Korea Utara Terancam Punah Gegara Angka Kelahiran Rendah, Kim Jong Un Menangis Minta Para Ibu Giat Bereproduksi

Vania Rossa

Kamis, 07 Desember 2023 | 15:28 WIB
Korea Utara Terancam Punah Gegara Angka Kelahiran Rendah, Kim Jong Un Menangis Minta Para Ibu Giat Bereproduksi
Kim Jong Un Menangis Minta Para Ibu Giat Bereproduksi. (KCNA)

Suara.com - Penurunan angka kelahiran tengah menjadi isu serius di beberapa negara. Setelah Jepang dan Korea Selatan, kini Korea Utara (Korut) pun tengah bergulat dengan penurunan populasi yang cukup drastis.

Gara-gara hal ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sampai menangis dan meminta agar para ibu di negara itu mau melahirkan banyak bayi.

Melansir dari New York Post, Kim Jong Un diketahui menangis di depan ribuan perempuan yang hadir dalam acara Pertemuan Ibu Nasional di Pyongyang pada Minggu (3/12/2023).

Ia tampak menyeka air mata menggunakan sapu tangan, sambil meminta upaya dari para warganya untuk turut andil dalam meningkatkan angka kelahiran yang rendah di Korut.

Untuk menarik minat para ibu untuk melahirkan lebih banyak bayi, pemimpin Korut itu juga menawarkan tunjangan khusus untuk keluarga dengan tiga anak atau lebih. Hal itu mencakup perumahan gratis, makanan, obat-obatan, perlengkapan rumah tangga, dan insentif pendidikan.

Di sisi lain, Kim Joung Un juga mengatakan bahwa peningkatan jumlah penduduk akan membantu memperkuat negara itu.

Berbeda dengan Korea Selatan yang menghadapi penurunan angka kelahiran imbas mahalnya biaya untuk membesarkan anak, penyebab penurunan angka kelahiran di Korut dipicu oleh kelaparan dan kesulitan ekonomi yang berlangsung terus-menerus.

Menurut laporan Hyundai Research Institute, tingkat kesuburan Korut mengalami penurunan besar usai bencana kelaparan melanda negara itu pada 1990-an.

Dan di tahun 2023 ini, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tingkat kesuburan atau jumlah rata-rata anak yang dilahirkan satu perempuan di Korut berada di angka 1,8.

baca juga

Jika dibandingkan dengan negara tetangganya, Korea Selatan, tingkat kesuburan di Korut Korea masih lebih tinggi. Diketahui, Korea Selatan hanya memiliki tingkat kesuburan 0,78 pada tahun 2022 lalu, yang merupakan ke rekor terendah di negara tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Palestina Kibarkan Bendera Rusia Dan Korea Utara, Minta Bantu Putin-Kim Jong Un

Warga Palestina Kibarkan Bendera Rusia Dan Korea Utara, Minta Bantu Putin-Kim Jong Un

News | Minggu, 22 Oktober 2023 | 01:05 WIB

Angka Kelahiran Rendah, Sewa Apartemen Kecil di Korea Selatan Makin Populer

Angka Kelahiran Rendah, Sewa Apartemen Kecil di Korea Selatan Makin Populer

Your Say | Jum'at, 13 Oktober 2023 | 08:40 WIB

Hamas Pakai Senjata Korut, Kim Jong Un: Israel Kriminal, Kami Dukung Negara Palestina Merdeka

Hamas Pakai Senjata Korut, Kim Jong Un: Israel Kriminal, Kami Dukung Negara Palestina Merdeka

News | Selasa, 10 Oktober 2023 | 16:05 WIB

Terkini

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

×