Genjot Asupan Protein Hewani, Gerakan JAPFA Melawan Gizi Buruk dan Stunting Menuju Indonesia Emas 2045!

Riki Chandra | Suara.com

Senin, 30 September 2024 | 10:17 WIB
Genjot Asupan Protein Hewani, Gerakan JAPFA Melawan Gizi Buruk dan Stunting Menuju Indonesia Emas 2045!
Ilustrasi telur, sebagai salah satu sumber protein hewani. [Suara.com/ Riki Chandra]

Suara.com - Masalah gizi hingga stunting masih jadi momok di Indonesia. Data Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengungkapkan bahwa hingga Juli 2024, masih ada 5,8 juta balita di Tanah Air yang mengalami masalah gizi. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan prevalensi stunting turun dari 21,5 persen tahun 2023 menjadi 14 persen di tahun ini.

Sementara itu, hasil riset Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) juga mengungkapkan sekitar 21 juta warga Indonesia masih mengalami kekurangan gizi, dengan asupan kalori harian di bawah standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakni 2.100 kkal.

Lantas, apa pemicu masalah gizi dan stunting di Tanah Air? Jawabannya tentu bervariasi. Mulai dari masalah lemahnya ekonomi, kesehatan lingkungan, ketersediaan air bersih, hingga kurangnya pemenuhan kebutuhan gizi dan nutrisi bagi balita.

Mengutip situs resmi Kemenkes, salah satu penyebab masalah gizi dan stunting adalah karena rendahnya asupan protein hewani pada anak. Hasil riset terhadap 130.000 anak di 49 negara menunjukkan bahwa rendahnya konsumsi makanan sumber protein hewani berdampak langsung pada peningkatan kasus stunting pada balita. Fakta itu dijelaskan oleh Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu Anak Kemenkes RI, Lovely Daisy.

Sumber protein hewani pun beragam. Mulai dari daging merah, telur, ikan, dan ayam. Protein hewani sangat penting untuk melengkapi asam amino esensial yang dibutuhkan selama masa emas pertumbuhan anak-anak. Apalagi, asam amino esensial juga sangat membantu perlindungan tubuh anak dari serangan berbagai penyakit.

Dalam ilmu kesehatan, Air Susu Ibu (ASI) sudah tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak pada masa usia 6-23 bulan. Atas dasar itu, perlu Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk mengintervensi pemenuhan protein hewani. MPASI berfungsi untuk memenuhi makronutrisi dan mikronutrisi anak, seperti vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan.

Ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (U), Prof. Sandra Fikawati, menekankan pentingnya pemberian makanan yang kaya protein hewani sebagai langkah mendukung tumbuh kembang optimal anak. Selain untuk pertumbuhan fisik, protein hewani sangat perlu untuk perkembangan otak anak.

Sandra Fikawati juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei, konsumsi protein hewani di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan protein nabati. Data konsumsi protein nabati mencapai 65,7 persen, sedangkan protein hewani baru 34,3 persen.

Rata-rata, konsumsi protein hewani di perkotaan hanya 23,71 gram per kapita per hari, sedangkan di perdesaan hanya 18,21 gram per kapita per harinya. Atas dasar itu, ia selalu nyinyir menyuarakan dan mendorong para orang tua untuk memperhatikan asupan protein hewani anak-anak.

Komitmen JAPFA Edukasi Masyarakat

Kemenkes RI hingga pemerintah daerah kabupaten dan kota di Indonesia, telah berupaya memastikan pemenuhan kebutuhan gizi pada anak-anak dengan beragam cara. Mulai dari pelatihan konseling menyusui, pembentukan Kelompok Kerja Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), telekonseling menyusui, hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya mencegah stunting.

Melawan kekurangan gizi dan stunting ini sangat perlu untuk mempersiapkan generasi hebat menyonsong bonus demografi 2030 dan demi menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Namun, semua tidak serta merta bisa bertumpu dan dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Perlu koloborasi dan komitmen berbagai pihak mewujudkan Indonesia bebas dari masalah gizi buruk dan stunting.

Selain masalah ekonomi atau kemiskinan, kurangnya akses terhadap pangan bergizi hingga rendahnya pengetahuan orang tua tentang gizi itu sendiri, menjadi pemicu terjadinya malnutrisi atau kekurang gizi yang memicu stunting. Atas dasar itu, penting sekali meningkatkan pengetahuan warga tentang kebutuhan nutrisi dan fungsi protein hewani itu.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) merupakan salah satu perusahaan agribisnis yang terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan masalah gizi di Indonesia. Beragam kegiatan dan sosialisasi telah dihadirkan JAPFA untuk mencerdaskan masyarakat tentang pentingnya protein hewani.

