Usai PO pertama, Febrina memutuskan untuk kembali memasarkan perhiasan ASI-nya. Ia memulai dengan belajar Instagram Ads. Dari situlah Abreena semakin dikenal dan mendapat lebih banyak pesanan.
Cermin Emosi dalam Perhiasan

Lebih dari sekadar bisnis, Abreena dibangun atas dasar filosofi bahwa menyusui adalah bentuk cinta dan pengorbanan yang layak dirayakan. Setiap tetes ASI yang dijadikan perhiasan adalah simbol perjuangan, kedekatan, dan koneksi batin antara ibu dan anak.
Tak sembarangan, proses pembuatan perhiasan berbahan dasar ASI ini melewati tahapan panjang dan presisi tinggi.
ASI yang telah diawetkan kemudian dicampur dengan resin khusus dan dibentuk sesuai pesanan pelanggan. Bentuknya bisa berupa liontin, cincin, hingga charm bracelet. Yang membuatnya istimewa, setiap perhiasan dibuat secara personal, mencerminkan cerita dan emosi sang pemesan. Tidak ada dua perhiasan yang benar-benar sama.
Selain ASI, pelanggan juga bisa menambahkan spesimen lain seperti helaian rambut, potongan tali pusat, atau dekorasi tambahan berupa serpihan warna emas dan bunga kering untuk memperindah desain perhiasan.
Memulai usaha di tahun 2023 dengan modal awal Rp351 ribu, kini bisnis perhiasan ASI Abreena telah beromzet antara Rp50 juta hingga Rp80 juta per bulan.
Dalam satu bulan, pesanan yang masuk bisa mencapai 70 hingga 130 order. Dan dari berbagai jenis perhiasan yang ditawarkan, liontin atau pendant menjadi bentuk paling populer di kalangan pelanggan.
Harga dasar perhiasan ASI ini dibanderol Rp279 ribu, sudah termasuk kalung. Namun, pelanggan juga bisa menambahkan spesimen lain seperti rambut atau tali pusar dengan biaya tambahan Rp30 ribu per item.
UMKM dan Perempuan: Abreena sebagai Ruang Aman dan Bisnis yang Berdampak
Sebagai UMKM, Abreena tidak hanya memberi ruang bagi ibu menyimpan kenangan. Dengan pendekatan berbasis komunitas, Abreena membuka juga ruang dialog bagi sesama ibu. Lewat media sosial dan grup pelanggan, para ibu berbagi cerita, pengalaman menyusui, hingga proses healing mereka. Abreena menjadi lebih dari sebuah brand; ia menjelma jadi komunitas yang saling menguatkan.
Ketika ditanya apa harapannya dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Febrina mengaku memiliki harapan besar terhadap perkembangan usahanya. Bukan hanya soal omzet atau perluasan bisnis, tapi lebih ke arah kemandirian: membuat sendiri semua tahapan produksi agar bisa menjaga harga tetap terjangkau, namun tetap memberikan layanan yang personal dan custom untuk setiap pelanggan.
Selain itu, misi sosial juga menjadi fokus utama. Sang founder ingin bisnis ini bisa memberi dampak lebih besar terhadap pendidikan, terutama bagi anak-anak muda yang kurang mampu secara ekonomi dan pendidikan.
“Kami ingin punya impact lebih banyak,” ujar Febrina.
Filosofinya jelas: jika seseorang tidak dibekali pendidikan dan keterampilan, besar kemungkinan mereka hanya menjadi beban — bagi diri sendiri, keluarga, bahkan negara. Karena itu, dalam aktivitas kerja pun diselipkan pembelajaran, termasuk penggunaan instruksi berbahasa Inggris untuk membiasakan para staf muda agar terus belajar dan berkembang.
Abreena juga banyak merekrut anak-anak muda dari latar belakang sulit. Beberapa bahkan hanya lulusan SMA atau SMK yang sudah lama menganggur. Dalam proses rekrutmen, mereka justru lebih memprioritaskan perempuan yang benar-benar membutuhkan dan belum punya akses terhadap pendidikan atau peluang kerja yang layak.
Lebih dari sekadar tempat kerja, sang pemilik ingin menjadikan bisnis ini sebagai ruang pembelajaran. Para staf didorong untuk realistis dalam menghadapi hidup, tidak hanya bergantung pada pasangan atau janji-janji manis masa muda. Mereka diajak melihat kenyataan bahwa hidup itu penuh perjuangan, dan perempuan juga perlu mandiri secara ekonomi.
Dukungan TIKI Seller Online Booking
Perhiasan ASI Abreena telah menghiasi berbagai momen spesial ibu di seluruh penjuru Indonesia — dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Papua — menjadi simbol kasih, kekuatan, dan kenangan yang abadi. Dan untuk kelancaran penjualan, tentu saja urusan logistik menjadi salah satu hal yang penting.
Febrina merasa terbantu dengan menjadi member TIKI Seller Online Booking (SERLOK), yang memang bertujuan membantu UMKM khususnya seller online dengan memberikan kemudahan fasilitas dalam hal pengiriman.
Selain mendapat diskon dan fleksibilitas pembayaran, usahanya juga mendapat fasilitas pick up gratis, hingga bonus dan rewarding seller.
Para member SERLOK bahkan dapat memanfaatkan kanal dan fasilitas TIKI untuk mendukung pengembangan bisnis. Fasilitas ini mencakup kampanye pemasaran di sejumlah Agen Utama, pelatihan dan seminar, peluang pendampingan oleh staf TIKI, serta kemudahan akses layanan keuangan melalui kerja sama dengan institusi seperti BRILink.
Dengan dukungan logistik yang andal dari TIKI melalui program SERLOK, Abreena tidak hanya mampu menjangkau pelanggan di berbagai pelosok negeri, tetapi juga terus bertumbuh sebagai UMKM yang memberdayakan dan menginspirasi.