Pendaki Gunung Marapi Sempat Terkena Abu Vulkanik, Ini Bahayanya Bagi Tubuh

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 04 Desember 2023 | 13:30 WIB
Pendaki Gunung Marapi Sempat Terkena Abu Vulkanik, Ini Bahayanya Bagi Tubuh
Erupsi Gunung Marapi masih terjadi hingga saat ini. [Dok.Antara/Al Fatah]

Suara.com - Kondisi pendaki Gunung Marapi di Pendaki Gunung Marapi, Sumatera Barat, yang terjebak erupsi beredar di media sosial. Mereka terkena abu vulkanik yang telah memenuhi hampir seluruh kujur tubuhnya. Salah satu video yang viral menunjukan potret mahasiswi Politeknik Negeri Padang, Zhafirah Zahrim Febrina.

Dia tengah mengikuti pendakian bersama teman-teman kampusnya sejak Jumat (1/12). Sementara Gunung Marapi meletus pada Minggu (3/12) dengan tinggi kolom abu letusan mencapai 3 kilometer.

Zhafirah merekam video saat sedang berusaha menyelamatkan diri dari paparan abu vulkanik. Dalam video, terlihat bahwa dia sudah kesulitan bernapas lantaran hampir seluruh wajahnya tertutup abu tebal yang mengering.

"Tolong saya, begini keadaan saya terakhir disini," tutur Zhafirah dalam video yang dikutip dari akun X @report.id, Senin (4/12/2023).

Abu vulkanik yang keluar saat gunung berapi meletus memuat material pecahan batuan, mineral, dan gas vulkanik yang terasa mirip butiran pasir hingga bubuk halus. Beberapa gas berbahaya juga bisa terbawa dalam abu vulkanik, seperti karbon dioksida (CO2) dan sulfur dioksida (SO2) yang juga bisa menyebabkan hujan asam.

Dikutip dari Hello Sehat, abu vulkanik bersifat keras, abrasif (mengikis), dan tidak larut dalam air. Sehingga sangat berbahaya bila terhirup dalam waktu lama. Berikut dampak kesehatan yang bisa terjadi bila terpapar abu vulkanik.

1. Gangguan pernapasan akut

Paparan abu vulkanik berisiko memicu serangan asma. Hal itu juga bisa menimbulkan masalah pernapasan akut pada orang dengan saluran pernapasan yang sensitif.

Beberapa gejala akut atau jangka pendek yang umumnya muncul, seperti pilek, hidung berair, batuk kering atau berdahak, sakit tenggorokan, sesak napas, dan napas berbunyi nyaring (mengi). Kondisi seperti itu meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas dan bawah. Fungsi paru-paru yang terganggu juga bisa membuat proses bernapas terasa tidak nyaman.

2. Masalah penglihatan

Bahaya abu vulkanik pada kesehatan mata disebabkan karena bentuk partikelnya yang tajam dan runcing. Sifat abrasif dari abu juga bisa menyebabkan konjungtivitis yang terjadi saat lapisan transparan pada mata (konjungtiva) mengalami peradangan sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman dan mengganggu penglihatan.

Beberapa tanda mata yang terkena konjungtivitis akibat abu vulkanik menyebabkan mata seolah-olah ada benda asing, timbul kemerahan, rasa nyeri dan gatal, juga mata berair hingga mengeluarkan kotoran.

Paparan abu vulkanik juga bisa menyebabkan abrasi kornea, yakni kondisi tergoresnya kornea. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan ini bisa menyebabkan kerusakan kornea permanen.

3. Iritasi kulit

Selain karena sifat abrasifnya, abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi kulit karena bersifat asam. Sifat asam abu vulkanik berasal dari kandungan silika dalam magma dan campuran gas lain yang dikeluarkan saat gunung meletus, seperti karbon dioksida (CO2) dan sulfur dioksida (SO2).

