Pakar Ungkap Air Minum dengan Kondisi Seperti Ini Tak Layak Dikonsumsi, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 05 Mei 2024 | 08:23 WIB
Pakar Ungkap Air Minum dengan Kondisi Seperti Ini Tak Layak Dikonsumsi, Kenapa?
ilustrasi air minum yang sehat (freepik.com/pressfoto)

Suara.com - Sejumlah merek air minum dalam kemasan (AMDK) diduga mengandung kadar bromat yang melebihi batas yang ditetapkan. Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial dan beberapa pihak yang melakukan uji laboratorium terhadap air minum tersebut.

Terbaru, Profesor Indang Dewata, Guru Besar Ilmu Kimia Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), menjelaskan bahwa bromat adalah zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia jika terkonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

Kadar bromat yang melebihi ambang batas yang ditetapkan dalam makanan dan minuman menjadi perhatian serius, karena dapat mengganggu metabolisme tubuh dan berpotensi menyebabkan penyakit seperti kanker atau tumor.

"Kalau ada maka kadarnya itu harus lebih kecil dari 0,01 miligram per liter. Nah, kalau di atas itu disebut dengan di atas baku mutu, maka air itu tidak dimanfaatkan dan dipergunakan lagi," terang Indang.

Ilustrasi air minum yang sehat (Pexels/LisaFotios)
Ilustrasi air minum yang sehat (Pexels/LisaFotios)

Untuk mengatasi masalah ini, Prof. Indang berharap agar pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan, melakukan peninjauan secara aktif dan pasif terhadap kualitas air minum. Peninjauan aktif dilakukan dengan pemeriksaan secara acak di perusahaan AMDK, sementara peninjauan pasif melibatkan pelaporan dari perusahaan itu sendiri kepada Dinas Kesehatan.

Di negara-negara maju, tidak ada toleransi untuk air minum yang melebihi standar kualitas. Jika air tersebut melampaui batas yang ditetapkan, izin perusahaan dapat dicabut dan air tersebut tidak boleh diperdagangkan.

"Jadi di atas baku mutu itu sebenarnya maksudnya adalah air itu sudah berada di atas toleransi dibolehkan. Kalau sudah di atas baku mutu konsentrasinya, maka itu akan menimbulkan penyakit kronik bisa menyebabkan penyakit akut,", paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Indang menyarankan agar pemerintah memberlakukan sistem reward dan punishing. Perusahaan yang secara konsisten menjaga kualitas produksinya layak mendapatkan penghargaan, sementara pelanggaran harus diberi sanksi yang tegas, seperti pencabutan izin. Hal ini penting karena air adalah sumber kehidupan, dan konsumen harus dipastikan mendapatkan air yang sehat.

Partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam menangani masalah ini, dengan meningkatkan kesadaran akan kualitas air minum dan mengawasi produsen yang tidak bertanggung jawab.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diskon Air Bersih Rp 30 Ribuan untuk Warga, Tempat Ibadah Digratiskan

Diskon Air Bersih Rp 30 Ribuan untuk Warga, Tempat Ibadah Digratiskan

Bisnis | Kamis, 25 April 2024 | 14:54 WIB

Pakar Kimia Ungkap Sebab Kadar Bromat Dalam Air Minum Kemasan: Sumbernya Tercemar

Pakar Kimia Ungkap Sebab Kadar Bromat Dalam Air Minum Kemasan: Sumbernya Tercemar

Lifestyle | Kamis, 04 April 2024 | 11:35 WIB

PAM Jaya Undang Kontraktor Pekerjaan Jaringan Perpipaan Air Minum Ikut Kontrak Payung-Jasa Konstruksi

PAM Jaya Undang Kontraktor Pekerjaan Jaringan Perpipaan Air Minum Ikut Kontrak Payung-Jasa Konstruksi

News | Kamis, 28 Maret 2024 | 20:05 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×