Dedi Mulyadi Berencana Atur Siswa Jabar Masuk Jam 6 Pagi, Dokter Anak: Ganggu Perkembangan

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 04 Juni 2025 | 11:09 WIB
Dedi Mulyadi Berencana Atur Siswa Jabar Masuk Jam 6 Pagi, Dokter Anak: Ganggu Perkembangan
Ilustrasi siswa SD di sekolah. (SuaraSulsel.id/Lorensia Clara)

Suara.com - Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terapkan aturan murid SD masuk jam 6 pagi di seluruh Jawa Barat, mendapat tanggapan dokter spesialis anak yang menilai berisiko ganggu perkembangan buah hati.

Dokter Spesialis Anak dr. Ian Suryadi Setja M.Med Sc, Sp.A, mengatakan kebijakan murid SD masuk jam 6 pagi bisa ganggu pertumbuhan anak hingga kemampuan menyerap pelajaran di sekolah jadi tidak maksimal.

Menurut dr. Ian, karena masih dalam masa pertumbuhan, anak SD membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang, yaitu antara 10 hingga 12 jam. Sehingga dengan masuk sekolah jam 6 pagi, mereka harus bangun minimal jam 5 pagi.

Bangun jam 5 pagi, kata dr. Ian, agar waktu tidur anak cukup, maka anak harus tidur awal jam 7 malam yang dinilai cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dedi Mulyadi (Instagram)
Dedi Mulyadi (Instagram)

"Kalau misalnya SD kan setidaknya masih ada 10 sampai 12 jam. Jadi ya tadi kalau misalnya dia mesti bangun jam 5 pagi, masa jam 5 sore atau jam 7 sore udah harus tidur, kan nggak bagus ya. 10 jam lah kalau bisa tetap sehari," ujar dr. Ian dalam acara memperingati Hari Susu Sedunia di Jakarta, Senin (2/6/2025).

Kekurangan tidur inilah yang menurut dr. Ian berimbas pada banyak hal. Ini karena saat tidur, otak anak akan berkembang. Tapi jika kekurangan tidur, otak tidak beristirahat yang dampaknya sel otak baru sulit diproduksi.

"Yang penting intinya, kalau anak kurang tidur, jumlah tidurnya kurang, pasti dia punya otak juga nggak akan bisa istirahat dengan bagus. Sehingga nanti bisa berisiko tinggi untuk mengalami gangguan perkembangan di kemudian hari," ungkapnya.

Bukan cuma itu, nantinya apabila sang buah hati kekurangan tidur juga bisa memengaruhi emosi. Hasilnya, anak tersebut bisa mudah tantrum dan tidak bisa maksimal menerima pelajaran di sekolah karena kekurangan tidur.

Ilustrasi murid SD, siswa SD. (Pexels/Irgi Nur Fadil)
Ilustrasi murid SD, siswa SD. (Pexels/Irgi Nur Fadil)

"Perilakunya jadi lebih agresif mungkin, terus kemudian yang pergaulannya juga jadi kurang bertenaga, apa segala macam itu jadi efeknya banyak," jelas dr. Ian.

baca juga

Efek domino jam masuk murid SD pada pukul 06.00 WIB juga diyakini dr. Ian akan berdampak pada orang tua yang lebih kelelahan. Ini karena saat anak harus bangun berangkat sekolah, maka orang tua punya tugas lebih, yaitu menyiapkan bekal hingga mengantar mereka.

"Kalau saya sih kurang setuju ya. Contohnya aja di luar negeri kan juga nggak ada yang sampai masuk jam 6 pagi. Kalau jam 6 pagi, sama aja bangunnya siap-siap jam 5," katanya.

"Bukan cuma anak yang mengalami kelelahannya, tapi orang tua yang nyiapin sarapan, yang nyiapin apa juga pasti bangunnya jauh lebih pagi. Jadi menurut saya nggak terlalu efektif sih," sambung dr. Ian.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi memberikan instruksi semua kabupaten dan kota provinsi untuk memberlakukan aturan baru sekolah SD hingga SMP memiliki jam malam yakni pukul 21.00–04.00 WIB.

"Untuk jam malam, aturan tersebut mulai diberlakukan bulan Juni 2025, dengan pembatasan aktivitas para siswa atau pelajar di luar rumah mulai pukul 21.00–04.00 WIB," kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Minggu.

Aturan berikutnya yang ingin diterapkan Dedi di seluruh Jawa Barat adalah penerapan jam pelajaran bagi para pelajar dimulai dari pukul 06.00 WIB.

"Dulu waktu jadi Bupati Purwakarta, saya bupati pertama yang membuat hari belajar sampai hari Jumat, dan jam pelajarannya mulai pukul 06.00 pagi. Tidak apa-apa mulai pukul 06.00, tapi belajarnya kan sampai Jumat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Pagi Buta: Antara Ambisi Dedi Mulyadi dan Tumbuh Kembang Anak

Sekolah Pagi Buta: Antara Ambisi Dedi Mulyadi dan Tumbuh Kembang Anak

Liks | Rabu, 04 Juni 2025 | 07:39 WIB

Respons Wamendikdasmen Soal Kebijakan KDM Masuk Sekolah Jam 6 Pagi: Mau Istikharah Dulu

Respons Wamendikdasmen Soal Kebijakan KDM Masuk Sekolah Jam 6 Pagi: Mau Istikharah Dulu

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 16:50 WIB

Dedi Mulyadi Mau Anak Sekolah Masuk Jam 6 Pagi, Komisi X DPR: Tolong Dikaji Dulu Secara Mendalam

Dedi Mulyadi Mau Anak Sekolah Masuk Jam 6 Pagi, Komisi X DPR: Tolong Dikaji Dulu Secara Mendalam

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 15:10 WIB

Terkini

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

×