9 Merk Kurma Asal Israel, Ini Cara Membedakannya

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 01 Maret 2024 | 10:37 WIB
9 Merk Kurma Asal Israel, Ini Cara Membedakannya
merk kurma asal israel (freepik)

Suara.com - Jelang Ramadhan, ada banyak persiapan yang kerap dilakukan. Mulai dari membeli sirup, memasang jadwal imsakiyah, dan satu lagi yang tidak boleh tertinggal adalah membeli kurma.

Ada berbagai jenis kurma yang bisa Anda beli di pasaran, sebagian di antaranya diimpor dari luar. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa merk kurma asal Israel?

Seperti yang Anda tahu, sampai saat ini seruan boikot produk Israel masih terus disuarakan, hal ini rupanya juga termasuk pada kurma. Supaya tidak salah pilih, simak informasi berikut.

Daftar merk kurma asal Israel

Berdasarkan informasi yang beredar, Israel merupakan salah satu negara pemasok atau eksportir kurma terbesar di dunia. Jika dilihat dari lama Palestine Campaign, berikut adalah daftar supplier atau eksportir kurma dari Israel.

  1. MTex.
  2. Carmel.
  3. Mehadrin.
  4. Edom.
  5. King Solomon Dates.
  6. Agrexco.
  7. Hadiklaim.
  8. Jordan River.
  9. Arava.

Dibandingkan supplier lain, kurma dari merk King Solomon Dates dan Jordan River adalah yang paling banyak ditemukan beredar di toko dan e-commerce Indonesia.

“Pada Ramadhan ini, jangan membeli kurma asal Israel. Dukung kemerdekaan Palestina! Jangan berpuasa dengan kurma Israel di bulan Ramadhan ini,” tulis Palestine Campaign.

Cara membedakan kurma asal Israel

Selain dengan melihat merk dagang dan nama supplier, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan supaya tidak salah membeli kurma Israel.

baca juga

Pastikan membaca label kemasan kurma atau deskripsi produk pada e-commerce. Pastikan tidak memilih kurma yang diproduksi atau dikemas di Israel atau pemukiman Tepi barat.

Saat memilih kurma Medjool, pastikan lagi di mana kurma tersebut diproduksi. Pasalnya, beberapa kurma Medjool ditanam di Israel atau bahkan pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina.

Meski tidak tertulis sebagai produsen,Anda bisa menghindari membeli kurma yang mencantumkan Hadiklaim. Hadiklaim adalah pengekspor kurma terbesar dari Israel dan pemukiman ilegal di sekitarnya.

“Serangan genosida Israel pada warga Palestina di Jalur Gaza kini sudah menewaskan puluhan ribu orang. Masyarakat Palestina yang menghadapi bencana kekerasan yang dilakukan Israel, menyerukan pada kita agar memboikot produk Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan mereka demi kebebasan,” tegas Palestine Campaign.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5.424 Pelajar Palestina Meninggal Dunia Akibat Serangan Israel

5.424 Pelajar Palestina Meninggal Dunia Akibat Serangan Israel

News | Selasa, 27 Februari 2024 | 21:50 WIB

Kabar Baik! Israel Disebut Sepakat Hentikan Aksi Militer Di Gaza Selama Ramadan

Kabar Baik! Israel Disebut Sepakat Hentikan Aksi Militer Di Gaza Selama Ramadan

News | Rabu, 28 Februari 2024 | 05:35 WIB

Usai Starbucks, Gibran Lagi-lagi Keciduk Pakai Brand Pro-Israel Saat Ketemu Prabowo

Usai Starbucks, Gibran Lagi-lagi Keciduk Pakai Brand Pro-Israel Saat Ketemu Prabowo

Lifestyle | Selasa, 27 Februari 2024 | 18:04 WIB

Harga Saham Unilever Cetak Rekor Terburuk Dampak Aksi Boikot Produk Israel

Harga Saham Unilever Cetak Rekor Terburuk Dampak Aksi Boikot Produk Israel

Bisnis | Senin, 26 Februari 2024 | 17:49 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×