Apakah Shalat Tidak Khusyuk Diterima Allah? Ini Penjelasannya

Riki Chandra Suara.Com
Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:15 WIB
Apakah Shalat Tidak Khusyuk Diterima Allah? Ini Penjelasannya
Umat Islam melaksanakan ibadah shalat. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Shalat khusyuk menjadi salah satu tanda keimanan seorang muslim. Dalam Al-Qur’an, Allah menjanjikan keberuntungan bagi orang-orang beriman yang menjalankan salat dengan penuh kekhusyukan.

Namun, bagaimana jika shalat dilakukan tanpa khusyuk, apakah tetap diterima?

Mengutip ulasan situs resmi Muhammadiyah, khusyuk berasal dari kata khasya‘a yang berarti diam, tenang, dan merendahkan diri. Sikap ini mencerminkan kepasrahan jiwa dan raga seorang hamba di hadapan Allah.

Allah berfirman dalam Surah Al-Mukminun ayat 1-2:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya.”

Ayat ini menunjukkan bahwa shalat khusyuk menjadi kunci keberuntungan seorang mukmin. Kekhusyukan juga membuat ibadah terasa ringan, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 45:

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Shalat yang dilakukan dengan khusyuk akan berpengaruh langsung pada kehidupan seorang muslim, menjaganya dari perilaku keji dan mungkar, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 45.

Cara Meraih Kekhusyukan dalam Shalat

Para ulama memberikan sejumlah cara agar seseorang bisa meraih kekhusyukan saat shalat, di antaranya:

- Mengenal Allah dengan benar (ma‘rifatullah).
- Mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah.
- Membaca bacaan shalat dengan perlahan dan penuh penghayatan.
- Menganggap setiap shalat adalah salat terakhir.
- Mengembalikan pikiran yang melayang agar sadar sedang menghadap Allah.
- Menyiapkan kondisi fisik dan lingkungan agar lebih fokus beribadah.

Rasulullah SAW juga menasihati agar seorang muslim tidak tergesa-gesa salat jika makanan telah dihidangkan:

“Apabila makan malam sudah dihidangkan sedangkan shalat jamaah sudah dikumandangkan iqamatnya, maka dahulukanlah makan.” (HR. Bukhari, No. 5042).

Khusyuk Bukan Syarat Sah Shalat

Meski sangat dianjurkan, para ulama menegaskan bahwa khusyuk tidak termasuk syarat sah shalat. Syarat sahnya mencakup menghadap kiblat, menutup aurat, dan suci dari hadas. Sedangkan rukunnya meliputi niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, rukuk, i‘tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud, shalawat, dan salam dengan tuma’ninah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI