Berapa Penghasilan Youtube Dedi Mulyadi? Bak Bumi Langit Dibanding Gajinya Sebagai Gubernur Jabar

Farah Nabilla

Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:27 WIB
Berapa Penghasilan Youtube Dedi Mulyadi? Bak Bumi Langit Dibanding Gajinya Sebagai Gubernur Jabar
Berapa Penghasilan Channel Youtube Dedi Mulyadi (screenshot Kang Dedi Mulyadi Channel Youtube)

Suara.com - Dedi Mulyadi, sosok yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2025–2030 ini dikenal sebagai politisi yang dekat dengan masyarakat, sekaligus kreator konten produktif dengan dua kanal YouTube aktif. Lantas, berapa sebenarnya penghasilan channel Youtube Dedi Mulyadi?

Kabarnya, penghasilan Dedi Mulyadi dari Youtube ini melebihi gajinya sebagai gubernur.

Dedi Mulyadi bukan nama baru di dunia pemerintahan. Ia mengawali karier politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta pada tahun 1999, kemudian menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode.

Namun, yang membuat Dedi menonjol dibanding pejabat lain adalah kemampuannya memanfaatkan teknologi untuk menjangkau publik. Ia aktif di media sosial, terutama YouTube, di mana ia membagikan aktivitasnya dalam menyelesaikan persoalan warga, kegiatan sosial, hingga kisah kemanusiaan di pelosok desa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan. [ANTARA/Ricky Prayoga]
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan. [ANTARA/Ricky Prayoga]

Kehadiran Dedi di dunia digital bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang tidak kecil. Tak heran, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud sempat menjulukinya sebagai “Gubernur Konten” dalam sebuah rapat Komisi II DPR RI.

Dedi Mulyadi sampai kini memiliki dua kanal utama yakni Kang Dedi Mulyadi Channel dan Lembur Pakuan Channel.

Kanal pertama, Kang Dedi Mulyadi Channel, dibuat pada 17 November 2017 dan kini memiliki lebih dari 8 juta subscriber, dengan total penayangan lebih dari 2,4 miliar kali. Kanal ini berisi ribuan video, ada lebih dari 4.400 konten yang menampilkan interaksi Dedi dengan masyarakat, penyelesaian masalah warga, dan potret kehidupan sosial di berbagai daerah Jawa Barat.

Sementara itu, Lembur Pakuan Channel, yang dibuat lebih awal pada 25 Mei 2015, memiliki 1,5 juta subscriber dan lebih dari 372 juta total penayangan. Kanal ini lebih menonjolkan konten budaya, tradisi, dan dokumentasi kehidupan masyarakat pedesaan.

Estimasi Penghasilan Channel Youtube Dedi Mulyadi

baca juga

Mengutip data analitik dari Social Blade per Juli 2025, penghasilan Dedi Mulyadi dari dua kanal YouTube-nya berada di kisaran fantastis.

Estimasi penghasilan channel Youtube Kang Dedi Mulyadi di kisaran US$17.000–US$275.000 per bulan jika dirupiahkan nilai tersebut tembus sekitar Rp277 juta–Rp4,48 miliar.

Sementara estimasi channel kedua yakni Lembur Pakuan Channel memperoleh penghasilan di kisaran US$3.300–US$52.000 per bulan, jika dirupiahkan sekitar Rp53 juta–Rp848 juta.

Jika digabungkan, total estimasi penghasilan bulanan dari kedua kanal ini bisa mencapai Rp5,3 miliar per bulan, tergantung pada jumlah tayangan, tingkat interaksi, dan nilai CPM (Cost per Mille) yang diperoleh dari iklan.

Meski angka tersebut masih berupa perkiraan, Dedi sendiri pernah menyiratkan bahwa penghasilannya dari YouTube lebih dari Rp100 juta per bulan. Ia bahkan mengaku mampu menggaji sekitar 30 karyawan, termasuk videografer, editor, dan admin media sosial. Beberapa di antaranya menerima gaji hingga Rp20 juta per bulan.

Jika dibandingkan dengan gajinya sebagai pejabat publik, penghasilan Dedi dari YouTube tampak jauh lebih besar. Berdasarkan regulasi, gaji gubernur hanya sekitar Rp8,4 juta per bulan, yang terdiri dari Rp3 juta gaji pokok dan Rp5,4 juta tunjangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh usai Disidak Dedi Mulyadi, Eks Pimpinan KPK Sindir Iklan Aqua: Fakta atau Fiksi?

Heboh usai Disidak Dedi Mulyadi, Eks Pimpinan KPK Sindir Iklan Aqua: Fakta atau Fiksi?

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:03 WIB

Ada Berapa Sumber Air Aqua di Indonesia? Pabrik di Subang Mendadak Disidak Dedi Mulyadi

Ada Berapa Sumber Air Aqua di Indonesia? Pabrik di Subang Mendadak Disidak Dedi Mulyadi

Lifestyle | Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:52 WIB

Jangan Kaget Pabrik Aqua Pakai Sumur Bor, Ternyata Ini 4 Kategori AMDK Menurut FDA

Jangan Kaget Pabrik Aqua Pakai Sumur Bor, Ternyata Ini 4 Kategori AMDK Menurut FDA

Lifestyle | Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:41 WIB

Aqua Trending di X, Heboh Temuan Dedi Mulyadi Soal Sumber Air Mineral dari Sumur Bor

Aqua Trending di X, Heboh Temuan Dedi Mulyadi Soal Sumber Air Mineral dari Sumur Bor

Tekno | Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:29 WIB

Terkini

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Kesaksian Ahli BPOM di Sidang Richard Lee: Sanksinya Administratif, Bukan Pidana

Kesaksian Ahli BPOM di Sidang Richard Lee: Sanksinya Administratif, Bukan Pidana

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Seprai Bersih Bukan Cuma Soal Wangi, Begini Cara Merawatnya agar Tetap Awet

Seprai Bersih Bukan Cuma Soal Wangi, Begini Cara Merawatnya agar Tetap Awet

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:06 WIB

Rose BLACKPINK Menyulap Denim Klasik Jadi Lebih Personal

Rose BLACKPINK Menyulap Denim Klasik Jadi Lebih Personal

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 13:05 WIB

Cara Memilih Bedak Padat Sesuai Warna Kulit agar Makeup Tidak Abu-Abu

Cara Memilih Bedak Padat Sesuai Warna Kulit agar Makeup Tidak Abu-Abu

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 13:02 WIB

Review Film Runner: Kisah Pengorbanan Mengharukan dalam Balutan Laga Modern

Review Film Runner: Kisah Pengorbanan Mengharukan dalam Balutan Laga Modern

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:00 WIB

6 Krim Pagi Wardah untuk Kulit Cerah dan Terawat, Harga Mulai Rp33 Ribuan

6 Krim Pagi Wardah untuk Kulit Cerah dan Terawat, Harga Mulai Rp33 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:57 WIB

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:55 WIB

×