Seperti Kata Ahok, Benarkah Tugu Ini Jadi Bukti Itikad Soekarno Ingin Ibukota Pindah ke Kalimantan Tengah?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 08 Februari 2024 | 11:47 WIB
Seperti Kata Ahok, Benarkah Tugu Ini Jadi Bukti Itikad Soekarno Ingin Ibukota Pindah ke Kalimantan Tengah?
Ibu Kota Nusantara. [Ist]

Suara.com - Mantan Komisaris Utama Pertamina,  Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali jadi sorotan usai melontarkan beberapa pernyataan yang dianggap kontroversial. Salah satunya Ahok menyebut sebaiknya ibu kota dipindahkan ke Kalimantan Tengah, bukan ke Kalimantan Timur seperti yang sedang direncanakan.

Menurut Ahok, wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Tengah sesuai dengan aspirasi Soekarno. Namun, apakah benar Soekarno ingin ibu kota dipindahkan ke Kalimantan Tengah?

Pernyataan Ahok mengenai keinginan Soekarno terjadi dalam dialog Capres Cawapres Pilpres 2024. Saat itu, seorang perempuan lanjut usia 82 tahun menyatakan dukungannya terhadap Prabowo-Gibran karena mereka akan melanjutkan cita-cita Jokowi dalam pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Dia juga menyebut bahwa Jokowi melakukan ini untuk mewujudkan cita-cita Soekarno.

Ahok langsung menanggapi dengan menyatakan bahwa sebenarnya ibu kota seharusnya dipindahkan ke Kalimantan Tengah, bukan ke Kalimantan Timur, sesuai dengan keinginan Soekarno.

Berdasarkan berbagai sumber sejarah, pada tanggal 17 Juli 1957, Presiden Soekarno melakukan penempatan batu pertama pembangunan kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dibangun sebuah monumen setinggi sekitar lima meter dengan gambar guci sebagai maskotnya. Monumen ini diberi nama Dewan Nasional, berlokasi di Museum Balanga, jalan Tjilik Riwut Km 2 Palangkaraya.

Monumen tersebut tetap berdiri hingga saat ini sebagai bukti sejarah bahwa Soekarno memiliki konsep awal untuk menjadikan kota tersebut sebagai ibu kota negara Indonesia.

Monumen tersebut diresmikan oleh Roeslan Abdulgani pada tahun 1958 dan posisinya sejak awal telah menjadi penanda lokasi potensial bagi ibu kota masa depan Indonesia.

Meskipun demikian, cerita bahwa Soekarno merencanakan Palangkaraya sebagai ibu kota masa depan Indonesia diperdebatkan oleh sejarawan JJ Rizal. Menurutnya, Soekarno memang mengunjungi kota tersebut dengan niat tersebut, tetapi rencana itu dibatalkan karena dinilai tidak praktis.

baca juga

Meskipun begitu, Soekarno memang memiliki ide untuk mengurangi beban Jakarta sebagai ibu kota dengan memperluas wajah nasionalisme ke berbagai kota. Palangkaraya adalah salah satu contoh kota yang dipertimbangkan.

Namun, Jakarta tetap dipilih sebagai ibu kota karena tidak ada kota lain yang memiliki identitas nasionalisme seperti Jakarta. Jakarta adalah pusat politik yang tak tergantikan.

Bukti nyata adalah adanya bangunan-bangunan simbolis seperti Monumen Nasional (Monas), Kompleks Senayan dan Gelora Bung Karno, serta Masjid Istiqlal.

Meskipun konsep megapolitan yang digagas Soekarno belum terwujud sepenuhnya, ide tersebut mencakup wilayah hingga Purwakarta di Jawa Barat. Soekarno menggambarkan wilayah sekitar Jakarta dengan banyaknya hutan, kebun, dan lahan pertanian, dengan perbandingan tata ruang 70 persen untuk ruang hijau dan biru, dan 30 persen untuk ruang abu-abu seperti jalan dan bangunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahok Sibuk Koar-koar, Sang Istri Puput Giat Jualan Daster Seharga Puluhan Ribu

Ahok Sibuk Koar-koar, Sang Istri Puput Giat Jualan Daster Seharga Puluhan Ribu

News | Kamis, 08 Februari 2024 | 08:44 WIB

Mulut Bahaya Ahok Diungkap Jusuf Kalla: Terbirit-birit Minta Perlindungan

Mulut Bahaya Ahok Diungkap Jusuf Kalla: Terbirit-birit Minta Perlindungan

News | Kamis, 08 Februari 2024 | 08:13 WIB

Klaim Ucapannya Dipotong, Begini Kronologi Ahok Sebut Jokowi Nggak Bisa Kerja

Klaim Ucapannya Dipotong, Begini Kronologi Ahok Sebut Jokowi Nggak Bisa Kerja

News | Kamis, 08 Februari 2024 | 06:47 WIB

Terkini

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

×