Laut Indonesia Darurat! Komunitas ORCA Serukan Kolaborasi Global Selamatkan Masa Depan Maritim

Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 25 September 2025 | 19:07 WIB
Laut Indonesia Darurat! Komunitas ORCA Serukan Kolaborasi Global Selamatkan Masa Depan Maritim
Laut Indonesia Darurat! ORCA Serukan Kolaborasi Global Selamatkan Masa Depan Maritim (Dok. Istimewa)
  • ORCA dorong target 30×30 demi laut lestari dan Indonesia Emas 2045.
  • Menata laut jadi kunci pangan, ekosistem, dan masa depan pesisir.
  • Perlindungan laut harus nyata, bukan sekadar slogan.

Suara.com - Laut Indonesia, yang membentang luas dengan kekayaan hayati dan budaya maritimnya, kini berada dalam ancaman serius. Hilangnya keanekaragaman hayati, polusi plastik yang kian parah, praktik penangkapan ikan berlebihan, hingga lemahnya tata kelola laut lepas menjadi tantangan besar yang tidak bisa dihadapi sendirian. 

Karena itu, Komunitas ORCA (Orkestra Rakyat Cinta Samudera) memilih momentum Hari Maritim Internasional untuk menyuarakan dukungan pada target global 30×30—perlindungan minimal 30 persen lautan dunia pada 2030.

“Laut tidak punya paspor. Arus, stok ikan, dan polutan bergerak melintasi negara. Karena itu kami menyampaikan seruan 30×30 pada momentum internasional agar suara komunitas pesisir Indonesia masuk ke meja kebijakan dunia, tanpa mengurangi hormat kami pada Hari Maritim Nasional,” ujar Aishah Gray, Direktur DerNas (Dermaga Nasional) ORCA.

Bagi ORCA, lautan bukan sekadar ruang hidup, tetapi fondasi bagi cita-cita Indonesia Emas 2045: maju, adil, dan sejahtera. Karenanya langkah menuju masa depan itu harus dilakukan dengan cara menyeleruh.

Laut Indonesia Darurat! ORCA Serukan Kolaborasi Global Selamatkan Masa Depan Maritim (Dok. Istimewa)
Laut Indonesia Darurat! ORCA Serukan Kolaborasi Global Selamatkan Masa Depan Maritim (Dok. Istimewa)

Mulai dengan menata laut—memperkuat perlindungan ekosistem, memastikan perikanan berkelanjutan, menuntaskan persoalan sampah, memperbaiki tata ruang laut, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

“Bangsa maritim harus dibuktikan pada kebijakan, anggaran, dan hasil, bukan hanya slogan,” tegas Aishah.

Maka itu, momentum Hari Maritim Internasional dipandang tepat karena persoalan laut bersifat global. Keanekaragaman hayati, polusi, hingga tata kelola laut lepas membutuhkan kolaborasi antarnegara, dukungan hukum internasional, dan pendanaan global. 

Keputusan dunia terkait perdagangan, pelayaran, dan konservasi laut pun memberi dampak langsung ke Nusantara—mulai dari overfishing yang merugikan nelayan kecil hingga ekosistem rusak yang menghambat pariwisata bahari. 

Di tengah berkembangnya agenda 30×30 dan instrumen konservasi laut lepas, Indonesia dituntut hadir sebagai penggerak, bukan sekadar pengikut.

Menata laut berarti menyiapkan fondasi Indonesia Emas. Ekosistem sehat menopang ketahanan pangan dengan stok ikan berkelanjutan sekaligus membuka peluang energi biru dari laut. 

Destinasi bahari yang terlindungi melahirkan pariwisata berkualitas dan pekerjaan layak. Sementara itu, mangrove dan lamun berfungsi menahan abrasi serta badai, menyerap karbon, dan melindungi pemukiman pesisir. 

Di sisi lain, tata kelola laut yang bersih dan transparan akan meningkatkan daya saing global dengan menarik investasi hijau dan akses pembiayaan biru.

“Jika Indonesia Emas adalah tujuan, maka laut yang tertata adalah jalannya. 30×30 bukan sekadar angka, ini strategi pembangunan yang melindungi pangan, budaya, dan masa depan pesisir,” kata Rio Alting, Bendahara DerNas ORCA.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ORCA mendorong sejumlah rekomendasi utama, di antaranya perlindungan kawasan laut harus menekankan kualitas, bukan sekadar luas; praktik overfishing dan destruktif seperti bom ikan, potas, maupun trawl ilegal harus dihentikan.

Serta tata kelola tambang pasir laut harus ketat karena berdampak besar pada erosi dan habitat biota; masalah sampah laut, baik lokal maupun lintas negara, perlu dituntaskan dengan sistem pengelolaan yang standar; serta pendanaan berkelanjutan yang transparan wajib dipastikan agar kebijakan perlindungan tidak berhenti di atas kertas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permukaan Laut Naik Terus, Indonesia Akan Bangun Tanggul Raksasa 480 Km!

Permukaan Laut Naik Terus, Indonesia Akan Bangun Tanggul Raksasa 480 Km!

News | Rabu, 24 September 2025 | 08:33 WIB

Perkuat Pertahanan Laut Indonesia, PLN dan TNI AL Jalin Kolaborasi

Perkuat Pertahanan Laut Indonesia, PLN dan TNI AL Jalin Kolaborasi

News | Kamis, 18 September 2025 | 20:33 WIB

Terungkap! Budidaya Tiram Bukan Biang Kerok Emisi, Malah Jadi Solusi Krisis Iklim?

Terungkap! Budidaya Tiram Bukan Biang Kerok Emisi, Malah Jadi Solusi Krisis Iklim?

Your Say | Kamis, 18 September 2025 | 16:05 WIB

Terkini

Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?

Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:35 WIB

Bolehkah Kurban 1 Ekor Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Hukumnya dalam Islam

Bolehkah Kurban 1 Ekor Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:50 WIB

5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci

5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:15 WIB

Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional

Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:25 WIB

5 Lip Cream Lokal Alternatif Tom Ford Liquid Lip Luxe Matte: Transferproof, Awet hingga 14 Jam

5 Lip Cream Lokal Alternatif Tom Ford Liquid Lip Luxe Matte: Transferproof, Awet hingga 14 Jam

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister

Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:26 WIB

6 Basic Skincare Malam untuk Pemula, Simpel tapi Penting untuk Menjaga Kulit Tetap Sehat

6 Basic Skincare Malam untuk Pemula, Simpel tapi Penting untuk Menjaga Kulit Tetap Sehat

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:10 WIB

Bedak Sudah Mengandung SPF, Perlukah Pakai Sunscreen?

Bedak Sudah Mengandung SPF, Perlukah Pakai Sunscreen?

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:03 WIB

Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran

Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:17 WIB

4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast

4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:05 WIB