Utang Kereta Cepat Seberapa Banyak? Pantas Menkeu Purbaya Ogah Bayar Pakai APBN

Ruth Meliana

Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:39 WIB
Utang Kereta Cepat Seberapa Banyak? Pantas Menkeu Purbaya Ogah Bayar Pakai APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa [Antara/Dhemas Reviyanto]

Suara.com - Usai ditolak tanggungan pembayarannya oleh Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan, banyak warganet ingin tahu, seberapa besar sebenarnya utang kereta cepat?

Melalui penjelasan terbarunya, Purbaya mengungkapkan alasannya menolak pembayaran utang kereta cepat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah karena ini seharusnya menjadi tanggung jawab Danantara.

Sebelumnya, usul ini digagas oleh Dony Oskaria selaku Chief Operating Officer (COO) Danantara.

Lebih lanjut, Purbaya menyebut bahwa BUMN seharusnya tidak lagi bergantung pada pemerintah dan APBN karena pengelolaan BUMN sudah dilakukan Danantara. Belum lagi, divide BUMN tidak lagi masuk ke penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tetapi Danantara.

“Kan KCIC di bawah Danantara, ya kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, punya dividen sendiri yang rata0rata satu tahun bisa dapat Rp80 triliun atau lebih. Harusnya mereka manage (utang KCJB) dari situ, jangan kita lagi,” ungkap Purbaya.

Meski sudah menolak, Menkeu belum mendengar kembali jalan keluar mengenai utang proyek kereta cepat Whoosh.

“Beberapa waktu yang lalu juga sudah dibicarakan untuk mencari skema supaya beban keuangan itu bisa dicarikan jalan keluar,” lanjut Purbaya.

Berapa Banyak Utang Kereta Cepat?

Ilustrasi Kereta Cepat Whoosh (Unsplash/usiswantoro)
Ilustrasi Kereta Cepat Whoosh (Unsplash/usiswantoro)

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) diketahui memiliki beban utang mencapai sekitar Rp116 triliun.

baca juga

Proyek ini dijalankan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia dan pihak Tiongkok. Kini, KCIC berada di bawah pengelolaan Danantara sebagai bagian dari restrukturisasi BUMN strategis.

Sebagai informasi, proyek Whoosh dibangun dengan nilai investasi total US$7,2 miliar atau setara Rp116,54 triliun (asumsi kurs Rp16.186 per dolar AS).

Nilai investasi ini membengkak dari proposal awal yang diajukan China pada tahun 2015, saat bersaing dengan Jepang untuk memenangkan proyek tersebut.

Kala itu, China menawarkan proyek kereta cepat dengan nilai US$5,13 miliar, sementara Jepang mengajukan proposal senilai US$6,2 miliar. Namun, seiring berjalannya waktu, biaya investasi meningkat karena berbagai faktor, termasuk perubahan desain, pembebasan lahan, serta penyesuaian teknis proyek.

Dari total investasi US$7,2 miliar, sekitar 75 persen berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB). Sementara 25 persen sisanya berasal dari setoran modal pemegang saham, yakni gabungan dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) (60 persen) dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd (40 persen).

Utang besar tersebut kini menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan keuangan proyek. Terlebih, PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menjadi salah satu pemegang saham utama juga menanggung dampaknya terhadap arus kas perusahaan.

Opsi Pembayaran Utang Kereta Cepat Tanpa APBN

Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan kereta cepat Whoosh di peron Stasiun Whoosh Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/1/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan kereta cepat Whoosh di peron Stasiun Whoosh Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/1/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura

Untuk mengatasi beban keuangan tersebut, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dikabarkan telah menyiapkan dua opsi penyelesaian utang proyek Whoosh tanpa menggunakan APBN.

Pertama, Danantara berencana menggunakan sebagian dividen dan aset BUMN yang berada di bawah naungannya untuk melunasi sebagian kewajiban KCIC.

Dengan pengelolaan portofolio investasi yang besar, Danantara dinilai memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk menutup sebagian beban utang tanpa mengganggu kas negara.

Opsi kedua adalah dengan melakukan restrukturisasi pinjaman, baik dengan memperpanjang tenor maupun menurunkan bunga pinjaman kepada CDB dan pihak pemberi pinjaman lainnya. Skema ini dinilai realistis karena proyek Whoosh masih dalam tahap awal operasi, sehingga pendapatan dari tiket dan aktivitas komersial lainnya belum optimal.

Selain dua opsi tersebut, terdapat pula pembahasan mengenai potensi penerbitan obligasi atau sukuk korporasi yang akan digunakan untuk refinancing sebagian utang lama. Namun, opsi ini masih dalam kajian awal dan memerlukan persetujuan berbagai pihak, termasuk regulator keuangan dan investor potensial.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas BLBI Mau Dibubarkan, Menkeu Purbaya Ngotot Turun Langsung Tagih Utang

Satgas BLBI Mau Dibubarkan, Menkeu Purbaya Ngotot Turun Langsung Tagih Utang

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:04 WIB

Purbaya Batal Bentuk Badan Penerimaan Negara: Pajak dan Bea Cukai Tetap di Kemenkeu!

Purbaya Batal Bentuk Badan Penerimaan Negara: Pajak dan Bea Cukai Tetap di Kemenkeu!

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Utang Whoosh Rp116 T Jadi Bom Waktu, Agus Pambagio: Jokowi Gak Mau Dengar Saya dan Pak Jonan

Utang Whoosh Rp116 T Jadi Bom Waktu, Agus Pambagio: Jokowi Gak Mau Dengar Saya dan Pak Jonan

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:07 WIB

Terkini

6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal

6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:25 WIB

BPOM Temukan 11 Kosmetik Lokal Berbahaya, Cek Daftar Lengkapnya

BPOM Temukan 11 Kosmetik Lokal Berbahaya, Cek Daftar Lengkapnya

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:58 WIB

5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik pada 15 Juli 2026, Apakah Kamu Termasuk?

5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik pada 15 Juli 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:25 WIB

Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi

Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:19 WIB

Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan

Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:05 WIB

Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia

Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13 WIB

Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli

Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10 WIB

3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud

3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:40 WIB

11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan

11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:32 WIB

×