Salah satu gerakannya adalah JAPFA for Kids. Gerakan program sosial itu telah berkomitmen menciptakan anak Indonesia bersih dan sehat sejak tahun 2008 silam. JAPFA for Kids berupaya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang bagi anak-anak sekolah di Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif

Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif

Bisnis | Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:40 WIB

Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram

Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:17 WIB

Prabowo Buka Rakornas Pemerintah 2026, Bahas Evaluasi 2025 hingga Target Ekonomi

Prabowo Buka Rakornas Pemerintah 2026, Bahas Evaluasi 2025 hingga Target Ekonomi

Foto | Senin, 02 Februari 2026 | 13:49 WIB

DNA Digital Hingga Pelosok Nusantara: Jurus UNSIA Cetak SDM Unggul Demi Indonesia Emas 2045

DNA Digital Hingga Pelosok Nusantara: Jurus UNSIA Cetak SDM Unggul Demi Indonesia Emas 2045

News | Minggu, 18 Januari 2026 | 13:15 WIB

Inovasi Pakan Kuda Antar Japfa Menangkan Penghargaan di Indonesia Rising Stars Award 2026

Inovasi Pakan Kuda Antar Japfa Menangkan Penghargaan di Indonesia Rising Stars Award 2026

Lifestyle | Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:54 WIB

Jurus Purbaya Ciptakan Indonesia Emas 2045 lewat Ekonomi

Jurus Purbaya Ciptakan Indonesia Emas 2045 lewat Ekonomi

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 16:56 WIB

Wamendiktisaintek Soroti Peran Investasi Manusia dan Inovasi untuk Kejar Indonesia Emas 2045

Wamendiktisaintek Soroti Peran Investasi Manusia dan Inovasi untuk Kejar Indonesia Emas 2045

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 20:55 WIB

Banjir Sumatra dan Mimpi Indonesia Emas: Mau Lari ke Mana Kalau Lantainya Amblas?

Banjir Sumatra dan Mimpi Indonesia Emas: Mau Lari ke Mana Kalau Lantainya Amblas?

Your Say | Selasa, 16 Desember 2025 | 17:01 WIB

Pakan Komplit Fermentasi Jadi Solusi Menuju Swasembada Susu dan Daging Nasional

Pakan Komplit Fermentasi Jadi Solusi Menuju Swasembada Susu dan Daging Nasional

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 10:55 WIB

Menteri PANRB: Birokrasi Indonesia Harus Terus Adaptasi Terhadap Tren, Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri PANRB: Birokrasi Indonesia Harus Terus Adaptasi Terhadap Tren, Menuju Indonesia Emas 2045

News | Rabu, 19 November 2025 | 08:34 WIB

Terkini

Promo Hypermart di Akhir Maret 2026: Daging, Minyak, hingga Susu Dijual Lebih Murah

Promo Hypermart di Akhir Maret 2026: Daging, Minyak, hingga Susu Dijual Lebih Murah

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 09:32 WIB

Mana yang Benar, Lip Balm Dulu atau Lip Serum? Ini Urutannya

Mana yang Benar, Lip Balm Dulu atau Lip Serum? Ini Urutannya

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:47 WIB

5 Sepatu Senyaman Salomon, Tahan Banting untuk Outdoor dan Harian

5 Sepatu Senyaman Salomon, Tahan Banting untuk Outdoor dan Harian

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:38 WIB

5 Zodiak Paling Beruntung Terbaru 29 Maret 2026, Kamu Termasuk?

5 Zodiak Paling Beruntung Terbaru 29 Maret 2026, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:15 WIB

6 Zodiak dengan IQ Tinggi, Sering Disebut Paling Cerdas

6 Zodiak dengan IQ Tinggi, Sering Disebut Paling Cerdas

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:03 WIB

Kabur Aja Dulu Bukan Solusi, Sirkulasi Talenta Jadi Kunci Masa Depan Bangsa

Kabur Aja Dulu Bukan Solusi, Sirkulasi Talenta Jadi Kunci Masa Depan Bangsa

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:51 WIB

Bolehkah Pakai Cushion Setiap Hari? Ini Fakta yang Perlu Kamu Pahami

Bolehkah Pakai Cushion Setiap Hari? Ini Fakta yang Perlu Kamu Pahami

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:48 WIB

Apakah Cushion MINIPINK Sudah BPOM? Ini Faktanya

Apakah Cushion MINIPINK Sudah BPOM? Ini Faktanya

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:33 WIB

Terpopuler: Profil Samin Tan Konglomerat Terjerat Korupsi hingga Penyebab Gas Boros

Terpopuler: Profil Samin Tan Konglomerat Terjerat Korupsi hingga Penyebab Gas Boros

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 06:45 WIB

WFH ASN Hemat BBM Setiap Hari Apa? Begini Aturan Resminya

WFH ASN Hemat BBM Setiap Hari Apa? Begini Aturan Resminya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:08 WIB