Startup Ini Ubah Jamur Jadi Tas Mewah untuk Stella McCartney

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 11 Juni 2025 | 15:51 WIB
Startup Ini Ubah Jamur Jadi Tas Mewah untuk Stella McCartney
Tas dari Jamur Stella McCartney. (Dok. Stella McCartney)

Suara.com - Di tengah meningkatnya kesadaran tentang isu keberlanjutan, ada berbagai inovasi ramah lingkungan yang hadir di berbagai sektor. Salah satunya adalah inovasi material kulit untuk tas yang tidak lagi menggunakan kulit hewan sebagai bahan utamanya.

Hydefy, sebuah start-up asal Chicago, turut berkontribusi dalam hal ini. Mereka berhasil mengolah jamur menjadi kulit vegan.

Dengan material yang mereka kembangkan, Hydefy menjalin kolaborasi dengan perancang busana mewah yang dikenal dengan konsep berkelanjutan, Stella McCartney. Hasil kolaborasi ini berupa tas mewah bernama Stella Ryder.

Tas ini tidak dibuat dari kulit hewan, melainkan Fy, yaitu miselium yang telah dikembangkan dan dipatenkan oleh Fynder Group, perusahaan induk dari Hydefy.

Miselium adalah jaringan halus dari jamur yang disebut hifa. Bagian dari jamur ini banyak dimanfaatkan menjadi produk yang ramah lingkungan.

Fy sendiri berasal dari jamur yang ditemukan pada penelitian yang didukung oleh NASA di Taman Nasional Yellowstone. Jamur tersebut bernama Fusarium strain flavolapis.

Untuk mengolahnya menjadi kulit vegan, jamur tersebut perlu melewati proses fermentasi yang telah dikembangkan secara khusus. Jamur akan diolah bersama limbah tebu untuk menghasilkan material yang kuat dan fleksibel.

Keunggulan dari Hydefy tidak terbatas pada fungsinya sebagai kulit untuk tas. Material ini serbaguna dan dapat digunakan di berbagai sektor, mulai dari fesyen, otomotif, hingga interior.

Co-Founder dan CEO dari Fynder Group, Thomas Jonas, mengatakan bahwa inovasi ini bukan sekadar alternatif. Hydefy dapat menjadi masa depan tekstil yang berkualitas tinggi.

baca juga

“Kami membuktikan bahwa bahan yang inovatif dapat memenuhi standar tertinggi dalam hal daya tahan, kualitas, dan estetika — memberikan kesempatan bagi para desainer untuk berkreasi dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Hal ini merupakan perubahan besar bagi industri yang telah lama mengandalkan bahan yang menguras banyak sumber daya,” ujar Jonas, dikutip dari Globe Newswire.

Selain itu, kulit vegan berbasis jamur ini juga menawarkan berbagai dampak positif lainnya. Mengutip dari The Momentum, berikut adalah beberapa keunggulan kulit vegan dari jamur terhadap lingkungan.

1. Tidak menghabiskan banyak sumber daya alam

Menurut Green Welfare Indonesia, peternakan hewan telah menggunakan sepertiga dari lahan bebas es di bumi. Bahkan, sektor ini juga menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar selain transportasi.

Berbeda dengan hewan ternak yang memerlukan lahan luas serta konsumsi air dan pakan dalam jumlah besar, jamur dapat tumbuh dengan efisien menggunakan sumber daya yang jauh lebih sedikit, sehingga lebih ramah lingkungan.

2. Tidak menimbulkan polusi yang berbahaya

Kulit vegan dari jamur seperti Hydefy bersifat alami dan ramah lingkungan. Selain itu, material ini dapat diuraikan dengan mudah karena tidak menggunakan bahan kimia yang beracun.

Sementara itu, dalam produksi kulit hewan diperlukan proses yang menggunakan bahan kimia seperti kromium. Zat ini dapat mencemari tanah dan air hingga membahayakan kesehatan manusia.

3. Mendukung konsep ekonomi sirkular

Proses produksi kulit vegan dari jamur selaras dengan prinsip ekonomi sirkular karena dapat menciptakan siklus produk yang berkelanjutan.

Material ini dapat didaur ulang menjadi kompos organik, sehingga memperpanjang umur penggunaan serta mengurangi limbah.

4. Menghasilkan jejak karbon yang rendah

Miselium, sebagai bahan dasar kulit jamur, tidak membutuhkan banyak energi untuk tumbuh. Dalam proses produksi yang terkontrol, emisi karbon yang dihasilkan dari miselium tetap rendah dan jauh lebih kecil dibandingkan dengan emisi gas rumah kaca dari industri peternakan.

5. Diproduksi secara etis

Bagi sebagian orang, penggunaan kulit hewan dianggap tidak etis karena melibatkan proses penyembelihan hewan.

Kulit vegan dari jamur memberikan solusi yang tidak melibatkan penderitaan dari hewan, sehingga menjadi pilihan yang lebih etis sekaligus berkualitas tinggi.

Penulis: Kayla Riasya Salsabilla

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nelayan dan Petani Cilacap Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan

Nelayan dan Petani Cilacap Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 15:08 WIB

Mengenal 6 Bahan Bangunan Ramah Lingkungan, Cocok untuk Generasi Peduli Bumi

Mengenal 6 Bahan Bangunan Ramah Lingkungan, Cocok untuk Generasi Peduli Bumi

Lifestyle | Selasa, 10 Juni 2025 | 15:54 WIB

Eco-Friendly Lifestyle: Hidup Sehat dengan Peduli Sampah Elektronik

Eco-Friendly Lifestyle: Hidup Sehat dengan Peduli Sampah Elektronik

Your Say | Minggu, 08 Juni 2025 | 17:18 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×