Harga Fantastis Kain Tenun Asli, Wajarkah Anak Muda Memilih Printing?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Senin, 01 Juli 2024 | 11:00 WIB
Harga Fantastis Kain Tenun Asli, Wajarkah Anak Muda Memilih Printing?
Kain Tenun Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dini/Suara.com)

Suara.com - Masih banyak masyarakat Indonesia lebih pilih tenun printing dibanding membeli kain tenun asli karya seniman lokal, karena harganya yang terbilang mahal. Kira-kira perilaku ini melanggar aturan tidak ya?

Pemerhati Budaya, Muhammad Sartono atau yang akrab disapa Bang Mamat mengatakan tidak ada yang salah dalam perilaku tersebut. Ini karena dalam sudut pandang fashion, menggunakan tenun printing diwajarkan karena kuncinya padupadan busana.

"Sah-sah aja pakai tenun printing, karena harga bisa lebih minimalis jadi bisa dikombinasikan antara kain tenun asli dan tenun printing," ujar Bang Mamat dalam acara Talkshow Indonesia Flobamorata Fashion In Town (IFFT) di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Pusat, Jumat (29/6/2024).

Perempuan Nusa Tenggara Timur (NTT) belum boleh menikah jika belum bisa membuat kain tenun.
Perempuan Nusa Tenggara Timur (NTT) belum boleh menikah jika belum bisa membuat kain tenun.(Dini/Suara.com)

Bang Mamat yang juga tergabung dalam komunitas wastra Berkain mengakui, jika tidak semua masyarakat Indonesia setiap saat mampu membeli kain tenun asli, karena harga per lembarnya yang cukup fantastis mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per buah.

Tapi alih-alih membeli kain tenun berukuran panjang dan lebar dengan harga fantastis, untuk mendukung penenun Indonesia bisa hanya sekadar membeli kain berukuran pendek dan kecil, yang bisa digunakan sebagai syal atau obi.

"Nggak mungkin anak muda yang baru belajar berkain dengan wastra Indonesia membeli langsung harga yang mahal. Boleh pakai tenun printing, tapi obinya coba pakai yang asli atau syalnya kain tenun beneran, tapi bajunya bisa kok yang kamuflase," jelas Bang Mamat.

Namun Bang Mamat mengingatkan, jangan sekali-kali menggunakan tenun printing ini dalam acara upacara adat yang berlangsung di masyarakat. Acara yang berkaitan dengan ritual seperti pernikahan, melahirkan, upacara kematian, hingga acara temu keluarga harus menggunakan kain tenun asli yang sudah ditentukan oleh kepala desa setempat.

"Kalau acara ritual beda lagi, itu harus pakai sesuai pakemnya. Contohnya kalau saya lagi di Keraton Jogja, saya nggak akan berani pakai kain batik motif parang, karena itu hanya boleh dipakai oleh keluarga kerajaan," jelas Bang Mamat.

Fakta ini dibenarkan Founder IFFT sekaligus Desainer Kain Tenun, Jumarni Fare, bahwa kain tenun lebih dari sekadar kesenian semata, tapi proses pembuatannya mengandung makna mendalam dan doa sesuai dengan motif, yang dibuat dalam prosesnya yang memakan waktu berbulan-bulan tersebut.

baca juga

"Ternyata proses membuat tenun sangat panjang dan membuatnya diiringi dengan doa. Jadi saat suami menanam dan para Mamak-mamak menenun, jadi mereka berharap dalam proses menenun mereka memanjatkan doa," jelas Jumarni.

Adapun IFFT 2024 merupakan acara yang memperkenalkan tenun NTT dan wastra kepada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Acara ini dihadiri para desainer ternama yang memamerkan koleksi busana dengan menggunakan tenun, batik maupun wastra.

Acara ini juga jadi platform bagi bagi desainer nasional, internasional, dan desainer muda berbakat untuk mengekspresikan kreativitas memperkenalkan, merawat dan menjaga warisan budaya. Termasuk juga berisi pesan pada generasi muda untuk menjaga dan merawat karya seni wastra, khususnya tenun NTT sebagai mahakarya leluhur.

Selain Jumarni dan Bang Mamat, acara ini juga dihadiri sederet tokoh ternama seperti Perwakilan Diaspora NTT Jakarta Polce Ruing, Pemilik Kopi In Town Rudy Wiguna, Pendiri Yayasan Bumi Kasih Nusantara Dr. Ir.Agus Mulyanto, Ph.D, komunitas berkain Indonesia, hingga komunitas Cahayo Hati Limpapeh Sumatera Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Ide Liburan Seru Bareng Anak Lengkap dengan Rekomendasi OOTD Biar Tetap Kece

5 Ide Liburan Seru Bareng Anak Lengkap dengan Rekomendasi OOTD Biar Tetap Kece

Lifestyle | Minggu, 30 Juni 2024 | 16:12 WIB

Menjaga Warisan Leluhur: Di Balik Syarat Wajib Tenun untuk Menikah di NTT

Menjaga Warisan Leluhur: Di Balik Syarat Wajib Tenun untuk Menikah di NTT

Lifestyle | Minggu, 30 Juni 2024 | 08:24 WIB

Perpaduan Ikonik Antara Fashion dan Balap Hadirkan Koleksi yang Stylish dan Fungsional

Perpaduan Ikonik Antara Fashion dan Balap Hadirkan Koleksi yang Stylish dan Fungsional

Lifestyle | Sabtu, 29 Juni 2024 | 14:06 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×