Kenali Perbedaan Haji Mabrur dan Haji Tidak Mabrur, Jangan Sampai Ibadahmu Sia-sia!

Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 22 Mei 2025 | 15:10 WIB
Kenali Perbedaan Haji Mabrur dan Haji Tidak Mabrur, Jangan Sampai Ibadahmu Sia-sia!
Perbedaan Haji Mabrur dan Haji Tidak Mabrur (freepik)

Suara.com - Saat ada seseorang yang hendak menunaikan ibadah haji, biasanya sering terdengar doa "Semoga menjadi haji yang mabrur". Lantas, apa perbedaan haji mabrur dan haji tidak mabrur?

Ibadah haji bukan hanya sebuah perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan juga perjalanan batin yang menuntut kesungguhan dan ketulusan hati.

Namun, tidak semua ibadah haji yang dilakukan dapat dipastikan diterima oleh Allah SWT. Ada istilah yang sering muncul dalam pembahasan haji, yakni haji mabrur dan haji tidak mabrur atau memiliki istilah haji mardud.

Berikut ini ulasan lengkap terkait perbedaan haji mabrur dan haji tidak mabrur, seperti dikutip dari NU Online dan sumber lainnya.

Pengertian Haji Mabrur

Haji mabrur adalah hajinya seseorang yang diterima Allah SWT dengan pahala dan balasan surga sebagai ganjarannya.

"Mabrur" berasal dari bahasa Arab yang mengandung arti ketaatan dan bakti, dan secara umum diartikan sebagai haji yang diterima serta menimbulkan perubahan baik pada diri orang yang melaksanakannya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga" (HR. Bukhari dan Muslim).

Ciri utama haji mabrur yaitu:

1. Niat yang Ikhlas

baca juga

Pelaksanaan ibadah haji harus didasari oleh niat yang murni hanya karena Allah SWT, tanpa ada unsur pamer, riya, atau tujuan duniawi lainnya.

2. Perubahan Perilaku

Setelah kembali dari Tanah Suci, seorang haji mabrur menunjukkan perubahan positif yang nyata dalam kehidupannya. Ia menjadi lebih rajin beribadah, meningkatkan kepedulian sosial, santun dalam berbicara, dan menjauhi perbuatan dosa.

3. Mengamalkan Sunnah

Selama dan setelah haji, pelaku menjaga kesucian dirinya dari perbuatan yang dilarang serta menjalankan sunnah-sunnah haji dengan benar.

4. Menyebarkan Kebaikan

Haji mabrur juga ditandai dengan sikap dermawan, seperti memberi makan orang yang lapar dan menyebarkan kedamaian kepada sesama.

Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa haji mabrur ditandai dengan memberi makanan dan menebar kedamaian.

Pengertian Haji Mardud

Haji mardud adalah haji yang ditolak oleh Allah SWT karena adanya cacat dalam pelaksanaannya, baik dari segi niat, perilaku, maupun pelaksanaan syariat.

Beberapa penyebab haji menjadi mardud adalah:

1. Niat yang Salah atau Tidak Ikhlas

Melakukan ibadah haji dengan niat utama untuk mendapatkan pujian, status sosial, atau agar dipandang hebat oleh orang lain termasuk dalam haji yang mardud.

2. Perbekalan dari Sumber Haram

Misalnya, biaya haji berasal dari uang hasil korupsi, judi, atau usaha yang tidak halal.

3. Pelanggaran Syariat saat Haji

Tidak mengikuti rukun dan wajib haji secara benar, seperti tidak wukuf di Arafah, tidak melontar jumrah, atau melakukan perbuatan terlarang selama berihram.

4. Perilaku Buruk yang Berlanjut

Tidak menunjukkan perubahan perilaku, bahkan tetap melanjutkan dosa selama dan usai melaksanakan haji.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak ada talbiyah bagimu dan tidak ada keberuntungan atasmu karena makananmu haram, pakaianmu haram, dan hajimu ditolak."

Ini menunjukkan betapa seriusnya konsekuensi jika haji dilakukan dengan perbekalan yang tidak halal dan niat yang tidak benar.

Perbedaan Haji Mabrur dan Haji Tidak Mabrur (Haji Mardud)

Secara garis besar, perbedaan paling mendasar antara haji mabrur dan haji mardud terletak pada niat, pelaksanaan, dan hasil dari ibadah tersebut.

Haji mabrur dilandasi niat yang bersih dan ikhlas, pelaksanaan yang sesuai syariat, serta diikuti dengan perubahan sikap yang baik dan kepedulian sosial yang meningkat.

Di sisi lain, haji mardud cenderung terjadi ketika niat berhaji tidak murni, pelaksanaan tidak sesuai syariat, dan orang tersebut tidak mengalami perubahan positif.

Haji mabrur membawa berkah dan pahala, sedangkan haji mardud harus diulang kembali karena ibadahnya tidak diterima.

Oleh sebab itu, penting bagi setiap calon jamaah haji untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental, spiritual, dan finansial agar haji yang dijalankan benar-benar menjadi haji mabrur.

Demikianlah penjelasan lengkap terkait perbedaan haji mabrur dan haji tidak mabrur. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Rekomendasi Paket Skincare Haji dan Umrah, Kulit Terlindungi Selama Ibadah

6 Rekomendasi Paket Skincare Haji dan Umrah, Kulit Terlindungi Selama Ibadah

Lifestyle | Kamis, 22 Mei 2025 | 09:39 WIB

7 Perbedaan Haji Reguler dan Haji Plus, Calon Jemaah Wajib Tahu

7 Perbedaan Haji Reguler dan Haji Plus, Calon Jemaah Wajib Tahu

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 18:51 WIB

Terkini

Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk

Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:30 WIB

PLTP Gunung Ungaran Tak Cuma Soal Listrik, Ini yang Perlu Dikaji

PLTP Gunung Ungaran Tak Cuma Soal Listrik, Ini yang Perlu Dikaji

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:29 WIB

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:28 WIB

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:25 WIB

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:24 WIB

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:21 WIB

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:19 WIB

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

×