6 Pernyataan Menohok Kholid, Nelayan Viral Lantang Bahas Pagar Laut di Tangerang

Husna Rahmayunita

Selasa, 21 Januari 2025 | 15:39 WIB
6 Pernyataan Menohok Kholid, Nelayan Viral Lantang Bahas Pagar Laut di Tangerang
Kholid, nelayan terdampak pagar laut Tangerang. [YouTube/ILC]

Suara.com - Sosok nelayan bernama Kholid viral sesuai lantang berdebat soal pagar laut di Tangerang tengah ramai diperbincangkan. Kholid secara gamblang menyuarakan penolakannya.

Menurut Kholid pagar laut sepanjang 30 kilometer itu merugikan para nelayan. Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) baru-baru ini.

Lantaran argumennya, Kholid pun dicap berwawasan dan cerdas hingga sosoknya viral. Seperti apa kira-kira pernyataan Kholid? Intip ulasannya berikut ini.

1. Ingatkan Logika Penjajah

Kholid mengaku dihubungi penelepon gelap karena menyoroti pagar laut Tangerang. Dia diminta tak ikut campur lantaran berasal dari Serang. Terkait hal itu, Kholid mengungkit sebuah buku berjudul 'Logika Penjajah' karya Yai Midi.

"Dalam isi buku tersebut persis seperti kata penelpon tersebut ke saya, kamu orang Serang nggak boleh urusi Tangerang. Padahal menurut saya, nelayan tidak boleh parsial. Nah ciri-ciri penjajah itu memiliki pandangan parsial, sampai tingkatannya kita tidak menolong tetangga kita yang kelaparan atau sedang dijajah," ujarnua dikutip dari YouTube ILC.

"Begitu juga di laut. Ketika orang Tangerang menangis, orang Serang menangis. Ketika Rempang menangis, orang Serang menangis," sambungnya.

2. Berani Sebut Korporasi

Kholid nelayan. [Tangkapan layar YouTube Indonesia Lawyers Club]
Kholid nelayan. [Tangkapan layar YouTube Indonesia Lawyers Club]

Selanjutnya, Kholid mengungkap dugaan korporasi di balik pembangunan pagar laut yang merugikan para nelayan. Sebagai orang yang mencari nafkah di laut, Kholid memilih untuk melawan.

baca juga

"Lebih baik saya melawan, daripada hidup saya sebagai petani nelayan dikelola oleh korporasi. Karena ainal yaqin, kalau saya sebagai rakyat dikelola korporasi sampai kiamat anak cucu saya pasti miskin,"

"Karena saya sebagai obyek yang dikelola, dia yang mengelola karena namanya korporasi memikirkan untung rugi. Kalau negara keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, namun di sini kita gak merasakan itu," tambah Kholid.

3. Sah Tidak?

Kholid heran dengan pagar laut yang dipasang di area yang seolah sudah dikotak-kotakkan untuk proyek tertentu. "Ngerinya ada jual beli hitam. Dugaan saya di situ, Logika saya masuknya di situ," ujarnya.

Sebagai orang yang mengaku awam hukum, Kholid mempertanyakan kemungkinan kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang terbit di area pagar laut Tangerang.

"Herannya pagar itu tumbuh di wilayah yang diplot sebagai proyek. Ketika ini terjadi, kalau saya bukan ahli hukum, kira-kira seandainya udah ada SHM, 300 SHM sudah dikeluarkan dan BPN, SHM keluar di atas laut kira-kira sah gak secara hukum?," tanyanya.

4. 5 Bulan

Lebih lanjut, Kholid mengaku sudah mengetahui keberadaan pagar laut tersebut sekira lima bulan terakhir. Awalnya, ia sempat berpikiran positif, pagar tersebut untuk budidaya. Namun seiring berjalannya waktu, ia mengetahui pagar laut tersebut ternyata ilegal.

"Saya sempat lapor ke Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) provinsi, dan (mereka) sudah tahu kalau ilegal. Kata saya 'Kenapa gak ditindak?' (dijawab) tugas saya hanya melaporkan ke KKP. Saya tunggu sampai akhir-akhir ini disegel," tukasnya.

5. Bukan Rahasia Umum

Kholid mempertanyakan tindakan pihak berwenang dalam mengusut pemilik pagar laut di Tangerang. Sebab menurutnya, pelakunya sudah bukan menjadi rahasia umum.

