Pemudik Wajib Tahu! Ini Penyebab Ngantuk Saat Berkendara Jauh dan Cara Mengatasinya

Suhardiman

Minggu, 23 Maret 2025 | 16:48 WIB
Pemudik Wajib Tahu! Ini Penyebab Ngantuk Saat Berkendara Jauh dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi - Ini Penyebab Ngantuk Saat Berkendara Jauh dan Cara Mengatasinya. [Shutterstock]

Suara.com - Mengemudi jarak jauh, terutama saat mudik Lebaran bisa menjadi tantangan besar, terutama jika rasa kantuk mulai menyerang.

Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat mengurangi konsentrasi dan memperlambat respons terhadap situasi di jalan.

Mengantuk saat berkendara bisa berakibat fatal, baik untuk pengemudi sendiri, penumpang, maupun pengguna jalan lain.

Dampaknya nggak main-main, karena kantuk menurunkan kemampuan otak buat fokus dan bereaksi cepat.

Ngantuk Saat Mengemudi Bisa Picu Microsleep

Melansir dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, microsleep merupakan kondisi di mana seseorang tanpa sadar tertidur selama beberapa detik.

Namun, durasi microsleep dapat bertambah lama jika seseorang benar-benar memasuki waktu tidur.

Microsleep bisa terjadi dalam beberapa episode yang berdekatan, saat seseorang mencoba dan gagal untuk tetap terjaga.

Ilustrasi - Ini Penyebab Ngantuk Saat Berkendara Jauh dan Cara Mengatasinya. [Antara]
Ilustrasi - Ini Penyebab Ngantuk Saat Berkendara Jauh dan Cara Mengatasinya. [Antara]

Seringkali dalam microsleep, otak membalik dengan cepat antara tertidur dan terjaga.

Apakah Microsleep berbahaya?

Microsleep tidak berbahaya bila terjadi saat kamu tengah bersantai di sofa sambil menonton film hingga larut malam.

Namun, ini bisa jadi masalah jika kamu tertidur ketika meeting di kantor. Bahkan, bisa sangat berbahaya bila terjadi saat kamu mengemudi atau mengoperasikan sebuah mesin, sebab dapat menyebabkan kecelakaan.

Berikut adalah beberapa penyebab kantuk saat berkendara jauh serta cara mengatasinya:

- Kurang Tidur

Tidur yang tidak cukup adalah penyebab utama rasa kantuk. Jika malam sebelumnya tidur terlalu larut atau kualitas tidur buruk, risiko ngantuk di jalan meningkat.

- Kelelahan Fisik atau Mental

Aktivitas berat, stres, atau bekerja terlalu lama tanpa istirahat bisa membuat tubuh dan pikiran lelah, sehingga memicu kantuk.

- Konsumsi Makanan atau Minuman

Makan terlalu banyak (terutama makanan berat atau tinggi karbohidrat) bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti rasa lelet.

Minuman beralkohol atau obat-obatan tertentu (seperti antihistamin) juga bisa memicu rasa ngantuk.

- Waktu Berkendara

Mengemudi pada jam-jam rawan, seperti tengah malam hingga dini hari (biasanya 12:00-6:00) atau sore hari (sekitar 14:00-16:00), ketika ritme sirkadian tubuh naturally turun, sering membuat orang mengantuk.

- Kondisi Lingkungan

Jalan yang monoton (lurus panjang tanpa variasi), cuaca mendung, atau kabin kendaraan yang terlalu hangat bisa memperparah rasa kantuk.

- Gangguan Kesehatan

Kondisi seperti sleep apnea, insomnia kronis, atau kekurangan nutrisi (misalnya rendah zat besi) juga bisa jadi pemicu yang sering tidak disadari.

Cara Mengatasi Kantuk Saat Berkendara Jauh

- Istirahat yang Cukup Sebelum Berkendara

Pastikan tidur minimal 7-8 jam sebelum melakukan perjalanan jauh untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

- Berhenti dan Istirahat Setiap Dua Jam

Menghentikan kendaraan dan beristirahat selama 15-30 menit setiap dua jam sekali dapat membantu menyegarkan tubuh.

- Konsumsi Air yang Cukup

Minum air putih secara teratur untuk mencegah dehidrasi dan menjaga energi tetap stabil.

- Makan dengan Porsi yang Tepat

Pilih makanan ringan dan sehat sebelum berkendara, seperti buah-buahan atau camilan tinggi protein agar energi tetap terjaga.

- Hindari Alkohol dan Obat-obatan Tertentu

Alkohol dan beberapa jenis obat, seperti obat antihistamin atau penenang, dapat menyebabkan kantuk dan memperlambat reaksi.

- Gunakan Musik atau Ventilasi Udara

Menyetel musik dengan tempo cepat atau membuka jendela untuk membiarkan udara segar masuk dapat membantu mengurangi rasa kantuk.

- Gunakan Kopi atau Kafein Secukupnya

Kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi penggunaannya harus tetap terkendali agar tidak menyebabkan efek samping seperti gelisah atau jantung berdebar.

- Gunakan Teman Sebagai Co-Driver

Jika memungkinkan, ajak teman untuk bergantian mengemudi atau berbincang-bincang untuk menjaga kewaspadaan.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat mengurangi risiko kantuk saat berkendara jauh dan memastikan perjalanan yang aman serta nyaman. Tetap waspada dan prioritaskan keselamatan di jalan!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:29 WIB

Standar Keamanan Mobil Ternyata Belum Ramah Perempuan Risiko Cedera Jauh Lebih Tinggi

Standar Keamanan Mobil Ternyata Belum Ramah Perempuan Risiko Cedera Jauh Lebih Tinggi

Otomotif | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:40 WIB

Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang

Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:45 WIB

Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol

Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:27 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:53 WIB

Skandal Airbag Ilegal Asal China Renggut Sepuluh Nyawa Pengguna Mobil di Amerika Serikat

Skandal Airbag Ilegal Asal China Renggut Sepuluh Nyawa Pengguna Mobil di Amerika Serikat

Otomotif | Selasa, 07 April 2026 | 12:59 WIB

Mudik 2026 Lancar dan Aman, DPR Apresiasi Polri

Mudik 2026 Lancar dan Aman, DPR Apresiasi Polri

DPR | Kamis, 02 April 2026 | 11:08 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam

Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam

Foto | Senin, 30 Maret 2026 | 18:54 WIB

Skema One Way Berakhir, Ruas Tol Cipali Kembali Beroperasi Normal

Skema One Way Berakhir, Ruas Tol Cipali Kembali Beroperasi Normal

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:08 WIB

Terkini

Gus Ipul Pastikan Tak Ada Aliran Dana Hasil Korupsi ke Muktamar NU

Gus Ipul Pastikan Tak Ada Aliran Dana Hasil Korupsi ke Muktamar NU

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:11 WIB

29 ASN Kemensos di Sulsel Masuk Daftar PPATK Terindikasi Judi Online

29 ASN Kemensos di Sulsel Masuk Daftar PPATK Terindikasi Judi Online

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 15:11 WIB

3 HP Pesaing Redmi Note 17 yang Baru Meluncur, Performa Mantap

3 HP Pesaing Redmi Note 17 yang Baru Meluncur, Performa Mantap

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 15:10 WIB

Tanah ATR/BPN di Bali Dikuasai Swasta, Ada Dugaan Pembiaran hingga Negara Rugi Rp4,8 Triliun!

Tanah ATR/BPN di Bali Dikuasai Swasta, Ada Dugaan Pembiaran hingga Negara Rugi Rp4,8 Triliun!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:09 WIB

Borobudur dan Prambanan Resmi Jadi Pusat Ibadah Dunia, Pemprov Jateng Siapkan Strategi Baru Ini

Borobudur dan Prambanan Resmi Jadi Pusat Ibadah Dunia, Pemprov Jateng Siapkan Strategi Baru Ini

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 15:07 WIB

Saksi Sebut Serahkan Rp 500 Juta ke Gus Alex, Disebut sebagai Pinjaman

Saksi Sebut Serahkan Rp 500 Juta ke Gus Alex, Disebut sebagai Pinjaman

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:06 WIB

'Kapolri Saya Minta All Out', Titah Prabowo Seret Perusahaan Pembakar Lahan ke Ranah Pidana

'Kapolri Saya Minta All Out', Titah Prabowo Seret Perusahaan Pembakar Lahan ke Ranah Pidana

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:05 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respons Bahlil

Fahd A Rafiq Hattrick Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respons Bahlil

Video | Kamis, 17 September 2026 | 15:05 WIB

Polisi Amankan 10 Remaja Diduga Hendak Tawuran di Asahan, Sita Sajam dan Motor

Polisi Amankan 10 Remaja Diduga Hendak Tawuran di Asahan, Sita Sajam dan Motor

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 15:05 WIB

6 Rekomendasi Facial Wash Salicylic Acid untuk Kulit Berjerawat, Bersihkan Pori Tersumbat

6 Rekomendasi Facial Wash Salicylic Acid untuk Kulit Berjerawat, Bersihkan Pori Tersumbat

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 15:04 WIB

×