Bahaya Sering Konsumsi Minuman Manis, Kesehatan Ginjal Bisa Jadi Taruhan

Selasa, 27 Mei 2025 | 17:35 WIB
Bahaya Sering Konsumsi Minuman Manis, Kesehatan Ginjal Bisa Jadi Taruhan
ilustrasi minum minuman manis.[Pexels]
  • Buang air kecil segera ketika merasakan kandung kemiih penuh
  • Mengontrol tekanan darah
  • Menjaga kesehatan kesehatan tulang
  • Konsumsi makanan bernutrisi dan yang mudah meregenerasi sel darah merah
  • Menyeimbangkan asupan mineral ke dalam tubuh

2. Ketahui tingkat risiko

Ada beberapa orang dengan penyakit tertentu atau faktor lain berisiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal

Enam faktor risiko utamanya adalah penyakit diabetes, hipertensi, penyakit jantung, riwayat keluarga gagal ginjal, riwayat cedera ginjal akut, dan obesitas.

Sementara faktor lainnya yang tidak berkaitan dengan penyakit adalah usia 60 tahun ke atas, berat badan lahir rendah, penggunaan obat NSAID dalam waktu lama, gangguan autoimun, infeksi saluran kemih kronis, dan batu ginjal.

3. Kenali gejalanya

Kebanyakan orang dengan penyakit ginjal dini tidak memiliki gejala, oleh karena itu deteksi dini sangat penting. Berikut gejala umum dari penyakit ginjal:

  • Kelelahan atau kelemahan ekstrem
  • Sulit atau nyeri saat buang air kecil
  • Air kencing berbusa
  • Air kencing berwarna merah muda dan gelap atau terdapat darah dalam urin
  • Rasa haus meningkat
  • Sering punya keinginan untuk buang air kecil
  • Wajah, tangan, perut, tungkai, kaki, terlihat bengkak
Ilustrasi minuman manis. [Freepik]
Ilustrasi minuman manis. [Freepik]

4. Lakukan tes

Jika kamu atau orang yang disayangi termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, mintalah untuk tes ini kepada dokter. Berikut beberapa tes untuk melihat kesehatan ginjal:

- Tes darah

Baca Juga: Angka Gagal Ginjal Meningkat, Terapi Hemodiafiltrasi jadi Harapan Baru

Tekanan darah tinggi dapat merusak jantung dan ginjal. Tekanan darah tinggi juga dapat merusak glomerulus, yang merupakan unit penyaringan kecil yang terdiri dari kumpulan pembuluh darah kecil di ginjal.

Tekanan darah tinggi merupakan penyebab gagal ginjal terbanyak kedua setelah diabetes.

- Tes urin

Jejak sejenis protein, albumin, dalam urin (albuminuria) mungkin merupakan tanda awal penyakit ginjal. Jumlah albumin dan protein lain yang teratur dalam urin (proteinuria) mengindikasikan kerusakan ginjal.

- Tes darah

Tes ini mengukur seberapa baik ginjal menyaring darah. Tenaga kesehatan mengukur kadar kreatinin dalam darah dan melakukan perhitungan untuk mengetahui perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI