2. Menghidari Pembahasan tentang Komitmen
Seorang breadcrumber tidak ingin memiliki ikatan dengan targetnya. Mereka cenderung menghindari pembahasan tentang hubungan serius dan masa depan.
Pelaku mungkin mengajakmu untuk kencan, seperti menonton film, makan malam, atau sekadar hangout di kafe. Namun, mereka tidak pernah menentukan waktu yang pasti untuk melakukannya. Meskipun terlihat sangat antusias saat merencanakan pertemuan, pada kenyataannya mereka tidak serius dan hanya berbicara kosong.
3. Punya Kebiasaan Menghilang secara Tiba-tiba
Ciri-ciri ini terdengar mirip dengan ghosting, yaitu menghilang tanpa penjelasan. Namun, pelaku breadcumber bisa tiba-tiba menghilang, namun kemudian muncul kembali seolah tidak terjadi apa-apa. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak peduli dengan perasaanmu dan hanya bermain-main.
4. Bersikap Tidak Tulus
Seorang breadcrumber bisa membuatmu merasa dihargai dan diprioritaskan pada suatu waktu, tetapi tiba-tiba bersikap dingin dan membuatmu merasa diabaikan di waktu lain.
Selain itu, mereka juga sering memberikan pujian berlebihan untuk membuat targetnya merasa senang. Namun, pujian ini hanya dimaksudkan untuk manipulasi.
Dampak Breadcrumbing
1. Menciptakan Harapan Palsu
Perilaku breadcrumbing akan membuat korbannya merasa diberikan harapan tinggi sehingga terjebak untuk menunggu perhatian dan diberikan validasi. Hal ini akan menghambat korban untuk move on dari hubungan yang tidak sehat.
2. Menciptakan Perasaan Insecure
Sikap yang cuek dan komunikasi yang tidak konsisten akan membuat korban merasa cemas dan mempertanyakan tentang status hubungan. Lebih buruknya, korban akan merasa insecure dan merasa ada yang salah pada diri mereka.
3. Menghilangkan Kepercayaan Diri
Sejalan dengan munculnya perasaan insecure, korban breadcrumbing akan merasa diri mereka tidak cukup baik karena pasangannya tidak memberikan perhatian yang cukup. Hal ini akan mengakibatkan kepercayaan diri korban menjadi turun.
4. Menimbulkan Pengalaman Traumatis
Jika sudah berhasil lepas dari pelaku breadcrumbing, korban akan merasa takut untuk menjalin hubungan baru karena adanya perasaan trauma. Hal ini dikarenakan korban cemas akan mendapatkan perlakukan yang sama.
Jika kamu berada dalam hubungan breadcrumbing, segera akhiri secepat mungkin. Bertahan dalam hubungan tersebut hanya akan membuang-buang waktu.
Jika sulit untuk move on, beranikan diri untuk jujur dan berbicara langsung. Tanyakan maksud dari sikap yang mereka tunjukkan dan sampaikan apa yang kamu harapkan dari hubungan tersebut. Jika mereka menolak komitmen, tinggalkan hubungan tersebut.
Demikianlah informasi terkait apa itu breadcrumbing. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas