait kasus ini," ujar AKP Bintoro Thio Pratama.