Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, 7 Alasan Psikologis Korban Child Gromming Tak Bisa Melawan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:29 WIB
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, 7 Alasan Psikologis Korban Child Gromming Tak Bisa Melawan
buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans (Instagram.com/aurelie)
Baca 10 detik
  • Psikolog Anas Satriyo ungkap alasan remaja korban child grooming sulit melawan pelaku.

  • Bagian otak remaja untuk menilai risiko belum berkembang sempurna secara biologis.

  • Manipulasi halus, relasi kuasa, dan respons trauma membeku menjadi faktor utama.

Remaja yang tumbuh di lingkungan rumah otoriter dan minim ruang dialog cenderung memiliki pola patuh demi aman.

Sebab, mereka terbiasa takut pada konsekuensi dan sering menyalahkan diri sendiri.

"Saat terancam, yang muncul bukan melawan, tapi di otaknya adalah diam, menuruti, dan bertahan," tambahnya.

4. Tekanan Ekonomi Bikin Tak Berdaya

Latar belakang kemiskinan juga salah satu yang membuat ancaman pelaku terasa sangat nyata.

Bagi remaja yang sejak kecil hidup terbatas dan terbiasa bersyukur meski tidak nyaman, ancaman kehilangan fasilitas atau keamanan dari pelaku terasa seperti kiamat kecil.

Rasa tidak punya pilihan inilah yang memperkuat posisi pelaku melakukan grooming.

5. Pernah Menjadi Korban Bullying

Riwayat pernah dirundung juga merusak harga diri anak dan menciptakan rasa haus akan penerimaan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Terbaru Januari 2026

Ketika pelaku grooming datang dan terkesan memilih mereka, otak remaja menangkapnya sebagai kesempatan hidup kedua.

Mereka merasa berharga karena ada yang memperhatikan, sehingga sulit untuk melepaskan diri.

6. Relasi Kuasa yang Timpang di Fase Meniti Karier

Kondisi ini sering terjadi pada remaja yang baru masuk ke dunia hiburan atau karier profesional, seperti yang dialami Aurelie Moeremans sewaktu usia 15 tahun.

Sebagai artis pendatang baru yang belum punya kuasa atau perlindungan, kondisi ini bisa membuat korban sangat bergantung pada figur dewasa.

Ketakutan akan kehilangan karier dan kebingungan membedakan relasi personal dengan eksploitasi membuat mereka terjebak.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI