Awas! Kecanduan Gadget Bikin Mata Anak Kering

Suhardiman Suara.Com
Rabu, 31 Juli 2024 | 15:10 WIB
Awas! Kecanduan Gadget Bikin Mata Anak Kering
Ilustrasi Anak Main Gadget. [Pixabay/Gemma Moll]

Suara.com - Terlalu alam menatap layar gadget dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mata pada anak. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya frekuensi berkedip saat fokus pada layar, yang mengakibatkan kurangnya pelumasan mata.

Hal ini dikatakan oleh dokter spesialis mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics Niluh Archi, melansir Antara, Rabu (31/7/2024).

"Kondisi ini dapat meningkatkan kekeringan permukaan mata, yang seiring waktu berpotensi memulai siklus mata kering," katanya.

Mata kering merupakan kelainan multifaktorial pada permukaan mata yang ditandai dengan hilangnya keseimbangan komponen air mata, ketidakstabilan air mata, peningkatan kekentalan atau osmolaritas air mata, dan kerusakan atau peradangan pada permukaan mata.

Umumnya gejala mata kering berupa rasa tidak nyaman seperti mengganjal pada mata, mata sering merah, berair, dan terasa kering, mata terasa berpasir, munculnya kotoran pada mata, mata terasa lengket, serta sering muncul keinginan untuk mengucek mata.

"Meskipun tidak ada perbedaan mata kering berdasarkan usia, tetapi proses anamnesis pada pasien anak lebih sulit ketimbang pasien dewasa. Anak seringkali belum bisa mendeskripsikan keluhan yang dirasakan secara verbal. Ini yang menjadi tantangan," ucapnya.

"Di sini kepekaan orang tua sangatlah krusial. Orang tua harus tanggap dan kritis jika mendapati anak mulai menunjukkan gejala-gejala mata kering, termasuk segera memeriksakan ke dokter mata," sambungnya.

Dirinya menyarankan para orang tua tegas memberlakukan batasan waktu layar pada anak. Memastikan anak disiplin mengikuti batasan yang ditetapkan agar terhindar dari risiko mata kering.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan orang tua melarang anak usia di bawah satu tahun menatap layar gadget, serta membatasi waktu layar anak usia satu sampai tiga tahun maksimal satu jam dengan beberapa catatan.

Menurut IDAI, anak usia satu sampai dua tahun sebaiknya hanya boleh menatap layar gawai saat berkomunikasi melalui panggilan video.

Penerapan batasan waktu layar maksimal satu jam per hari bagi anak usia tiga sampai enam tahun, maksimal 90 menit per hari untuk anak usia enam sampai 12 tahun, dan tidak lebih dari dua jam per hari bagi anak usia 12 sampai 18 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI