Mengintip Skripsi Dono Warkop Lulusan Sosiologi UI, Sudah Bahas Privilege di Tahun 70-an

Yasinta Rahmawati

Selasa, 22 April 2025 | 15:34 WIB
Mengintip Skripsi Dono Warkop Lulusan Sosiologi UI, Sudah Bahas Privilege di Tahun 70-an
Potret almarhum Dono Warkop DKI. (Instagram/ videowarkopdki)

Suara.com - Mendiang Wahjoe Sardono atau Dono dikenal luas sebagai pelawak dan anggota grup legendaris Warkop DKI. Namun di balik sisi humorisnya, Dono juga merupakan akademisi yang cerdas.

Pria kelahiran 1959 tersebut menempuh pendidikan tinggi di salah satu kampus terbaik Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI). Tak cuma menjadi mahasiswa, ia tercatat pernah mengemban tugas sebagai dosen di sana.

Sebagai seorang sarjana Sosiologi, Dono memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial dan pendidikan. Hal itu tercermin dalam topik skripsi yang ia angkat.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @kamusmahasiswa, skripsi yang ditulis Dono pada tahun 1978 rupanya sudah menyorot soal privilege jauh sebelum istilah tersebut viral. Dalam karya ilmiahnya, Dono meneliti bagaimana kondisi sosial dan ekonomi keluarga dapat memengaruhi capaian akademik siswa di bangku sekolah menengah pertama alias SMP.

"HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN PRESTASI MURID DI SEKOLAH (STUDI KASUS SMP NEGERI DESA DELANGGU)," demikian judul skripsi Dono.

Hal yang mencuri perhatian salah satunya ada pada pertanyaan pemantiknya. "Apakah betul demokratisasi pendidikan itu dapat dicapa dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat?"

Berlanjut ke halaman kesimpulan, dalam penelitian yang ia lakukan ternyata menemukan bahwa murid-murid yang pandai ternyata lebih banyak dari keluarga dengan latar belakang baik. Di mana pendidikan orangtua mereka juga berperan penting.

"Pendidikan orangtua yang baik cenderung mempunyai pengaruh terhadap pendidikan anaknya, sebaba orangtua yang demikian mempunyai pandangan terhadap masa depan anaknya," demikian penggalan kesimpulan di halaman skripsi Dono.

Melihat skripsi Dono, warganet dibuat kagum. Tak hanya soal isinya yang berbobot, tapi juga mengingat pada masa itu skripsi masih diketik dengan mesin tik.

baca juga

"Di era tahun 70-an lagi booming-boomingnya ngetik skripsi dengan mesin ketik, hasilnya rapi butuh kesabaran dan kejelian mengetiknya, luar biasa," puji salah satu warganet.

"Mas Dono adalah ciri orang Jenius. Orang jenius macak lawak untuk memberi kritik sosial kemasyarakatan dan hiburan untuk masyarakat," puji yang lain.

Profil Dono Warkop

Dono lahir di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, pada 30 September 1951. Karier Dono di dunia hiburan dimulai saat ia bergabung dengan kelompok lawak Warkop (Warung Kopi) di akhir tahun 1970-an.

Bersama Kasino dan Indro, Warkop awalnya hanya tampil di radio Prambors dengan nama Warkop Prambors, sebelum akhirnya merambah ke dunia film dan televisi dengan nama Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro). Ciri khas Dono di layar lebar adalah karakter lugu, culun, dan polos, yang menjadi sumber tawa penonton.

Berbeda dengan karakternya di layar lebar, sejak muda Dono dikenal sebagai sosok yang cerdas. Dono menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (UI) dan mengambil jurusan Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UI).

Tak hanya sekadar kuliah, Dono juga menjadi dosen di kampusnya sendiri. Ia sempat mengajar sosiologi di FISIP UI, menjadikannya salah satu dari sedikit komedian Indonesia yang juga memiliki latar belakang akademik kuat. Kepandaiannya inilah yang sering kali tercermin dalam gaya humornya yang cerdas dan sarat kritik sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Ijazah, Risman Sianipar Soroti Skripsi Jokowi yang Ternyata Berbeda dengan Teman Seangkatan

Selain Ijazah, Risman Sianipar Soroti Skripsi Jokowi yang Ternyata Berbeda dengan Teman Seangkatan

News | Sabtu, 19 April 2025 | 14:29 WIB

Mpok Atiek Nangis Sesenggukan di Pelukan Indro Warkop Usai Tak Bertemu Bertahun-tahun

Mpok Atiek Nangis Sesenggukan di Pelukan Indro Warkop Usai Tak Bertemu Bertahun-tahun

Entertainment | Kamis, 17 April 2025 | 07:59 WIB

Cek Skripsi Jokowi di UGM, Roy Suryo: Tak Ada Lembar Pengesahan Dosen Penguji

Cek Skripsi Jokowi di UGM, Roy Suryo: Tak Ada Lembar Pengesahan Dosen Penguji

News | Rabu, 16 April 2025 | 14:12 WIB

Terkini

Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari

Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:38 WIB

Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan

Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:35 WIB

Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027

Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:33 WIB

Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:33 WIB

Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan

Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan

Sulsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:32 WIB

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:29 WIB

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:27 WIB

Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan

Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26 WIB

Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan

Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:25 WIB

Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:25 WIB

×