Soroti Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan, Perusahaan Ini Akan Tanam 20 Juta Pohon di Indonesia

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Senin, 11 September 2023 | 09:25 WIB
Soroti Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan, Perusahaan Ini Akan Tanam 20 Juta Pohon di Indonesia
Ilustrasi pohon (Pexels.com/@FelixMittermeier)

Suara.com - Tidak banyak disadari oleh orang-orang kalau masalah lingkungan pada dasarnya menjadi masalah yang cukup mematikan bagi para manusia. Bahkan, berdasarkan data dari AstraZeneca sendiri ditemukan kalau secara global sekitar 19 ribu orang meninggal dunia per harinya.

Tingginya masyarakat yang meninggal ini karena penyakit yang berkaitan dengan polusi udara. Sementara di Indonesia sendiri sekitar 8 ribu kematian karena penyakit yang berhubungan dengan polusi udara.

Sebab hal tersebut, pada Indonesia Sustainability Forum 2023, AstraZeneca dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berfokus pada program berkelanjutan untuk atasi berbagai permasalahan lingkungan.

Chief Financial Officer Singapore & Indonesia AstraZeneca, SAJ Molaee mengatakan, pihaknya memiliki program untuk menanam sebanyak 200 juta pohon secara global untuk bantu kurang masalah lingkungan. Sementara Indonesia sendiri, akan ditanamkan pohon sebanyak 10 persennya.

“Kamu akan menanam 200 juta pohon secara global. Ini merupakan investasi 1 miliar dolar. Ini sangat penting sebagai komitmen kami terutama persentasi di Indonesia yaitu 10 persen. Berarti 20 juta pohon di Indonesia,” ucap SAJ Molaee saat diwawancarai di acara Indonesia Sustainability Forum 2023.

Sementara itu, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Se Whan Chon menambahkan, pihaknya juga tidak hanya berfokus pada penanaman pohon saja. Pasalnya, pihaknya bekerja sama dengan Kemenkes dan Kimia Farma untuk bantu atasi masyarakat yang alami penyakit respirasi karena polusi.

Fokus ini juga mendorong fasilitas kesehatan untuk bisa meningkatkan pelayanan dan pengobatan kepada pasien. Dengan begitu, pasien tidak perlu hadir ke rumah sakit besar jika pengobatan bisa dilakukan di Puskesmas.

“Ini juga penting tentang proses pengobatan. Ini tentang menyembuhkan berbagai penyakit respirasi. Kita lihat misalnya Puskesmas, pengobatannya masih terbatas. Nah kami bekerja sama untuk adanya pelatihan serta pengobatan sehingga masyarakat mendapat pelayanan yang mumpuni meskipun hanya di Puskesmas,” ucap Se Whan Chon.

Oleh sebab itu, menurut Se Whan Chon, selama kondisi penyakit masih bisa ditangani di fasilitas kesehatan, maka akan sangat berguna. Apalagi, pada beberapa wilayah akses kesehatan juga cukup sulit sehingga ini akan sangat membantu.

baca juga

Bukan hanya itu, dalam menjaga komitmennya ini, pihaknya juga mulai mencoba beralih untuk mengubah kendaraan menjadi dengan listrik. Hal ini menjadi langkah kecil yang mungkin dapat berdampak besar nantinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil PT Jakarta Central Asia Steel yang Disanksi Pemprov Karena Bikin Polusi

Profil PT Jakarta Central Asia Steel yang Disanksi Pemprov Karena Bikin Polusi

Bisnis | Senin, 11 September 2023 | 08:57 WIB

Pengawasan Pencemaran Polusi Udara, Pemkot Tangerang dan Kepolisian Sidak Pabrik

Pengawasan Pencemaran Polusi Udara, Pemkot Tangerang dan Kepolisian Sidak Pabrik

Banten | Minggu, 10 September 2023 | 20:08 WIB

Kembangkan Urban Farming di Lahan Sempit, BRI Peduli Inspirasi Bertani di Kota (BRInita)

Kembangkan Urban Farming di Lahan Sempit, BRI Peduli Inspirasi Bertani di Kota (BRInita)

Bisnis | Minggu, 10 September 2023 | 20:30 WIB

Terkini

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:43 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39 WIB

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:37 WIB

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:32 WIB

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:29 WIB

×