Festival Bodri 2025 Jadi Wadah Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelestarian DAS Bodri

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Kamis, 18 September 2025 | 11:05 WIB
Festival Bodri 2025 Jadi Wadah Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelestarian DAS Bodri
Kemeriahan Festival DAS Bodri 2025 yang diwarnai dengan kegiatan jalan sehat dan diskusi di kawasan Hutan Edukasi, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kendal, Jawa Tengah, pada 13 dan 14 September 2025.(Dokumentasi pribadi)

Suara.com - Hutan Edukasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kendal, diramaikan ratusan peserta selama dua hari penuh pada 13 dan 14 September 2025. Mereka menghadiri Festival Bodri 2025. Acara digagas kolaborasi Pemerintah Desa Sidodadi, Forum DAS (Fordas) Bodri, Sepkuba, dan beberapa mitra GEF SGP Indonesia. Tujuannya menjadi wadah demi memperkuat kesadaran dan kolaborasi dalam menghadapi masalah lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyoroti pentingnya gaya hidup sehat dan peran generasi muda dalam menjaga alam. Menurut dia, anak muda jangan bermalas-malasan, tapi bergerak agar untuk menjaga kesehatan, menikmati dan turut menjaga alam. Dia menekankan perlunya edukasi lingkungan agar kelestarian alam bisa diwariskan ke generasi mendatang.

"Anak-anak zaman sekarang kan tambah ke sini itu tambah mager, males berat. Apalagi setelah hampir semuanya memiliki HP, nah lewat jalan pagi ini yuk kita olahraga bareng dan juga nanti di finish kita ikutan festival DAS Bodri di Hutan Edukasi untuk menikmati dan turut menjaga alam," ujar Dyah Kartika Permanasari.

Kemeriahan Festival DAS Bodri 2025 yang diwarnai dengan kegiatan jalan sehat dan diskusi di kawasan Hutan Edukasi, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kendal, Jawa Tengah, pada 13 dan 14 September 2025.(Dokumentasi pribadi)
Kemeriahan Festival DAS Bodri 2025 yang diwarnai dengan kegiatan jalan sehat dan diskusi di kawasan Hutan Edukasi, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kendal, Jawa Tengah, pada 13 dan 14 September 2025.(Dokumentasi pribadi)

Rangkaian acara ini sangat beragam. Di hari pertama, diisi dengan kegiatan jalan sehat, dilanjutkan dengan focus group discussion bertema "Pengelolaan DAS Bodri Sebagai Upaya Membangun Peradaban". Ada pula pembagian hadiah dan ditutup penampilan budaya Jaran Kepang. Besoknya, puncak acara dimeriahkan Festival Gledekan Nusantara musim ke-5 permainan tradisional khas warga Kendal. Jumlah partisipannya membludak. Ya, ada 16 tim dengan 49 peserta dari berbagai wilayah di sekitar Kabupaten Kendal.

Bukan cuma itu, untuk memasarkan produk berkelanjutan yang telah dikembangkan MItra GEF SGP Indonesia di wilayah DAS Bodri, ada satu booth di samping panggung utama. Beragam produk kelompok dampingan GEF SGP Indonesia menyita perhatian pengunjung. Sebut saja, kopi, alpukat, madu hutan, tanaman hias dari limbah plastik,ecoprint, dan berbagai produk penunjang pertanian organik seperti pupuk kotoran hewan cair, bakteri fotosintesis, eco enzym, dan pembenah tanah.

Isu-Isu Krusial DAS Bodri dan Solusi Lintas Sektor

Tak hanya sebagai wadah untuk berkolaborasi, Festival DAS Bodri 2025 juga menjadi ajang untuk membahas seputar isu krusial yang menimpa ekosistem lingkungan di daerah alirasi Sungai Bodri. Bukan cuma masalah, mereka juga mendiskusikan solusi-solusi lintas sektor yang bisa diterapkan demi keberlangsungan ekologi di DAS Bodri.

Sekretaris Desa Sidodadi Ali Mashar, tidak memungkiri kondisi DAS Bodri kekinian terus-menerus mengalami kerusakan signifikan. Karena itu, hal ini tidak hanya bisa diselesaikan oleh satu pihak, melainkan kolaborasi lintas sektor agar masalah tersebut mencapai titik terang.

"Masalah DAS Bodri itu tidak bisa diselesaikan hanya oleh salah satu pihak, tapi diperlukan kolaborasi lintas sektor," ucap Ali Mashar yang juga didaulat sebagai perwakilan panitia penyelenggara Festival DAS Bodri 2025. .

Oleh karena itu, acara ini dirancang untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam Green Workshop yang berfokus pada lima isu krusial, yakni alih fungsi lahan, degradasi pangan dan ketahanan pangan, bencana rutin, perubahan perilaku dan ekonomi hijau, hingga manajemen sampah keluarga.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah alih fungsi lahan. Praktik ini marak terjadi di DAS Bodri. Perwakilan dari kehutanan, Muhammad Yusuf Muda, menjelaskan bahwa alih fungsi lahan sering kali tidak memperhatikan dampak ekologis.

"Alih fungsi yang harusnya menghasilkan kaya tukang-tukang raksasa," ujarnya.

Pun Yusuf Muda mencontohkan bagaimana lahan pertanian produktif diubah menjadi perumahan atau industri tanpa perencanaan yang matang. Kondisi ini tidak hanya menghilangkan area resapan air, namun juga memicu konflik lahan antarpihak dan merusak keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.