Konsentrasi dan jenis senyawa kimia yang meningkatkan derajat keasaman (pH) abu vulkanik bervariasi, tergantung pada lokasi, sumber, dan jenis gunung berapinya. Beberapa ciri iritasi kulit akibat paparan abu vulkanik yakni kulit terasa gatal, bengkak, kemerahan, dan munculnya bercak ruam yang panas atau perih.

4. Silikosis

Silikosis adalah bahaya jangka panjang akibat abu vulkanik. Masalah paru-paru ini disebabkan oleh paparan debu silika pada saluran pernapasan dalam waktu yang lama. Silika merupakan zat kimia yang terdapat dalam abu vulkanik. Zat ini utamanya tersedia dalam bentuk kristal silika bebas dan silikon dioksida (SiO2).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Kondisi Pendaki Marapi yang Terjebak Erupsi, Tangan Patah Tubuh Penuh Lumpur

Viral Video Kondisi Pendaki Marapi yang Terjebak Erupsi, Tangan Patah Tubuh Penuh Lumpur

Lifestyle | Senin, 04 Desember 2023 | 11:54 WIB

BNPB Ungkap Kondisi Terkini Pendaki Terjebak Erupsi Gunung Marapi: Kabar Meninggal Belum Pasti Benar

BNPB Ungkap Kondisi Terkini Pendaki Terjebak Erupsi Gunung Marapi: Kabar Meninggal Belum Pasti Benar

Lifestyle | Senin, 04 Desember 2023 | 11:30 WIB

3 Tips Naik Gunung saat Haid ala Putri Handayani, Pendaki Perempuan Indonesia yang Sudah Mendunia

3 Tips Naik Gunung saat Haid ala Putri Handayani, Pendaki Perempuan Indonesia yang Sudah Mendunia

Lifestyle | Jum'at, 01 Desember 2023 | 13:58 WIB

Terkini

Berapa Harga Ardiles Runergize Ori? Merek Lokal, Dokter Tirta Sebut Mirip Mizuno Wave Rebellion Pro

Berapa Harga Ardiles Runergize Ori? Merek Lokal, Dokter Tirta Sebut Mirip Mizuno Wave Rebellion Pro

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:54 WIB

4 Sepatu Bola Nike Original Termurah di Bawah Sejuta, Cocok untuk Lapangan Rumput hingga Futsal

4 Sepatu Bola Nike Original Termurah di Bawah Sejuta, Cocok untuk Lapangan Rumput hingga Futsal

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:43 WIB

Akhir Pekan Lebih Bermakna, Nikmati Staycation Keluarga dengan Aneka Aktivitas Seru di Jakarta

Akhir Pekan Lebih Bermakna, Nikmati Staycation Keluarga dengan Aneka Aktivitas Seru di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:09 WIB

Beda Bedak Luxcrime Ungu dan Hijau: Harga, Finishing, dan Keunggulan sesuai Jenis Kulit

Beda Bedak Luxcrime Ungu dan Hijau: Harga, Finishing, dan Keunggulan sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:05 WIB

Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM

Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:40 WIB

5 Sepatu Lari Lokal Rp200 Ribuan dengan Review Memuaskan, Ideal Buat Easy Run

5 Sepatu Lari Lokal Rp200 Ribuan dengan Review Memuaskan, Ideal Buat Easy Run

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:34 WIB

Sebelum Sustainability Populer, Masyarakat Indonesia Sudah Hidup Minim Sampah

Sebelum Sustainability Populer, Masyarakat Indonesia Sudah Hidup Minim Sampah

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:25 WIB

Menanam Pohon Saja Tak Cukup: Mengapa Penghijauan Kota Bisa Gagal Mengurangi Panas?

Menanam Pohon Saja Tak Cukup: Mengapa Penghijauan Kota Bisa Gagal Mengurangi Panas?

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:23 WIB

Nanik S Deyang Kuliah Jurusan Apa? Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN

Nanik S Deyang Kuliah Jurusan Apa? Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:20 WIB

Parfum Musky Wangi Apa? Ini 5 Produk Lokal dengan Rating Terbaik dan Harganya

Parfum Musky Wangi Apa? Ini 5 Produk Lokal dengan Rating Terbaik dan Harganya

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:56 WIB