Bahaya Sering Konsumsi Minuman Manis, Kesehatan Ginjal Bisa Jadi Taruhan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 27 Mei 2025 | 17:35 WIB
Bahaya Sering Konsumsi Minuman Manis, Kesehatan Ginjal Bisa Jadi Taruhan
ilustrasi minum minuman manis.[Pexels]

Suara.com - Minuman kemasan yang manis memang menyegarkan, terlebih jika dikonsumsi dalam keadaan cuaca terik di siang hari. Namun, terlalu sering mengonsumsinya akan berbahaya bagi kesehatan, terutama ginjal.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai hubungan gula dengan ginjal, mari kita mencari tahu lebih dulu apa yang dimaksud dengan gula.

Apa sebenarnya gula itu?

Dikutip dari laman resmi National Kidney Foundation, gula terbagi menjadi beberapa jenis, yakni fruktosa, glukosa, dann sukrosa. Semua jenis itu diproses oleh tubuh secara berbeda.

Buah biasanya mengandung gula alami. Sementara makanan olahan juga mengandung gula olahan.

Bila gula alami bagus untuk tubuh, pemanis buatan atau olahan yang akan membuat tubuh tidak sehat. Masalah yang timbul akibat konsumsi berlebihan adalah penambahan berat badan, diabetes, dan obesitas.

Pengunjung memilih produk minuman berpemanis di salah satu ritel di Jakarta, Senin (18/12/2023).  [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung memilih produk minuman berpemanis di salah satu ritel di Jakarta, Senin (18/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Bagaimana gula memengaruhi ginjal?

Gula tidak menjadi masalah bagi ginjal bila dikonsumsi dalam jumlah normal. Tetapi bila terlalu banyak, maka akan memicu penyakit diabetes 2.

Ketika kadar gula darah tinggi, maka akan semakin banyak gula yang dibuang melalui urin.

baca juga

Pada ginjal yang normal, hal itu tidak menjadi masalah. Tetapi bila sudah menderita diabetes, risikonya adalah kerusakan ginjal.

Diabetes yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah ginjal dan menghancurkan penyaring ginjal. Pada titik ini, ginjal tidak dapat lagi menjalankan tugasnya secara efektif.

Ketika pembuluh darah di ginjal terluka, ginjal tidak dapat membersihkan darah dengan baik, sehingga lebih banyak air dan garam yang tertahan dan bahan limbah menumpuk di dalam darah.

Cara menjaga kesehatan ginjal

Ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan ginjal supaya tidak mengalami kerusakan dan berakhir terkena gagal ginjal. Berdasarkan laman yang sama, berikut cara menjaga kesehatan ginjal:

1. Mengetahui fakta tentang ginjal

  • Buang air kecil segera ketika merasakan kandung kemiih penuh
  • Mengontrol tekanan darah
  • Menjaga kesehatan kesehatan tulang
  • Konsumsi makanan bernutrisi dan yang mudah meregenerasi sel darah merah
  • Menyeimbangkan asupan mineral ke dalam tubuh

2. Ketahui tingkat risiko

Ada beberapa orang dengan penyakit tertentu atau faktor lain berisiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal

Enam faktor risiko utamanya adalah penyakit diabetes, hipertensi, penyakit jantung, riwayat keluarga gagal ginjal, riwayat cedera ginjal akut, dan obesitas.

Sementara faktor lainnya yang tidak berkaitan dengan penyakit adalah usia 60 tahun ke atas, berat badan lahir rendah, penggunaan obat NSAID dalam waktu lama, gangguan autoimun, infeksi saluran kemih kronis, dan batu ginjal.

3. Kenali gejalanya

Kebanyakan orang dengan penyakit ginjal dini tidak memiliki gejala, oleh karena itu deteksi dini sangat penting. Berikut gejala umum dari penyakit ginjal:

  • Kelelahan atau kelemahan ekstrem
  • Sulit atau nyeri saat buang air kecil
  • Air kencing berbusa
  • Air kencing berwarna merah muda dan gelap atau terdapat darah dalam urin
  • Rasa haus meningkat
  • Sering punya keinginan untuk buang air kecil
  • Wajah, tangan, perut, tungkai, kaki, terlihat bengkak
Ilustrasi minuman manis. [Freepik]
Ilustrasi minuman manis. [Freepik]

4. Lakukan tes

Jika kamu atau orang yang disayangi termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, mintalah untuk tes ini kepada dokter. Berikut beberapa tes untuk melihat kesehatan ginjal:

- Tes darah

Tekanan darah tinggi dapat merusak jantung dan ginjal. Tekanan darah tinggi juga dapat merusak glomerulus, yang merupakan unit penyaringan kecil yang terdiri dari kumpulan pembuluh darah kecil di ginjal.

Tekanan darah tinggi merupakan penyebab gagal ginjal terbanyak kedua setelah diabetes.

- Tes urin

Jejak sejenis protein, albumin, dalam urin (albuminuria) mungkin merupakan tanda awal penyakit ginjal. Jumlah albumin dan protein lain yang teratur dalam urin (proteinuria) mengindikasikan kerusakan ginjal.

- Tes darah

Tes ini mengukur seberapa baik ginjal menyaring darah. Tenaga kesehatan mengukur kadar kreatinin dalam darah dan melakukan perhitungan untuk mengetahui perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR).

Dari penjelasan di atas, kita perlu menjaga kesehatan secara menyeluruh supaya tidak terkena penyakit mematikan. Termasuk penyakit ginjal yang sulit disembuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Gadis 18 Tahun Kena Autoimun & Gagal Ginjal, Riwayat Sering Jajan Seblak dan Minuman Kemasan

Viral Gadis 18 Tahun Kena Autoimun & Gagal Ginjal, Riwayat Sering Jajan Seblak dan Minuman Kemasan

Lifestyle | Senin, 26 Mei 2025 | 17:46 WIB

Harus Pilih-Pilih, Penderita Sakit Ginjal Disarankan Hindari 6 Olahraga Ini agar Tidak Cedera

Harus Pilih-Pilih, Penderita Sakit Ginjal Disarankan Hindari 6 Olahraga Ini agar Tidak Cedera

Lifestyle | Sabtu, 24 Mei 2025 | 12:42 WIB

4 Tanda Kekurangan Vitamin D yang Sering Diabaikan, padahal Sering Dirasakan Sehari-hari

4 Tanda Kekurangan Vitamin D yang Sering Diabaikan, padahal Sering Dirasakan Sehari-hari

Lifestyle | Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:55 WIB

Terkini

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:22 WIB

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 19:21 WIB

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:20 WIB

×