Makanya, menurut Yusuf Muda, ada kebutuhan terkait regulasi yang tegas dan pengawasan ketat dari pihak pemerintah untuk memastikan optimalisasi tata guna lahan yang berkelanjutan.

Isu degradasi lahan juga menjadi sorotan utama dalam kaitannya dengan ketahanan pangan. Pembicara dari Universitas Semarang (USM) Dewi Larasati, menjelaskan, penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan menjadi penyebab utama lahan mengeras dan produktivitasnya menurun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kendal Tornado FC Menggila di Laga Pamungkas, Stefan Keeljes Puji Performa Pemain

Kendal Tornado FC Menggila di Laga Pamungkas, Stefan Keeljes Puji Performa Pemain

Bola | Senin, 04 Mei 2026 | 12:16 WIB

Gelandang Asal Brasil Ini Mendadak Galau Bersama Kendal Tornado FC, Ini Penyebabnya

Gelandang Asal Brasil Ini Mendadak Galau Bersama Kendal Tornado FC, Ini Penyebabnya

Bola | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:53 WIB

Dijamu PSIS Semarang, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan

Dijamu PSIS Semarang, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan

Bola | Jum'at, 24 April 2026 | 19:33 WIB

Semarak Dirgahayu ke-96 PSSI, Momen Kendal Tornado FC dan Deltras Gelar Potong Tumpeng

Semarak Dirgahayu ke-96 PSSI, Momen Kendal Tornado FC dan Deltras Gelar Potong Tumpeng

Bola | Senin, 20 April 2026 | 12:12 WIB

Raih Gelar Young Player of The Month, Muhammad Ragil Ingin Terus Belajar

Raih Gelar Young Player of The Month, Muhammad Ragil Ingin Terus Belajar

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 21:41 WIB

Catatan Stefan Keeltjes Usai Kendal Tornado FC Dikalahkan Persiku Kudus

Catatan Stefan Keeltjes Usai Kendal Tornado FC Dikalahkan Persiku Kudus

Bola | Minggu, 05 April 2026 | 16:13 WIB

Laga Beda Misi, Ini Link Live Streaming Persiku Kudus vs Kendal Tornado FC

Laga Beda Misi, Ini Link Live Streaming Persiku Kudus vs Kendal Tornado FC

Bola | Sabtu, 04 April 2026 | 14:21 WIB

Hadapi Persiku, Kendal Tornado FC Diperkuat Tambahan Dua Amunisi Eks Timnas Indonesia

Hadapi Persiku, Kendal Tornado FC Diperkuat Tambahan Dua Amunisi Eks Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 20:24 WIB

Kendal Tornado FC Diimbangi PSS Sleman, Stefan Keeljtes Tetap Apresiasi Kerja Keras Pemain

Kendal Tornado FC Diimbangi PSS Sleman, Stefan Keeljtes Tetap Apresiasi Kerja Keras Pemain

Bola | Senin, 30 Maret 2026 | 17:49 WIB

Patrick Cruz: Detail-detail Kecil Akan Menentukan Hasil vs PSS Sleman

Patrick Cruz: Detail-detail Kecil Akan Menentukan Hasil vs PSS Sleman

Bola | Jum'at, 27 Maret 2026 | 21:34 WIB

Terkini

Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Urutan Skincare Pigeon Pagi dan Malam agar Kulit Glowing Alami

Urutan Skincare Pigeon Pagi dan Malam agar Kulit Glowing Alami

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:20 WIB

Kulit Sensitif Apa Boleh Pakai Retinol? Ini Tips Aman agar Tidak Iritasi

Kulit Sensitif Apa Boleh Pakai Retinol? Ini Tips Aman agar Tidak Iritasi

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:10 WIB

Apa Arti Smudge Proof? Ini 4 Lipstik Tahan Geser yang Awet Seharian

Apa Arti Smudge Proof? Ini 4 Lipstik Tahan Geser yang Awet Seharian

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:50 WIB

4 Shio Paling Hoki 7 Mei 2026: Rezeki Mengalir, Karier dan Cinta Bersinar Besok

4 Shio Paling Hoki 7 Mei 2026: Rezeki Mengalir, Karier dan Cinta Bersinar Besok

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

Apa Beda Waterproof dan Transferproof? Ini 5 Cushion dengan Dua Kelebihan Sekaligus

Apa Beda Waterproof dan Transferproof? Ini 5 Cushion dengan Dua Kelebihan Sekaligus

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:26 WIB

Cushion Somethinc Copy Paste untuk Kulit Apa? Ini Harga dan Kelebihan Produknya

Cushion Somethinc Copy Paste untuk Kulit Apa? Ini Harga dan Kelebihan Produknya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Ella Skincare Apakah Sudah BPOM? Ini Faktanya

Ella Skincare Apakah Sudah BPOM? Ini Faktanya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:35 WIB

Keberuntungan Berpihak ke 5 Shio Ini Pada 7 Mei 2026, Siap-Siap Cuan!

Keberuntungan Berpihak ke 5 Shio Ini Pada 7 Mei 2026, Siap-Siap Cuan!

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31 WIB

Suka Wangi Minimalis? Intip 7 Parfum Aroma Clean dari Harga Lokal Hingga Luxury

Suka Wangi Minimalis? Intip 7 Parfum Aroma Clean dari Harga Lokal Hingga Luxury

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:11 WIB