Suara.com - Keberadaan robot vakum lantai diyakini bisa menggantikan profesi Asisten Rumah Tangga (ART), anggapan itu tidaklah benar. Ini karena ada keahlian sentuhan tangan yang belum bisa digantikan alat tersebut.
Fakta ini diungkap langsung Konten Kreator, Brian Nathanael alias Tajun House yang mengatakan keberadaan robot vakum lantai di rumahnya membuatnya bisa memaksimalkan ART untuk mengerjakan tugas lain yang lebih riskan.
"Tapi kalau menurut gue penggunaan robot vakum itu membantu untuk membuat rumah selalu bersih, jadi ART bisa fokus ngelap yang lain, dan rumah jadi jauh lebih jarang di pel, malah nggak perlu dipel, jadi sangat membantu buat gue," ungkap Brian dalam acara perkenalan lini produk terbaru MOVA di Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025).
Inilah sebabnya Brian meyakini, keberadaan robot vakum lantai tidak akan mengggantikan peran ART dalam membersihkan rumah. Sehingga alih-alih menugaskan ART untuk menyapu dan mengepel lantai, ART bisa lebih fokus pada tugas-tugas lain yang membutuhkan perhatian lebih detail, seperti membersihkan perabotan, merapikan ruangan, atau mencuci pakaian.
"Jadi tugasnya ART lebih ke bersih-bersih yang lain, jadi otomatis rumah jadi lebih bersih," imbuhnya.
Lebih lanjut, Brian mengungkapkan bahwa memiliki rumah bukanlah perkara mudah. Ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi, mulai dari kebocoran, kerusakan pipa, hingga masalah renovasi.
Di sinilah peran ART menjadi sangat krusial. Mereka tidak hanya membersihkan rumah, tetapi juga membantu mengawasi dan mengatasi masalah-masalah tersebut.
"Gue sering alami masalah rumah mulai dari bocor, ada mau renovasi lagi, rumah menurut gue banyak banget masalahya. Ada aja dari pipa bocor, rembes, ada yang mampet jadi sibuknya kadang-kadang sibuknya sama rumah ya begitu," jelas Brian.
Dari pengalaman Brian, jelas bahwa robot vakum dan ART memiliki peran yang saling melengkapi. Robot vakum membantu menjaga kebersihan lantai secara otomatis, contohnya MOVA P50 Ultra jadi bukti robot vakum bukan hanya untuk membersihkan debu dan sampah di lantai dan karpet dengan daya hisap 19.000Pa, tapi juga alat pel otomatis yang bisa membersihkan diri sendiri.
Inilah sebabnya meski profesi ART banyak di Indonesia, tapi minat terhadap teknologi perabot rumah tetap tinggi di Indonesia. Tujuannya untuk membuat gaya hidup lebih praktis dan efisien.
"Kami melihat potensi besar di Indonesia, terutama dengan semakin banyaknya konsumen yang mencari solusi praktis untuk kehidupan sehari-hari,” ungkap CEO MOVA Indonesia, Guo Minjun.
Di sisi lain, profesi ART untuk membersihkan rumah tidak bisa ditinggalkan karena ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan sentuhan manusia. Dengan kombinasi keduanya, rumah menjadi lebih bersih dan terawat.