"Ini nunggu apa? biar pelakunya ngaku? Pelakunya bukan rahasia umum lagi, lurah-lurah tahu, yakin siapa pelakunya. Orang Serang tahu, tahu semua, gak mungkin gak tahu. Kalau saya sebutin takut dituntut," ungkapnya.

Ia pun menyebut beberapa nama yang diduga terlibat. "Kalau negara gak bisa, saya akan lawan," tukasnya.

6. Nelayan

Dalam kesempatan itu, Kholid menekankan nelayan juga mampu berwawasan luas. "Nelayan gak boleh bloon-bloon amat. Masa nelayan bego, sering makan ikan segar-segar kok bego," kata Kholid.

Selepas itu, Kholid menerangkan bawah hasil pemikiran seseorang tergantung dari mana sumber pengetahuannya. Sedangkan kejernihan pengetahuan tergantung dengan motivasinya.

"Sumber pengetahuan jernih atau keruh tergantung motivasinya, kalau motivasinya kesementaraan, (ada) keterlibatan tentang staf jabatan, harta atau ketenaran akan keruh pemikirannya, karena terganggu dengan kepentingan. Jernih dan tidaknya pengetahuan tergantung motivasinya, kalau motif keabadian dikarenakan Allah yakin pengetahuan akan jernih," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telisik HGB Pagar Laut Tangerang, Komisi IV Panggil KKP Besok, Titiek Soeharto: 30 Km Itu Separuh Jagorawi Loh!

Telisik HGB Pagar Laut Tangerang, Komisi IV Panggil KKP Besok, Titiek Soeharto: 30 Km Itu Separuh Jagorawi Loh!

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 15:31 WIB

Aksi Kholid Si Nelayan di Acara ILC Dipuji Cerdas, Netizen: Makannya Ikan Segar, Bukan Uang Segar

Aksi Kholid Si Nelayan di Acara ILC Dipuji Cerdas, Netizen: Makannya Ikan Segar, Bukan Uang Segar

Entertainment | Selasa, 21 Januari 2025 | 15:18 WIB

Pagar Laut Tangerang Diduga Dikuasai Aguan, Sindiran Pedas Rocky Gerung: Kalau Mau HGB, Izinnya ke Ikan

Pagar Laut Tangerang Diduga Dikuasai Aguan, Sindiran Pedas Rocky Gerung: Kalau Mau HGB, Izinnya ke Ikan

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 14:47 WIB

Terkini

Korupsi Haji, Saksi Ungkap Dengar Kabar Yaqut Ingin Gunakan Uang dari Gus Alex untuk Ambil Alih PKB

Korupsi Haji, Saksi Ungkap Dengar Kabar Yaqut Ingin Gunakan Uang dari Gus Alex untuk Ambil Alih PKB

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Ganjil Genap Bikin Omzet Mal di Jakarta Turun, Dishub Siapkan Evaluasi

Ganjil Genap Bikin Omzet Mal di Jakarta Turun, Dishub Siapkan Evaluasi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Gapasdap Usulkan Infrastruktur Ketapang-Gilimanuk Masuk Proyek Strategis Nasional

Gapasdap Usulkan Infrastruktur Ketapang-Gilimanuk Masuk Proyek Strategis Nasional

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Prabowo Tambah 2 Wamenkeu, Suahasil Kini Didampingi 3 Wakil

Prabowo Tambah 2 Wamenkeu, Suahasil Kini Didampingi 3 Wakil

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Di Aik Berik, Marwita Menemukan Cara Lain Menghidupkan Hutan dari Lobe-Lobe Hingga Kopi

Di Aik Berik, Marwita Menemukan Cara Lain Menghidupkan Hutan dari Lobe-Lobe Hingga Kopi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Ulasan Minggat: Lima Sekawan Hadapi Penyeludup Misterius di Pulau Kirrin!

Ulasan Minggat: Lima Sekawan Hadapi Penyeludup Misterius di Pulau Kirrin!

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:30 WIB

IHSG Tetap Betah di Zona Merah Setelah Reshuffle Kabinet

IHSG Tetap Betah di Zona Merah Setelah Reshuffle Kabinet

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Prabowo Lantik 2 Wamenkeu Baru: Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman

Prabowo Lantik 2 Wamenkeu Baru: Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:21 WIB

×