suara mereka

Konsumsi Gula Berlebih Saat Puasa Ramadan Bikin Anak Rentan Depresi dan Gangguan Mental? Ini Penjelasan Dokter

Riki Chandra Suara.Com
Jum'at, 07 Maret 2025 | 03:35 WIB
Konsumsi Gula Berlebih Saat Puasa Ramadan Bikin Anak Rentan Depresi dan Gangguan Mental? Ini Penjelasan Dokter
Batasi asupan gula anak saat puasa Ramadan. [Dok. Antara]

Suara.com - Selama menjalani puasa Ramadan, anak perlu dibatasi mengonsumsi gula. Ada batasan asupan gula bagi anak selama menjalani ibadah puasa.

Ahli gizi dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Lucy Widasari mengatakan, jumlah asupan gula yang ideal saat berbuka berkisar antara 10 hingga 15 gram atau setara dengan 2,5 hingga 4 sendok teh.

"Sumbernya bisa dari kurma (1-2 butir), buah segar, atau sedikit madu dalam air hangat, termasuk dari makanan utama. Hindari konsumsi minuman manis berlebihan seperti sirup atau teh manis pekat," kata Lucy, Kamis (6/3/2025).

Saat sahur, Lucy menyarankan asupan gula anak sekitar 5 hingga 10 gram atau setara dengan 1 hingga 2,5 sendok teh.

Ia menyebutkan, asupan gula tersebut bisa diperoleh dari buah segar atau sedikit pemanis alami seperti madu, dengan tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi. Konsumsi makanan manis yang berlebihan saat sahur dapat menyebabkan anak lebih cepat merasa lapar.

Berdasarkan data dari American Heart Association (AHA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas maksimal asupan gula harian yang disarankan bagi anak usia 2-6 tahun adalah 25 gram atau sekitar 6 sendok teh.

Sementara itu, untuk anak usia 7-12 tahun, jumlah maksimalnya adalah 30-40 gram atau sekitar 7-10 sendok teh per hari.

Lucy menjelaskan bahwa selama puasa, kadar gula darah anak cenderung turun setelah beberapa jam tanpa makanan.

Namun, mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis saat berbuka dapat meningkatkan kadar glukosa dengan cepat, meskipun efeknya hanya sementara.

Setelah lonjakan gula darah yang cepat, tubuh akan merespons dengan sekresi insulin yang berlebihan, yang dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah secara drastis (sugar crash).

"Kondisi ini bisa membuat anak cepat lelah, mengantuk, dan kurang fokus setelah berbuka," jelasnya.

Konsumsi asupan gula yang berlebihan juga dapat berdampak pada kesehatan fisik anak, seperti meningkatkan risiko obesitas dan kerusakan gigi.

Lucy mengingatkan bahwa anak yang tidak menjaga kebersihan gigi setelah berbuka dan sahur berisiko mengalami karies gigi akibat sisa gula yang menempel di gigi.

"Anak juga bisa lebih mudah lelah saat belajar di sekolah. Oleh karena itu, orang tua perlu mengontrol konsumsi asupan gula agar anak tetap sehat selama menjalani puasa," pungkasnya.

Gula Berlebih Bisa Picu Gangguan Mental

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI