10 Langkah Mudah Cegah Sampah Mengotori Pantai: Bisa Dilakukan Semua Orang!

M. Reza Sulaiman

Selasa, 20 Mei 2025 | 11:06 WIB
10 Langkah Mudah Cegah Sampah Mengotori Pantai: Bisa Dilakukan Semua Orang!
Pantai di Tulungagung, Jawa Timur, dipenuhi sampah. (ANTARA)

Suara.com - Beberapa hari terakhir, lima kawasan wisata pantai di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tampak kurang sedap dipandang. Bukan karena ombak tinggi atau cuaca buruk, tapi karena tumpukan sampah yang terdampar di sepanjang garis pantai.

Sampah-sampah itu bukan berasal dari wisatawan lokal, melainkan kiriman dari wilayah hulu yang terbawa arus sungai dan akhirnya bermuara di laut lewat Terowongan Niyama.

"Air sungai dari Tulungagung dan Trenggalek bermuara di Sungai Niyama. Saat debit air naik dan terowongan Niyama dibuka, otomatis material sampah ikut terbawa ke pesisir," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Yudha Yanuar Hadi, Senin (19/5/2025), dilansir ANTARA.

Pantai Niyama, Sidem, Gemah, Bayem, dan Midodaren jadi lokasi yang paling terdampak. DLH Tulungagung pun langsung berkoordinasi dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan dibantu oleh Perum Jasa Tirta (PJT) untuk membersihkan tumpukan sampah seperti ranting, batang kayu, dan limbah rumah tangga.

"Sejak awal PJT memang sudah berkomitmen membantu proses pengangkutan sampah yang terbawa luapan air," ujar Yudha.

Masalah ini ternyata bukan hal baru. Menurut DLH, kejadian serupa hampir pasti terjadi setiap musim hujan.

"Meski PJT telah menyiagakan alat berat untuk menyaring sampah sebelum masuk ke terowongan Niyama, volume sampah yang tinggi acap kali menyebabkan material lolos ke muara dan mencemari pantai," jelas Yudha.

Masalah sampah menuntut perhatian serius dari selurh sektor, termasuk rumah tangga. Setiap individu seharusnya sudah mulai memikirkan bagaimana dampak buruk sampah terhadap lingkungan.

Beberapa kebiasaan sederhana di kehidupan sehari-hari bisa membantu mengurangi potensi sampah yang hanyut ke laut. Berikut di antaranya:

baca juga

1. Jangan buang sampah ke selokan atau sungai, sekecil apa pun

Meskipun cuma selembar bungkus permen atau puntung rokok, kalau masuk sungai, bisa ikut terbawa arus hingga ke laut.

2. Pisahkan sampah di rumah

Sampah organik bisa jadi kompos, sementara sampah anorganik bisa dikumpulkan untuk bank sampah atau didaur ulang. Langkah ini sederhana tapi sangat berdampak.

3. Bawa kantong sampah sendiri saat piknik ke alam

Baik itu ke pantai, sungai, atau hutan, pastikan sampahmu tidak tertinggal. Kalau tidak menemukan tempat sampah, simpan dulu dan buang di tempat yang tepat setelahnya.

4. Kurangi plastik sekali pakai

Sedotan, botol air mineral, dan kantong plastik sering kali jadi jenis sampah yang paling mudah terbawa arus air. Gunakan alternatif seperti tumbler, tas belanja kain, atau sedotan stainless.

5. Ikut kegiatan bersih-bersih sungai atau pantai

Beberapa komunitas lokal sering mengadakan kegiatan ini. Selain berkontribusi langsung, kamu juga bisa bersosialisasi dan belajar lebih banyak soal pengelolaan sampah.

6. Bagikan kebiasaan baik di media sosial

Edukasi tidak harus selalu formal. Ceritakan pengalamanmu ikut bersih-bersih, atau tunjukkan cara sederhana kamu menjaga lingkungan. Bisa jadi, temanmu akan ikut terinspirasi.

7. Ajak keluarga dan tetangga ikut peduli

Kesadaran lingkungan lebih mudah tumbuh kalau dibangun bareng-bareng. Mulai dari obrolan ringan soal pentingnya buang sampah di tempatnya bisa jadi awal perubahan.

8. Manfaatkan aplikasi atau layanan pelaporan sampah

Di beberapa daerah, termasuk Tulungagung, sudah ada kanal pengaduan atau laporan jika ada tumpukan sampah di sungai atau selokan. Gunakan fasilitas ini untuk bantu petugas bertindak lebih cepat.

9. Dukung atau donasi ke komunitas lingkungan

Nggak harus selalu turun langsung. Kalau kamu sibuk, bantu dengan berdonasi ke komunitas lokal yang bergerak di bidang pelestarian sungai dan pantai.

10. Pilih produk ramah lingkungan

Mulai perhatikan label dan kemasan barang yang kita beli. Pilih produk dengan kemasan yang bisa didaur ulang atau tanpa plastik. Semakin banyak konsumen yang peduli, semakin banyak produsen yang berubah.

Kondisi pantai yang bersih dan bebas sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan.

Kita sebagai warga yang tinggal di hulu, hilir, bahkan luar daerah pun bisa ambil peran. Dengan langkah kecil dari rumah, siapa tahu musim hujan berikutnya, pantai-pantai kita tetap cantik dan siap menyambut wisatawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kuliner Khas Bengkulu yang Belum Kamu Tahu, Siap-Siap Bikin Ketagihan

5 Kuliner Khas Bengkulu yang Belum Kamu Tahu, Siap-Siap Bikin Ketagihan

Lifestyle | Senin, 19 Mei 2025 | 17:04 WIB

Iklim Ekstrem Ancam Hidup dan Masa Depan Anak, Bagaimana Melindungi Mereka?

Iklim Ekstrem Ancam Hidup dan Masa Depan Anak, Bagaimana Melindungi Mereka?

News | Senin, 19 Mei 2025 | 16:56 WIB

Menelisik Kinerja Emiten Kongsian Aguan dan Salim

Menelisik Kinerja Emiten Kongsian Aguan dan Salim

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 16:26 WIB

Terkini

Far East Movement Ramaikan Launching Skuad dan Jersey Persija Jakarta di JIS

Far East Movement Ramaikan Launching Skuad dan Jersey Persija Jakarta di JIS

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:44 WIB

Atlet Tuli Harus Open Donasi Demi Tampil di Malaysia, Post Anggaran Kemenpora Dikritik Pedas

Atlet Tuli Harus Open Donasi Demi Tampil di Malaysia, Post Anggaran Kemenpora Dikritik Pedas

Video | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Saat Geng Solo Disebut Bergerak Tunggangi Gelombang Kekecewaan Publik

Saat Geng Solo Disebut Bergerak Tunggangi Gelombang Kekecewaan Publik

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Tsunami Terduga TB: Saat Skrining Massal Mengancam Kewarasan Nakes

Tsunami Terduga TB: Saat Skrining Massal Mengancam Kewarasan Nakes

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Bungkam dan Tertunduk, Revaldo Digiring Jalani Tes Kesehatan Usai Ditangkap Buntut Kasus Narkoba

Bungkam dan Tertunduk, Revaldo Digiring Jalani Tes Kesehatan Usai Ditangkap Buntut Kasus Narkoba

Entertainment | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Malaysia Rugi Rp9 T di Emiten Milik Peter Sondakh (BWPT), Anwar Ibrahim Minta Prabowo Turun Tangan

Malaysia Rugi Rp9 T di Emiten Milik Peter Sondakh (BWPT), Anwar Ibrahim Minta Prabowo Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Enam Perusahaan di Kalimantan Dijatuhi Sanksi Imbas Karhutla Areal Konsesi

Enam Perusahaan di Kalimantan Dijatuhi Sanksi Imbas Karhutla Areal Konsesi

Kaltim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Review Is God Is: Balas Dendam Dua Saudari Kembar Penuh Luka

Review Is God Is: Balas Dendam Dua Saudari Kembar Penuh Luka

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Saatnya Coba XL: Pilihan Baru untuk Pengalaman Internet yang Lebih Nyaman

Saatnya Coba XL: Pilihan Baru untuk Pengalaman Internet yang Lebih Nyaman

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Siapa Profesor Solehah Yaacob? Dipecat UIAM Malaysia Buntut Kontroversi Sejarah Melayu

Siapa Profesor Solehah Yaacob? Dipecat UIAM Malaysia Buntut Kontroversi Sejarah Melayu

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:25 WIB

×